Pronoted.com – Altcoin Natal 2026: Pasar kripto menghadapi tekanan tinggi menjelang Natal dan tahun baru 2026.
Beberapa altcoin menunjukkan risiko likuidasi yang meningkat tajam dalam waktu singkat.
Peta panas likuidasi memperlihatkan ketidakseimbangan posisi pasar.
Sementara itu, Open Interest naik cepat dan mencerminkan aktivitas spekulatif tinggi.
Kondisi ini mendorong investor untuk lebih waspada saat membuka posisi.
Analisis dari BeInCrypto menjelaskan altcoin yang paling berisiko pekan ini.
“Baca Juga: Whale Borong 4 Altcoin, Peluang Rebound 2026?“
Ethereum Hadapi Ancaman Likuidasi Posisi Long
Ethereum menjadi aset dengan risiko terbesar saat ini.
Data tujuh hari menunjukkan potensi likuidasi Long jauh lebih besar daripada Short.
Jika harga ETH turun ke area 2.660 dolar, likuidasi Long bisa melampaui 4 miliar dolar.
Sebaliknya, likuidasi Short sekitar 1,65 miliar dolar muncul jika harga naik ke 3.370 dolar.
Beberapa faktor eksternal memperkuat tekanan terhadap ETH.
Karena itu, trader Long perlu memantau pergerakan pasar dengan cermat.
Faktor Penting yang Perlu Dipantau Trader Ethereum
Pertama, Arthur Hayes memindahkan 508,6 ETH ke Galaxy Digital.
Langkah ini memicu spekulasi pengurangan eksposur terhadap Ethereum.
Selain itu, Coinbase Premium Index Ethereum berbalik ke zona negatif.
Kondisi ini menunjukkan potensi tekanan jual dari investor Amerika.
Selanjutnya, arus keluar ETF ETH mencapai 643,9 juta dolar pekan lalu.
Angka ini mencerminkan meningkatnya tekanan jual secara menyeluruh.
Jika faktor ini berlanjut, pasar bisa memicu koreksi tajam.
Akibatnya, risiko likuidasi massal pada posisi Long meningkat signifikan.
Midnight NIGHT Tarik Perhatian Namun Picu Risiko Baru
Altcoin Midnight dengan ticker NIGHT mencuri perhatian trader dalam dua pekan terakhir.
Open Interest melonjak dari 15 juta dolar menjadi lebih dari 90 juta dolar.
Lonjakan ini menunjukkan ekspektasi kenaikan harga yang sangat tinggi.
Namun, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko bagi trader bullish.
Sebagian besar posisi pasar mengarah ke skenario kenaikan harga.
Karena itu, tekanan likuidasi Long berpotensi membesar saat koreksi muncul.
Sinyal Tekanan Jual pada Midnight NIGHT
Volume perdagangan harian NIGHT mencapai 6,8 miliar dolar.
Angka ini bahkan melampaui gabungan volume Solana, XRP, dan BNB.
Namun, NIGHT mencetak candle merah harian pertama setelah tujuh hari naik.
Sinyal ini menandakan munculnya tekanan jual jangka pendek.
Selain itu, data DexHunter menunjukkan semua pemegang NIGHT berada dalam posisi untung.
Kondisi ini membuka peluang aksi ambil untung secara serentak.
Jika harga NIGHT turun ke 0,077 dolar, likuidasi Long bisa mencapai 15 juta dolar.
Oleh sebab itu, trader perlu mengatur risiko dengan lebih disiplin.
Audiera BEAT Melonjak Tajam Namun Sarat Risiko
Altcoin Audiera dengan ticker BEAT mencatat kenaikan lebih dari 5.000 persen sejak rilis.
Harga tertinggi sepanjang masa mencapai 4,99 dolar dalam waktu singkat.
Meski begitu, sentimen pasar tetap sangat agresif.
Data likuidasi menunjukkan dominasi posisi Long yang berlebihan.
Kondisi ini meningkatkan risiko koreksi tajam dalam waktu cepat.
Beberapa trader mulai menyuarakan kekhawatiran soal pergerakan harga ekstrem.
Indikasi Volatilitas Ekstrem pada BEAT
Harga BEAT sempat turun 30 persen dalam satu jam.
Namun, harga melonjak kembali 50 persen hanya dalam satu menit.
Pergerakan ekstrem ini mengindikasikan aktivitas dompet besar.
Selain itu, situs resmi Audiera belum dapat diakses hingga kini.
Akun resmi proyek juga minim pembaruan selain klaim top gainer.
Platform CoinAnk bahkan mengeluarkan peringatan risiko likuidasi.
Jika harga BEAT turun di bawah 3 dolar, likuidasi Long bisa menembus 10 juta dolar.
Oleh karena itu, trader perlu menghindari penggunaan modal berlebihan.
Altcoin Natal 2026: Risiko Pasar Akhir Tahun
Pasar kripto menghadapi fase rawan menjelang akhir 2026.
Ethereum, NIGHT, dan BEAT menunjukkan risiko likuidasi yang jelas.
Karena itu, investor perlu memperhatikan data likuidasi dan sentimen pasar.
Manajemen risiko yang disiplin menjadi kunci bertahan di fase volatil ini.
“Baca Juga: Mahasiswa UNS Ciptakan Irigasi IoT Hemat Air dan Energi“
















