Pronoted.com – Harga Bitcoin bergerak datar dalam 24 jam terakhir.
Namun, harga turun sekitar enam persen selama sepekan.
Sekilas, pasar terlihat tenang tanpa gejolak besar.
Namun, beberapa indikator penting menunjukkan risiko yang mulai meningkat.
Saat ini, kepercayaan pasar berada di level sensitif.
Beberapa sinyal melemah muncul secara bersamaan.
Karena itu, pelaku pasar mulai bersikap lebih berhati-hati.
“Baca Juga: Altcoin Season melemah, Bitcoin Kembali Dominasi Pasar Crypto“
Harga Bitcoin Turun dalam 24 Jam Terakhir
Pada 23 Januari 2026, harga Bitcoin berada di level 89.240 dolar AS.
Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp1,505 miliar.
Dalam 24 jam, harga mencatat penurunan sebesar 1,40 persen.
Selama periode tersebut, harga terendah menyentuh Rp1,500 miliar.
Sementara itu, harga tertinggi mencapai Rp1,526 miliar.
Kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran Rp29.956 triliun.
Volume perdagangan harian turun sekitar 26 persen menjadi Rp675 triliun.
Pola Grafik Bearish Mulai Terbentuk
Grafik 12 jam menunjukkan pola head and shoulders.
Pola ini menandakan momentum kenaikan mulai melemah.
Setiap reli harga berhenti pada level yang lebih rendah.
Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang semakin konsisten.
Garis leher pola tersebut berada di sekitar 86.430 dolar AS.
Jika harga menembus level ini, risiko penurunan akan meningkat.
Proyeksi teknikal menunjukkan potensi koreksi sekitar sembilan hingga sepuluh persen.
Selain itu, pergerakan rata-rata harga juga melemah.
Garis rata-rata jangka pendek mulai mendatar.
Garis tersebut mendekati rata-rata jangka menengah.
Kondisi ini sering memberi ruang bagi penjual untuk menekan harga.
Pemegang Jangka Panjang Mulai Percepat Penjualan
Tekanan pasar juga datang dari pemegang jangka panjang.
Kelompok ini menyimpan Bitcoin lebih dari satu tahun.
Pada 21 Januari, mereka menjual sekitar 75.950 BTC.
Sehari kemudian, angka penjualan naik menjadi 122.486 BTC.
Lonjakan ini menunjukkan peningkatan sekitar 61 persen.
Peningkatan cepat ini menandakan perubahan sikap.
Pemegang jangka panjang mulai mengurangi eksposur mereka.
Penjualan ini tidak dipicu kepanikan pasar.
Sebaliknya, langkah ini mencerminkan melemahnya keyakinan kenaikan harga.
Indikator keuntungan belum direalisasi turun ke level terendah enam bulan.
Meski begitu, mayoritas pemegang masih berada dalam posisi untung.
Karena itu, keputusan menjual bersifat sukarela.
Ketika pemegang paling yakin mulai menjual, pasar perlu waspada.
Pertanyaan utama kemudian muncul mengenai siapa pembeli pengganti mereka.
Permintaan ETF Bitcoin Mengalami Pelemahan
Tekanan lain datang dari pasar ETF Bitcoin.
ETF spot mencatat kinerja terlemah sepanjang 2026.
Pekan yang berakhir 21 Januari mencatat penjualan bersih 1,19 miliar dolar AS.
Angka ini menjadi yang terendah sejak November.
Padahal, ETF sebelumnya menjadi sumber permintaan stabil.
Permintaan ini sering menyerap tekanan jual saat harga terkoreksi.
Saat ETF melemah, dukungan pasar ikut berkurang.
Kondisi ini membuat harga lebih rentan terhadap tekanan lanjutan.
Situasi ini sejalan dengan sikap pemegang jangka panjang.
Pembeli Spekulatif Mulai Mendominasi Pasar
Di sisi lain, data kepemilikan menunjukkan perubahan struktur pasar.
Kelompok pemegang jangka sangat pendek mulai meningkat.
Kelompok ini memegang aset antara satu minggu hingga satu bulan.
Porsi mereka naik dari 4,6 persen menjadi 5,6 persen.
Kenaikan ini terjadi hanya dalam beberapa hari.
Artinya, partisipasi spekulatif naik hampir 22 persen.
Kelompok ini biasanya membeli saat harga turun.
Mereka juga cenderung menjual cepat saat harga naik.
Karena itu, mereka jarang memberi dukungan harga jangka panjang.
Peralihan ini meningkatkan sensitivitas pasar.
Harga menjadi lebih mudah bergejolak saat tekanan muncul.
Level Harga Kunci yang Perlu Diperhatikan
Empat faktor risiko kini bertemu pada rentang harga sempit.
Di sisi atas, Bitcoin perlu bertahan di atas 90.340 dolar AS.
Penutupan kuat di atas level ini bisa meredakan tekanan jangka pendek.
Level 92.300 dolar AS menjadi target penting berikutnya.
Jika harga kembali ke area ini, momentum bisa membaik.
Sebaliknya, risiko tetap tinggi selama harga berada di bawahnya.
Di sisi bawah, level 86.430 dolar AS menjadi batas krusial.
Penurunan di bawah level ini mengonfirmasi pola bearish.
Dengan kondisi saat ini, penurunan bisa berlangsung lebih cepat.
Kesimpulan: Pasar Bitcoin Masuk Fase Waspada
Bitcoin tidak hanya menghadapi tekanan harga.
Pasar juga mengalami perubahan struktur kepemilikan.
Pemegang jangka panjang dan ETF mulai mengurangi peran mereka.
Sementara itu, trader jangka pendek mulai mendominasi.
Kombinasi ini sering membatasi potensi kenaikan.
Selain itu, risiko penurunan menjadi lebih besar.
Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati level kunci dengan saksama.
“Baca Juga: Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona Liga Champions“
















