Pronoted.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan sejumlah transaksi saham terkait industri kripto pada Juni 2026. Laporan OGE menunjukkan akun investasinya menjalankan lebih dari 1.000 transaksi bulan tersebut.
Dalam transaksi terkait kripto, Trump menjual saham Strategy Inc (MSTR) dan Coinbase. Pada saat yang sama, akun investasinya membeli saham Robinhood serta kembali membeli sebagian saham Coinbase.
“Baca Juga: Harga XRP Hari Ini Naik, Whale Mulai Akumulasi“
Trump Jual Saham Strategy Dua Kali
Laporan transaksi menunjukkan Trump menjual saham Strategy pada 23 dan 24 Juni 2026. Nilai kedua transaksi tersebut berada dalam kisaran US$16.002 hingga US$65.000.
Strategy, yang sebelumnya bernama MicroStrategy, memiliki cadangan Bitcoin dalam jumlah besar. Karena itu, pergerakan saham MSTR sering mendapat perhatian dari investor kripto.
Laporan tersebut tidak mencatat pembelian saham Strategy selama Juni. Namun, dokumen transaksi juga tidak menjelaskan alasan Trump mengurangi kepemilikannya.
Trump Jual dan Beli Saham Coinbase
Coinbase muncul empat kali dalam laporan transaksi Juni. Akun investasi Trump menjual saham Coinbase pada 12, 18, dan 23 Juni.
Total nilai penjualan tersebut berada dalam kisaran US$116.003 hingga US$315.000. Namun, akun tersebut kembali membeli saham Coinbase pada 24 Juni.
Nilai pembelian kembali Coinbase berada dalam kisaran US$50.001 hingga US$100.000. Pola tersebut menunjukkan akun investasi Trump tidak sepenuhnya keluar dari posisi Coinbase.
Trump Beli Saham Robinhood
Selain Coinbase, akun investasi Trump juga membeli saham Robinhood Markets. Transaksi tersebut berlangsung pada 3 Juni 2026.
Nilai pembelian Robinhood berada dalam kisaran US$1.001 hingga US$15.000. Robinhood menjalankan bisnis perdagangan saham dan juga menyediakan layanan terkait aset kripto.
Transaksi Robinhood menjadi salah satu dari tujuh transaksi yang melibatkan perusahaan terkait aset digital. Secara keseluruhan, transaksi kripto hanya mencakup sebagian kecil dari aktivitas investasi Trump pada Juni.
Lebih dari 1.000 Transaksi Terjadi pada Juni
Akun investasi Trump menjalankan 1.051 transaksi sepanjang Juni 2026. Total nilai transaksi tersebut berada dalam kisaran sekitar US$78,2 juta hingga US$263,2 juta.
Selain saham perusahaan kripto, laporan tersebut mencakup berbagai perusahaan besar. Nama Berkshire Hathaway, Visa, Mastercard, Meta, dan sejumlah perusahaan lainnya muncul dalam transaksi.
Dengan demikian, transaksi Strategy, Coinbase, dan Robinhood hanya mengambil porsi kecil. Sebagian besar aktivitas investasi Trump justru mencakup saham dan instrumen keuangan lainnya.
Siapa yang Mengelola Investasi Trump?
Gedung Putih sebelumnya menyatakan lembaga keuangan independen mengelola portofolio Trump. Pemerintah juga mengatakan Trump dan keluarganya tidak mengendalikan keputusan investasi harian.
Laporan transaksi memang menunjukkan aktivitas perdagangan dalam jumlah sangat besar. Namun, dokumen tersebut tidak menjelaskan alasan setiap keputusan pembelian atau penjualan.
Karena itu, publik hanya dapat melihat aset, tanggal, dan kisaran nilai transaksi. Publik tidak dapat memastikan alasan Trump atau pengelola portofolionya melakukan setiap transaksi.
Eksposur Trump terhadap Industri Kripto
Transaksi saham tersebut bukan satu-satunya hubungan Trump dengan industri kripto. Laporan keuangan tahunannya juga menunjukkan pendapatan terkait bisnis kripto dalam jumlah besar.
Pengungkapan 2025 mencatat sekitar US$1,4 miliar pendapatan terkait usaha kripto Trump. Angka tersebut menunjukkan keterlibatan Trump dalam industri aset digital jauh lebih luas.
Namun, investor perlu membedakan kepemilikan saham dengan kepentingan bisnis kripto. Keduanya memiliki risiko dan karakter investasi yang berbeda.
Pada akhirnya, laporan terbaru hanya menunjukkan aktivitas transaksi yang tercatat. Investor tetap perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Artikel ini hanya menyajikan informasi pasar dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto dan saham memiliki risiko tinggi. Nilai investasi dapat naik maupun turun.
“Baca Juga: Sejarah Pembubaran RIS dan Kembalinya Indonesia ke NKRI“
















