Pronoted.com – Bitcoin menunjukkan ketahanan harga dengan bertahan di kisaran 90.000 dolar selama 18 hari berturut-turut.
Fase ini menjadi salah satu periode konsolidasi terpanjang sepanjang tahun berjalan.
Stabilitas harga muncul di tengah sinyal beragam dari data on-chain dan pasar derivatif.
Karena itu, pelaku pasar terus menimbang arah pergerakan berikutnya.
Pertanyaan utama kini mengarah pada potensi lanjutan kenaikan atau pembalikan harga.
Jawaban tersebut sangat bergantung pada kekuatan dukungan dan respons pasar.
“Baca Juga: Strategi Short Crypto Modal Kecil di Market Bearish“
Indikator On-Chain Buka Peluang Pemulihan
Indikator Realized Cap Impulse Bitcoin memasuki zona dukungan penting dalam beberapa hari terakhir.
Diyakini Indikator ini mengukur perubahan momentum dari kapitalisasi terealisasi Bitcoin.
Secara historis, area ini sering memicu peningkatan permintaan baru.
Pola serupa sebelumnya kerap mendahului pergerakan harga ke arah atas.
Banyak investor melihat zona ini sebagai sinyal awal pemulihan.
Permintaan biasanya muncul saat tekanan jual mulai melemah.
Namun, risiko tetap membayangi apabila dukungan tersebut tidak bertahan.
Jika dukungan gagal, tekanan jual bisa meningkat dalam waktu singkat.
Situasi tersebut berpotensi memperluas distribusi kerugian di pasar.
Karena itu, dukungan on-chain menjadi faktor penting untuk arah jangka pendek.
Pasar Derivatif Tunjukkan Sinyal Penopang
Pergerakan Open Interest Bitcoin memberi konteks tambahan bagi kondisi pasar.
Data historis menunjukkan pola yang cukup konsisten selama tiga tahun terakhir.
Kenaikan Open Interest sebesar 40 hingga 60 persen sering muncul dekat puncak harga.
Sebaliknya, penurunan 15 hingga 20 persen sering menandai pembentukan dasar harga.
Saat ini, Open Interest Bitcoin tercatat turun sekitar 15 persen.
Penurunan ini sejalan dengan pola historis pembentukan dasar.
Kondisi tersebut memperkuat peluang bertahannya dukungan harga saat ini.
Posisi derivatif juga terlihat lebih seimbang tanpa dorongan berlebihan.
Situasi ini mencerminkan sentimen pasar yang hati-hati namun tetap positif.
Trader memilih menunggu konfirmasi sebelum mengambil risiko lebih besar.
Harga Bergerak di Antara Kluster Likuiditas
Peta likuidasi menunjukkan Bitcoin bergerak dalam rentang likuiditas yang jelas.
Di sisi atas, area mendekati 92.000 dolar membentuk zona resistensi kuat.
Zona tersebut menampung banyak posisi jual dan potensi likuidasi.
Harga membutuhkan momentum kuat untuk menembus area tersebut.
Di sisi bawah, kluster likuiditas muncul di sekitar 88.000 dolar.
Area ini menarik minat beli dan menahan tekanan penurunan.
Selama harga bertahan di atas zona bawah, struktur pasar tetap stabil.
Pantulan dari area ini sering menjaga sentimen tetap konstruktif.
Jika harga naik, resistensi atas akan menjadi ujian pertama.
Sebaliknya, koreksi terbatas masih bersifat netral hingga positif.
Konsolidasi Panjang Jadi Penentu Arah
Konsolidasi panjang sering menciptakan pergerakan besar setelahnya.
Namun, arah pergerakan bergantung pada keseimbangan permintaan dan penawaran.
Saat ini, Bitcoin menunjukkan momentum yang positif namun terkontrol.
Pelaku pasar memilih pendekatan defensif sambil memantau data penting.
Perubahan kecil pada indikator on-chain bisa menggeser arah pasar.
Begitu juga dengan pergerakan posisi di pasar derivatif.
Karena itu, pemantauan dukungan utama tetap sangat krusial.
Likuiditas juga menjadi faktor penentu dalam pergerakan berikutnya.
Bitcoin Konsolidasi: Masih Punya Ruang Bergerak
Bitcoin berpotensi menguji sisi atas dari rentang konsolidasi saat ini.
Dukungan on-chain dan data derivatif masih memberi sinyal penopang.
Namun, pasar tetap membutuhkan konfirmasi sebelum reli lanjutan.
Investor perlu mencermati perubahan sentimen dan volume perdagangan.
Selama dukungan bertahan, struktur pasar tetap condong positif.
Bitcoin masih memiliki peluang menjaga tren sehat dalam jangka pendek.
“Baca Juga: Teknologi Sains Warga untuk Pantau Hayati Kalimantan“
















