Pronoted.com – Altcoin Potensial: Istilah buy the dip sering terdengar saat harga crypto turun tajam. Namun, praktik serok bawah tidak semudah yang dibayangkan.
Dalam tiga bulan terakhir, harga Ethereum turun lebih dari 34 persen. Banyak koin kecil bahkan jatuh lebih dalam lagi. Kondisi ini memicu rasa takut di kalangan investor.
Saat pasar melemah lama, kepercayaan mudah goyah. Investor sering ragu apakah harga akan pulih. Crypto masih tergolong aset baru. Oleh karena itu, pemulihannya tidak selalu pasti.
Meski begitu, pasar terus berkembang. Regulasi di berbagai negara semakin jelas. Selain itu, adopsi teknologi blockchain juga terus meluas. Karena itu, proyek berkualitas tetap memiliki peluang jangka panjang.
Proyek yang kuat biasanya memiliki kegunaan nyata. Tim pengembangnya aktif dan konsisten. Komunitasnya juga solid dan mendukung pertumbuhan ekosistem.
Di tengah tekanan pasar, beberapa nama tetap menarik perhatian. Dua di antaranya adalah Solana dan Monero.
“Baca Juga: Bitcoin Tertekan $70.000, Ini 3 Target Harganya“
Solana (SOL) Tunjukkan Daya Tahan di Tengah Tekanan



Harga Solana sempat turun sekitar 35 persen dalam beberapa bulan terakhir. Namun, proyek ini tetap menjadi pesaing kuat Ethereum.
Solana menarik perhatian karena menawarkan transaksi cepat dan biaya murah. Banyak pengembang memilih jaringan ini untuk membangun aplikasi digital. Selain itu, komunitasnya terus bertumbuh.
Beberapa institusi besar mulai melirik Solana. Langkah ini menunjukkan kepercayaan terhadap potensinya.
JPMorgan memanfaatkan Solana untuk menerbitkan token surat berharga. Kemudian, Visa memilih jaringan ini untuk penyelesaian transaksi stablecoin di Amerika Serikat. Selain itu, BlackRock memasukkan Solana dalam proyek dana pasar uang digital mereka.
Langkah perusahaan besar tersebut memperkuat posisi Solana di pasar. Selain itu, pembaruan sistem seperti Firedancer dan Alpenglow meningkatkan stabilitas jaringan. Tim pengembang terus mempercepat performa sistem.
Karena itu, banyak investor melihat Solana sebagai proyek jangka panjang. Meski harga berfluktuasi, fondasi teknologinya tetap berkembang. Namun, investor tetap harus mempertimbangkan risiko pasar.
Monero (XMR) Andalkan Privasi Sebagai Nilai Utama



Monero menawarkan fokus berbeda dibanding koin lain. Proyek ini menempatkan privasi sebagai fitur utama.
Berbeda dari Bitcoin yang transparan, Monero menyembunyikan identitas pengirim dan penerima. Fitur ini menarik bagi pengguna yang membutuhkan kerahasiaan transaksi.
Namun, karakter tersebut memicu tantangan regulasi. Beberapa bursa menghapus Monero karena aturan pemerintah yang ketat. Meski demikian, komunitasnya tetap aktif.
Banyak perusahaan membutuhkan privasi dalam transaksi bisnis. Perusahaan juga ingin melindungi data gaji karyawan. Dalam konteks ini, Monero menawarkan solusi yang relevan.
Menariknya, harga Monero melonjak hampir 125 persen sepanjang tahun 2025. Kenaikan tersebut menunjukkan minat pasar yang masih kuat.
Meski begitu, investor tetap harus memahami risikonya. Regulasi dapat memengaruhi likuiditas dan akses perdagangan. Oleh sebab itu, investor perlu berhati-hati.
Altcoin Potensial: Pertimbangkan Risiko Sebelum Membeli
Baik Solana maupun Monero termasuk aset berisiko tinggi. Harga crypto sering bergerak sangat cepat. Selain itu, sentimen pasar dapat berubah drastis.
Karena itu, investor perlu menyusun strategi yang disiplin. Pertama, investor harus membatasi porsi crypto dalam portofolio. Aset digital sebaiknya hanya menjadi bagian kecil dari total investasi.
Kedua, investor perlu melakukan riset mandiri. Investor harus memahami fungsi proyek dan potensi pertumbuhannya. Jangan hanya mengikuti tren sesaat.
Selain itu, investor sebaiknya menggunakan dana yang siap untuk risiko tinggi. Jangan gunakan dana kebutuhan utama untuk membeli crypto.
Strategi serok bawah memang bisa memberikan peluang keuntungan. Namun, strategi ini menuntut kesabaran dan keyakinan pada proyek yang dipilih.
Pada akhirnya, pasar crypto selalu menghadirkan peluang dan risiko. Investor yang disiplin dan rasional memiliki peluang lebih besar untuk bertahan. Oleh karena itu, setiap keputusan harus didasarkan pada analisis yang matang dan tujuan jangka panjang.

















