Pronoted.com – Perdebatan besar muncul di pasar kripto dalam beberapa bulan terakhir.
Banyak analis menilai siklus empat tahunan Bitcoin mulai kehilangan relevansi.
Selama ini, pelaku pasar memakai siklus tersebut sebagai panduan utama pergerakan harga.
Namun, perubahan struktur pasar memicu pola baru yang lebih kompleks.
Siklus empat tahunan sebelumnya berkaitan erat dengan peristiwa Bitcoin halving.
Halving mengurangi pasokan baru dan sering memicu kenaikan harga besar.
Kini, laporan pasar terbaru menunjukkan dinamika harga yang berbeda.
“Baca Juga: 5 Crypto Paling Bersinar Hari Ini, PRCL Melejit 99%“
Siklus Empat Tahun Tidak Lagi Terlihat Jelas
Selama lebih dari satu dekade, trader melihat pola yang relatif konsisten.
Harga Bitcoin biasanya naik setelah halving lalu mengalami koreksi besar.
Namun, pola tersebut mulai sulit ditemukan pada periode terbaru.
Pada 2025, harga Bitcoin sempat mendekati US$126.000.
Setelah itu, harga turun dan memicu pertanyaan besar di pasar.
Banyak analis menilai puncak tersebut tidak mengikuti pola lama.
Karena itu, sebagian pihak menyebut fenomena ini sebagai akhir siklus empat tahunan.
Modal Institusional Mengubah Struktur Pasar
Masuknya modal institusional memberi dampak besar pada pergerakan harga.
ETF spot Bitcoin dan dana pensiun kini memainkan peran penting.
Aliran dana besar ini menggeser dominasi investor ritel.
Harga Bitcoin kini merespons arus modal global secara lebih langsung.
Pergerakan harga tidak lagi hanya bergantung pada halving.
Selain itu, keputusan investor besar sering memicu perubahan cepat.
Kondisi ini membuat pola lama semakin sulit dipakai sebagai acuan tunggal.
Faktor Makro Ekonomi Semakin Berpengaruh
Selain modal institusional, faktor makro ikut menentukan arah pasar.
Kebijakan suku bunga global memengaruhi minat risiko investor.
Likuiditas dunia juga berperan besar dalam pergerakan aset digital.
Bitcoin kini menunjukkan korelasi lebih kuat dengan pasar saham.
Indeks global sering bergerak searah dengan harga BTC.
Setelah halving terakhir, Bitcoin hanya naik sekitar 41,2 persen.
Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan siklus sebelumnya.
Siklus Berubah, Bukan Sepenuhnya Hilang
Meski banyak pihak membahas kematian siklus empat tahun, pendapat lain muncul.
Beberapa analis percaya siklus tersebut hanya berubah bentuk.
Siklus baru bisa berlangsung lebih panjang dari empat tahun.
Analis juga mengaitkan siklus baru dengan gelombang likuiditas global.
Pasar Bitcoin kini lebih dewasa dan lebih stabil.
Volatilitas tetap ada, tetapi intensitasnya cenderung lebih moderat.
Kondisi ini mencerminkan pengaruh kebijakan moneter dunia.
Dampak Langsung bagi Trader dan Investor
Perubahan pola ini membawa dampak besar bagi pelaku pasar.
Trader tidak lagi bisa mengandalkan siklus empat tahunan saja.
Mereka perlu memantau indikator tambahan secara konsisten.
Faktor makro dan arus dana institusional kini menjadi sinyal penting.
Pendekatan analisis juga perlu mencakup kondisi ekonomi global.
Strategi ini membantu membaca momentum jangka menengah dan panjang.
Dengan begitu, risiko keputusan emosional bisa berkurang.
Perluas Sumber Informasi dan Alat Analisis
Investor kripto perlu memperluas sumber informasi pasar.
Pemantauan harga harian membantu memahami sentimen terbaru.
Platform seperti Pintu menyediakan data harga dan alat analisis.
Fitur grafik dan pemantauan portofolio mempermudah pengambilan keputusan.
Namun, setiap investor tetap perlu riset mandiri.
Pasar kripto memiliki risiko dan volatilitas tinggi.
Karena itu, gunakan dana yang sesuai dengan profil risiko pribadi.
“Baca Juga: Agak Laen: Menyala Pantiku! Pecahkan Rekor Penonton“
















