Pronoted.com – XRP kembali menarik perhatian investor setelah muncul prediksi yang menyebut harga token ini dapat mencapai US$ 5 pada 2026. Saat ini, harga XRP bergerak di kisaran US$ 2,10–2,20. Banyak investor mempertanyakan apakah target US$ 5 realistis dalam kondisi pasar saat ini.
Grafik 4-jam memperlihatkan bahwa XRP beberapa kali gagal menembus resistensi US$ 2,20–2,22. Setiap percobaan kenaikan justru berakhir koreksi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa XRP sedang berada pada fase konsolidasi, bukan tren naik. XRP juga memerlukan suplai modal baru agar harga bergerak lebih agresif.
Jika XRP mampu menembus level US$ 2,30–2,40, minat investor bisa meningkat lagi. Namun, situasi saat ini tidak menjamin kenaikan cepat. Pasar saat ini dihuni banyak proyek baru yang bersaing dalam sektor pembayaran. Karena itu, investor perlu berhati-hati membaca momentum.
“Baca Juga: Lima Cara Praktis Short Bitcoin Futures untuk Trader Crypto“
Adopsi Stablecoin RLUSD Bisa Menjadi Pendorong Harga
Pengembangan stablecoin RLUSD menjadi salah satu faktor penting untuk prospek XRP. Stablecoin tersebut dirancang sebagai aset stabil yang mendukung ekosistem pembayaran. Jika RLUSD mendapat adopsi luas, permintaan XRP bisa meningkat karena utilitas jaringan juga meningkat.
Regulasi Amerika Serikat juga berperan besar. Jika pemerintah mengeluarkan aturan yang ramah terhadap aset kripto, investor institusi dapat kembali masuk. Kebijakan yang mendukung biasanya memberi dampak positif terhadap aset yang berorientasi pembayaran seperti XRP.
Peluang ETF berbasis XRP juga menjadi bahan pembicaraan banyak analis. ETF dapat membuka pintu bagi arus dana institusi. ETF juga dapat meningkatkan kepercayaan pasar melalui likuiditas yang lebih stabil. Jika ETF berhasil diluncurkan, sentimen bullish terhadap XRP bisa menguat.
Tantangan Serius yang Menghambat Kenaikan Harga
XRP menghadapi beberapa tantangan besar yang memengaruhi pergerakan harga. Data on-chain menunjukkan stagnasi jumlah wallet baru di jaringan XRP. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat ritel tidak tumbuh signifikan. Tanpa pertumbuhan jumlah pengguna, tekanan beli bisa tetap lemah.
Banyak investor juga mulai beralih ke proyek baru yang menawarkan pertumbuhan lebih cepat. Sektor Layer-1 dan DeFi alternatif semakin menarik perhatian pasar. Investor ritel juga mencari token dengan peluang naik lebih besar. Opportunity cost ini membuat sebagian investor meninggalkan XRP.
Pasar kripto juga bergerak cepat dalam hal inovasi. Token pembayaran generasi baru menawarkan transaksi lebih cepat dengan biaya rendah. Kompetisi tersebut memberi tekanan tambahan bagi XRP untuk terus beradaptasi.
Analisis Prospek XRP Menuju 2026
XRP berada pada persimpangan penting. Harga dapat naik jika sejumlah faktor berjalan bersamaan. RLUSD perlu mendapat adopsi luas agar utilitas jaringan meningkat. Regulasi yang jelas di Amerika Serikat juga dapat memperkuat posisi XRP di pasar global.
ETF berbasis XRP juga bisa menjadi katalis besar. Arus dana institusi dapat menambah likuiditas dan stabilitas pasar XRP. Selain itu, utilitas nyata dalam pembayaran dunia nyata tetap menjadi faktor penentu jangka panjang.
Namun, prospek kenaikan tetap menghadapi risiko berat. Resistensi teknis masih kuat. Minat ritel stagnan. Persaingan proyek blockchain baru juga semakin ketat. Kondisi ini membuat prediksi US$ 5 menjadi skenario optimis, bukan skenario dasar.
Banyak analis memperkirakan bahwa XRP mungkin memasuki fase stabilisasi sebelum memasuki fase kenaikan baru. Karena itu, investor perlu memperhatikan data teknis dan perkembangan regulasi sebelum mengambil keputusan.
Kesimpulan: Prediksi XRP 2026
XRP memiliki peluang untuk mencapai US$ 5 pada 2026, tetapi peluang itu membutuhkan dukungan kuat dari utilitas, regulasi, dan pasar institusional. Saat ini, XRP masih berjuang menembus resistensi dan menarik minat pengguna baru. Pasar kripto juga menghadirkan banyak pesaing yang bergerak cepat.
Investor perlu mengamati perkembangan RLUSD, regulasi AS, dan potensi ETF berbasis XRP. Jika faktor-faktor tersebut berjalan selaras, XRP dapat bergerak menuju target optimis tersebut.
“Baca Juga: eDNA: Teknologi Baru untuk Deteksi Organisme Laut“
















