Pronoted.com – Pasar altcoin menghadapi tekanan jual cukup kuat pada akhir pekan. Tiga aset, yaitu Secret (SCRT), Hemi (HEMI), dan BounceBit (BB), mencatat penurunan tajam.
Data Pintu pada 22 Agustus 2026 menunjukkan ketiga aset tersebut melemah dalam 24 jam. Harga sempat menguat pada awal sesi, tetapi tekanan jual kemudian mengambil alih.
Akibatnya, ketiga token tersebut bergerak mendekati titik terendah hariannya. Berikut pergerakan masing-masing aset berdasarkan data pasar Pintu.
“Baca Juga: Harga POL Rebound 26%: Ini Penyebab Kenaikannya“
Harga BounceBit Turun 13,49% dalam 24 Jam
BounceBit (BB) mengalami penurunan 13,49% dalam 24 jam. Harga BB turun hingga Rp181,5 pada periode pengamatan tersebut.
Pada awal sesi, harga BB sempat bergerak cukup volatil. Harga bahkan mencapai titik tertinggi sekitar Rp233,7.
Namun, momentum kenaikan tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual kemudian mendorong harga BB turun secara bertahap.
Harga akhirnya mendekati level terendah harian di sekitar Rp176,2. Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat terhadap BB.
BounceBit sendiri menjalankan jaringan Layer 1 bernama BounceBit Chain. Token BB memiliki beberapa fungsi dalam ekosistem tersebut, termasuk staking dan pembayaran biaya transaksi.
Harga Secret Anjlok 17,92% dalam Sehari
Secret (SCRT) mencatat penurunan paling besar di antara tiga altcoin tersebut. Harga SCRT turun 17,92% dalam 24 jam.
Harga SCRT berada di sekitar Rp297,2 pada akhir periode pengamatan. Sebelumnya, token tersebut sempat mencatat lonjakan harga yang sangat tajam.
Grafik SCRT sempat mencapai level tertinggi sekitar Rp507,5. Setelah itu, harga bergerak turun secara konsisten sepanjang sesi.
Tekanan jual kemudian membawa SCRT mendekati titik terendah harian. Harga token tersebut menyentuh kisaran Rp295,1.
Pergerakan tersebut menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Karena itu, investor perlu memperhatikan risiko ketika menghadapi pergerakan harga seperti ini.
Harga Hemi Melemah 13,59% dalam Sehari
Hemi (HEMI) juga mengalami tekanan jual pada periode yang sama. Harga HEMI turun sebesar 13,59% dalam 24 jam.
Penurunan tersebut menempatkan HEMI dalam jajaran altcoin dengan performa terlemah pada akhir pekan. Pergerakan ini juga menunjukkan tingginya volatilitas pasar altcoin.
Investor perlu membedakan pergerakan harga jangka pendek dengan perubahan tren yang lebih panjang. Kenaikan atau penurunan tajam dalam satu hari belum tentu menunjukkan arah pasar berikutnya.
Tekanan Jual Meningkat di Pasar Altcoin
Pergerakan SCRT, HEMI, dan BB menunjukkan tingginya risiko pada pasar altcoin. Ketiga token tersebut mengalami penurunan dua digit dalam waktu 24 jam.
Menariknya, ketiga aset sempat mencatat pergerakan positif pada awal sesi. Namun, tekanan jual kemudian mengubah arah pergerakan harga dengan cepat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar altcoin dapat bergerak sangat cepat. Investor sebaiknya mempertimbangkan volatilitas, likuiditas, dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, investor perlu melakukan riset mandiri sebelum membeli atau menjual aset kripto. Kinerja sebelumnya juga tidak menjamin hasil pada masa mendatang.
Investor Perlu Mewaspadai Volatilitas Kripto
Penurunan harga belasan persen menunjukkan risiko tinggi dalam perdagangan altcoin. Karena itu, investor perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko masing-masing.
Jangan gunakan dana yang tidak siap menghadapi potensi kerugian. Selain itu, pahami aset dan kondisi pasar sebelum melakukan transaksi.
Disclaimer: Artikel ini hanya menyajikan informasi mengenai pergerakan pasar. Data harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Aktivitas jual beli aset kripto memiliki risiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian.
“Baca Juga: Elche vs Barcelona: Jadwal dan Link Live Streaming“
















