Pronoted.com – Pasar kripto kembali memanas setelah muncul tuduhan terhadap Jane Street Capital.
Sebagian pelaku pasar menilai perusahaan ini menahan laju harga Bitcoin.
Harga Bitcoin belum mampu menembus level 150.000 dolar AS.
Namun, sejumlah pakar langsung membantah tuduhan tersebut.
Mereka menilai struktur ETF Bitcoin di Amerika Serikat jauh lebih berpengaruh.
Mereka juga menegaskan bahwa dinamika pasar lebih kompleks dari sekadar satu nama institusi.
Jeff Park dari ProCap memimpin perdebatan ini.
Ia menjabat sebagai CIO ProCap dan penasihat Bitwise.
Ia menilai publik sering salah memahami peran Jane Street.
Menurut Park, struktur ETF justru memegang kunci utama.
Karena itu, ia mengajak investor melihat mekanisme pasar secara menyeluruh.
“Baca Juga: Ethereum Uji Rp35 Juta, Siap Reli atau Koreksi?“
Struktur ETF Bitcoin dan Peran Authorized Participant
Park menjelaskan bahwa ETF spot Bitcoin melibatkan sejumlah Authorized Participant besar.
Beberapa nama besar ikut terlibat dalam sistem tersebut.
Daftar AP mencakup:
- JPMorgan Chase
- Goldman Sachs
- Citigroup
- UBS
- Macquarie Group
Authorized Participant memiliki hak khusus dalam sistem ETF.
Mereka dapat menciptakan dan menebus unit ETF dengan fleksibel.
Mereka juga tidak selalu mengikuti aturan short selling biasa.
Selain itu, regulasi memberi mereka ruang gerak lebih luas.
Aturan tersebut memungkinkan mereka menciptakan unit ETF tanpa meminjam aset lebih dulu.
Kondisi ini memberi fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan posisi pasar.
Park menilai publik sering menyamakan fleksibilitas ini dengan manipulasi.
Padahal, sistem tersebut memang dirancang seperti itu sejak awal.
Perubahan Mekanisme ETF dan Dampaknya
Selanjutnya, Park menyoroti perubahan mekanisme ETF terbaru.
Sistem sebelumnya menggunakan model cash-only.
Kini, banyak ETF menggunakan model in-kind.
Pada model cash-only, AP menyerahkan uang tunai.
Kustodian kemudian membeli Bitcoin di pasar spot.
Proses ini otomatis menciptakan permintaan langsung.
Sebaliknya, model in-kind memberi kebebasan berbeda.
AP dapat menyerahkan Bitcoin langsung dari sumber lain.
Mereka bisa membeli lewat transaksi OTC yang tidak terlihat di pasar utama.
Akibatnya, aktivitas tersebut tidak selalu muncul dalam volume spot.
Perubahan ini membuat pergerakan permintaan tampak lebih samar.
Park menilai model lama membantu proses penemuan harga.
Model baru memberi fleksibilitas lebih besar kepada AP.
Namun, fleksibilitas ini juga dapat mengaburkan sinyal pasar.
Meskipun begitu, Park tidak menuduh adanya penekanan harga sengaja.
Ia hanya menyoroti celah struktur yang memungkinkan anomali bertahan lebih lama.
Debat Analis Soal Manipulasi Harga
Perdebatan ini menarik perhatian banyak analis.
Eric Balchunas ikut memberikan pandangan.
Ia bekerja sebagai analis ETF senior di Bloomberg Intelligence.
Balchunas menyebut sentimen negatif terhadap Jane Street mulai mereda.
Namun, ia menilai pasar masih menunggu dampak jangka panjang.
Investor ingin melihat apakah harga mampu mencetak reli berkelanjutan.
Sementara itu, Keone Hon dan Dave Weisberger mengkritik teori manipulasi.
Mereka menilai posisi short futures harus diseimbangkan pihak lain.
Karena itu, pasar tetap bekerja melalui mekanisme penyeimbang alami.
Park tidak menolak logika tersebut.
Namun, ia menilai struktur regulasi memberi durasi panjang bagi posisi tertentu.
Durasi panjang ini berpotensi mengganggu keseimbangan jangka pendek.
Di sisi lain, analis on-chain James “Checkmate” Check memberi perspektif berbeda.
Ia menilai aksi jual besar dari pemegang lama lebih berpengaruh.
Data on-chain menunjukkan tekanan jual datang dari investor sendiri.
Karena itu, faktor internal pasar memegang peran penting.
Institusi bukan satu-satunya penentu arah harga.
Apa Artinya bagi Target $150.000?
Banyak investor bertanya soal peluang tembus 150.000 dolar AS.
Namun, harga tidak bergerak berdasarkan satu faktor tunggal.
Likuiditas global ikut memengaruhi arah pasar.
Selain itu, sentimen makro ekonomi juga berperan besar.
Kebijakan suku bunga dan arus modal memengaruhi minat risiko investor.
Permintaan ritel dan institusi juga menentukan momentum.
Struktur ETF memang memengaruhi dinamika jangka pendek.
Namun, pasar kripto tetap bergerak karena interaksi pembeli dan penjual.
Karena itu, tuduhan terhadap satu institusi terasa terlalu sederhana.
Alasan Bitcoin: Struktur Lebih Penting dari Tuduhan
Dari berbagai pandangan ahli, narasi manipulasi terlihat kurang kuat.
Jane Street beroperasi dalam kerangka regulasi resmi.
Sistem ETF memberi fleksibilitas besar kepada Authorized Participant.
Perubahan dari cash-only ke in-kind memang mengubah dinamika.
Namun, perubahan tersebut tidak otomatis berarti manipulasi harga.
Sebaliknya, struktur pasar menciptakan efek samping tertentu.
Pada akhirnya, harga Bitcoin tetap bergantung pada keseimbangan permintaan dan penawaran.
Investor institusi dan individu sama-sama memengaruhi arah pasar.
Karena itu, pasar membutuhkan analisis menyeluruh, bukan tuduhan sepihak.
















