Pronoted.com – Industri aset digital di Amerika Serikat mulai memasuki fase baru. Hal itu terjadi setelah kemunculan Rancangan Undang-Undang Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act.
RUU tersebut lolos dari Komite Perbankan Senat pada 14 Mei 2026. Regulasi itu mendapatkan dukungan suara 15 banding 9.
Banyak pelaku industri menilai langkah tersebut sangat penting bagi pasar kripto. Regulasi baru diyakini akan menghadirkan kepastian hukum bagi investor dan perusahaan blockchain.
Grayscale juga melihat peluang besar dari perkembangan tersebut. Perusahaan itu memprediksi regulasi baru akan mendorong pertumbuhan ekosistem blockchain secara luas.
Selain itu, Grayscale menilai beberapa jaringan blockchain berada dalam posisi paling siap menerima dana institusional.
“Baca Juga: Whale Crypto Borong 3 Altcoin, Harga Siap Naik?“
Ethereum, Solana, dan BNB Chain Jadi Favorit
Grayscale menyebut Ethereum sebagai salah satu jaringan paling siap menghadapi era baru regulasi kripto.
Selain Ethereum, perusahaan juga menyoroti Solana dan BNB Chain.
Ketiga jaringan tersebut memiliki aktivitas pengguna yang sangat besar. Selain itu, mereka juga memimpin penggunaan stablecoin dan layanan keuangan digital berbasis blockchain.
Grayscale menilai ketiga blockchain itu sudah memiliki infrastruktur yang kuat. Karena itu, investor institusi kemungkinan lebih mudah masuk ke dalam ekosistem mereka.
Ethereum masih memimpin sektor smart contract dan decentralized finance. Sementara itu, Solana dan BNB Chain terus menarik pengguna melalui biaya transaksi yang lebih rendah.
Selain itu, ketiga jaringan tersebut juga mencatat volume transaksi yang sangat tinggi. Faktor itu memperkuat posisi mereka di tengah persaingan blockchain global.
Regulasi Baru Diprediksi Percepat Adopsi Blockchain
Grayscale percaya kepastian hukum akan mempercepat pertumbuhan sektor aset digital. Regulasi baru juga bisa membuka jalan bagi tokenisasi aset dunia nyata.
Selain itu, banyak perusahaan keuangan mulai tertarik menggunakan teknologi blockchain untuk layanan mereka.
Karena itu, blockchain dengan ekosistem besar kemungkinan menerima aliran modal lebih cepat. Investor institusi biasanya lebih nyaman masuk ke pasar yang memiliki aturan jelas.
Grayscale juga melihat peluang besar pada aplikasi decentralized finance dan penggunaan stablecoin. Kedua sektor tersebut diprediksi berkembang lebih cepat setelah regulasi resmi hadir.
Canton Network Fokus pada Kebutuhan Institusi
Selain blockchain populer, Grayscale juga menyoroti Canton Network. Jaringan ini mengambil pendekatan berbeda dibanding Ethereum atau Solana.
Canton Network fokus pada kebutuhan institusi keuangan besar. Blockchain ini menonjolkan privasi dan kepatuhan terhadap regulasi.
Baru-baru ini, jaringan tersebut juga meluncurkan ETF berbasis Canton Network. Langkah itu membuka akses lebih luas bagi investor ritel.
Selain itu, Canton Network menjadi tuan rumah proyek tokenisasi obligasi pemerintah Amerika Serikat milik DTCC.
Beberapa perusahaan besar ikut menjadi validator jaringan ini. Nama seperti J.P. Morgan, HSBC, dan Visa sudah terlibat dalam ekosistemnya.
Canton Network juga mencatat settlement harian sebesar 350 miliar dolar AS. Selain itu, jaringan tersebut mengelola lebih dari 6 triliun dolar aset tokenisasi.
Angka tersebut menunjukkan Wall Street mulai serius memakai teknologi blockchain dalam aktivitas keuangan.
Bitcoin Tetap Jadi Aset Favorit Institusi
Meski fokus utama tertuju pada blockchain smart contract, Bitcoin tetap mendapat perhatian besar dari Grayscale.
Perusahaan itu menilai Bitcoin masih menjadi aset digital paling aman di pasar kripto. Selain itu, banyak institusi memakai Bitcoin sebagai jaminan utama dalam industri aset digital.
Bitcoin memang tidak memiliki fitur smart contract selengkap Ethereum atau Solana. Namun, posisinya sebagai penyimpan nilai tetap sangat kuat.
Karena itu, permintaan institusional terhadap Bitcoin diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Blockchain Lain Juga Punya Peluang Tumbuh
Selain nama besar tadi, Grayscale juga melihat peluang pada beberapa jaringan lain. Perusahaan menyebut Avalanche, Base, Arbitrum, Hyperliquid, dan TRON sebagai proyek potensial.
Jaringan tersebut diperkirakan ikut berkembang setelah regulasi baru diterapkan. Kepastian hukum bisa menarik lebih banyak modal dan inovasi ke sektor blockchain.
Karena itu, Amerika Serikat berpotensi menjadi pusat perkembangan keuangan digital global dalam beberapa tahun mendatang.
















