Pronoted.com – Harga Ethereum (ETH) pada Selasa, 29 September 2026, mencapai Rp47.800.793 per koin. Nilai tersebut setara US$2.656 berdasarkan kurs jual e-Rate BCA Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Pintu Market pukul 09.40 WIB, ETH mencatat kenaikan 0,75% dalam 24 jam terakhir. Ethereum bergerak dalam rentang Rp47.265.384 hingga Rp48.828.351.
“Baca Juga: ETF Bitcoin Catat Inflow $2,39 Miliar, Ini Faktanya“
Harga Ethereum Hari Ini, 29 September 2026
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga | US$2.656 |
| Harga dalam Rupiah | Rp47.800.793 |
| Perubahan 24 Jam | +0,75% |
| Rentang 24 Jam | Rp47.265.384–Rp48.828.351 |
| Kapitalisasi Pasar | Rp5.853 triliun |
| Volume 24 Jam | Rp294,37 triliun |
| Suplai Beredar | 122.087.473 ETH |
| Suplai Maksimum | Tidak ditetapkan |
Dalam 24 jam terakhir, ETH sempat menyentuh sekitar US$2.713. Setelah itu, harga Ethereum turun menuju US$2.626 sebelum kembali menguat.
Selain itu, Ethereum mempertahankan posisi sebagai aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar. Bitcoin masih menempati posisi pertama dalam ukuran tersebut.
Ethereum mencatat kapitalisasi pasar sekitar Rp5.853 triliun. Sementara itu, volume perdagangan global ETH mencapai Rp294,37 triliun.
Suplai Ethereum yang beredar mencapai 122.087.473 ETH. Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum tidak menetapkan batas maksimum jumlah koin.
ETH Masih Menghadapi Resistance US$2.800
Analisis UseTheBitcoin pada 27 September 2026 menunjukkan tantangan ETH di area US$2.750 hingga US$2.820.
Harga Ethereum beberapa kali gagal melewati area tersebut menjelang akhir kuartal. Namun, struktur harga masih menunjukkan pola kenaikan sejak pemulihan pada Agustus.
ETH sebelumnya bergerak dari kisaran US$1.850 hingga US$1.920. Setelah itu, harga membentuk pola titik terendah yang semakin tinggi.
Menurut analisis tersebut, area US$2.600 hingga US$2.660 menjadi support jangka pendek. Sementara itu, area US$2.530 hingga US$2.540 menjadi support utama.
Karena itu, pergerakan ETH di sekitar level tersebut menjadi perhatian pelaku pasar. Penembusan resistance dapat mengubah dinamika harga dalam jangka pendek.
Arus ETF Ethereum Masih Menjadi Perhatian
Selain pergerakan harga, investor juga memantau arus dana ETF spot Ethereum di Amerika Serikat.
Data SoSoValue menunjukkan ETF spot Ethereum mencatat arus masuk bersih sekitar US$66 juta pada 26 September 2026.
Namun, kenaikan imbal hasil obligasi AS memberikan tantangan bagi aset berisiko seperti Ethereum. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun berada di sekitar 5,11%.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi minat investor terhadap aset kripto. Karena itu, pelaku pasar juga memperhatikan perkembangan pasar obligasi Amerika Serikat.
Analisis UseTheBitcoin menyebut ETH perlu menutup perdagangan harian secara konsisten di atas US$2.800.
Level tersebut menjadi perhatian karena penembusan yang konsisten dapat membuka ruang menuju area US$3.000.
Upgrade Glamsterdam Ethereum Memasuki Tahap Akhir
Selain faktor harga, perkembangan jaringan Ethereum juga menjadi perhatian pasar. Upgrade Glamsterdam kini memasuki tahap akhir pengujian.
Ethereum menjadwalkan pengujian Glamsterdam melalui jaringan Sepolia pada 6 Oktober 2026. Pengembang belum menetapkan tanggal pasti untuk peluncuran di jaringan utama.
Namun, Ethereum mengarahkan peluncuran mainnet Glamsterdam pada kuartal keempat 2026. Perkembangan pengujian tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam beberapa pekan mendatang.
Upgrade Glamsterdam membawa beberapa perubahan untuk meningkatkan kemampuan jaringan Ethereum. Salah satunya menyangkut mekanisme pengelolaan dan validasi blok.
Selain itu, EIP-7928 memperkenalkan daftar akses transaksi pada tingkat blok. Perubahan tersebut dapat membantu jaringan menjalankan transaksi secara lebih efisien.
Dengan demikian, Glamsterdam berpotensi meningkatkan kapasitas pemrosesan Ethereum. Namun, pelaku pasar masih perlu menunggu hasil pengujian sebelum menilai dampaknya secara penuh.
Investor Perlu Memantau Harga dan Perkembangan Ethereum
Pergerakan ETH saat ini menunjukkan kenaikan tipis dalam periode 24 jam. Namun, harga masih menghadapi tantangan di sekitar US$2.800.
Di sisi lain, arus dana ETF Ethereum tetap memberikan perhatian tambahan bagi pasar. Investor juga menunggu perkembangan pengujian upgrade Glamsterdam.
Karena itu, pelaku pasar dapat memantau pergerakan ETH, arus ETF, kondisi obligasi AS, dan perkembangan upgrade Ethereum.
Harga kripto memiliki volatilitas tinggi dan dapat berubah dengan cepat. Investor perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan transaksi.
“Baca Juga: Fa Hien: Sejarah Hidup dan Perjalanan ke Nusantara“
















