Pronoted.com – Pasar kripto kembali memanas setelah Bitcoin gagal menembus level $70.000. Harga kini bergerak di antara dua zona penting. Trader dan analis mulai menghitung target baru karena volatilitas meningkat.
Tekanan jual terus muncul setiap kali harga mendekati $70.000. Akibatnya, pasar bergerak dalam rentang sempit. Kondisi ini membuat pelaku pasar menunggu konfirmasi arah berikutnya.
Banyak investor bertanya apakah Bitcoin mampu bertahan. Sebagian lain justru bersiap menghadapi koreksi lebih dalam. Oleh sebab itu, level teknikal saat ini menjadi perhatian utama.
“Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin 2026 & Nilai $1.000 BTC“
Bitcoin Bergerak di Antara Dua Rata-Rata Penting
Saat ini, Bitcoin berada di antara rata-rata pergerakan 200 minggu sederhana di $68.300. Selain itu, harga juga bertahan di atas rata-rata pergerakan 200 minggu eksponensial di $58.400.
Dalam siklus sebelumnya, area ini sering menjadi titik dasar harga. Karena itu, beberapa analis melihat peluang pembentukan fondasi baru. Namun, pasar belum menunjukkan sinyal kuat untuk reli besar.
Bitcoin sudah mencatat dua penutupan mingguan di atas garis EMA 200 minggu. Meskipun demikian, kondisi ini belum menjamin tren naik berlanjut. Tekanan jual masih muncul di area resistance.
Beberapa analis menilai level $71.000 sebagai kunci utama. Jika harga mampu menutup harian di atas angka itu, peluang kenaikan akan terbuka lebih lebar. Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut memperkuat dominasi penjual.
Zona Support $65.000–$60.000 Jadi Benteng Utama
Setelah gagal menembus $72.000, Bitcoin menemukan support di sekitar $65.000. Data on-chain menunjukkan banyak investor jangka panjang membeli di kisaran $63.000 hingga $65.000.
Zona tersebut menyerap tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir. Oleh karena itu, area ini menjadi benteng penting bagi bull. Jika harga bertahan, pasar bisa menjaga stabilitas jangka pendek.
Namun, jika harga turun di bawah $65.000, tekanan bisa meningkat. Target berikutnya berada di sekitar $60.000. Level ini menjadi batas psikologis yang penting bagi pasar.
Apabila support $60.000 gagal bertahan, penurunan bisa berlanjut ke $55.000. Bahkan, beberapa proyeksi menyebut potensi turun ke $52.500. Karena itu, pergerakan di area ini sangat menentukan arah selanjutnya.
Investor perlu memantau volume perdagangan secara ketat. Lonjakan volume saat harga turun biasanya memperkuat sinyal bearish. Sebaliknya, volume besar saat harga naik bisa memberi harapan baru.
Breakout di Atas $71.000 Bisa Picu Lonjakan
Di sisi lain, peluang reli tetap terbuka lebar. Bitcoin perlu mencatat penutupan harian di atas $71.000 untuk memicu momentum baru. Level ini menjadi gerbang menuju kenaikan lebih tinggi.
Jika breakout terjadi, harga berpotensi bergerak menuju $80.000 hingga $84.000. Area tersebut menarik perhatian karena sering menjadi target pengisian celah harga di pasar berjangka.
Sejak pertengahan 2025, sebagian besar celah harga telah terisi. Karena itu, trader melihat area $80.000 sebagai magnet berikutnya. Namun, harga tetap membutuhkan dukungan sentimen positif.
Pasar juga harus melihat respons di sekitar $70.000. Jika harga kembali ditolak di level itu, penjual bisa mengambil alih kendali. Oleh sebab itu, reaksi di zona resistance sangat krusial.
Bitcoin Tertekan $70.000: Arah Beberapa Pekan ke Depan Sangat Menentukan
Bitcoin kini berada di titik persimpangan penting. Support $65.000 menjadi penopang utama. Sementara itu, resistance $71.000 menjadi pintu menuju reli.
Trader jangka pendek fokus pada rentang $66.000 hingga $71.000. Investor jangka panjang memperhatikan kekuatan support mingguan. Kedua kelompok ini sama-sama menunggu konfirmasi arah.
Dengan volatilitas tinggi, setiap pergerakan tajam bisa memicu aksi besar. Oleh karena itu, pelaku pasar harus mengelola risiko dengan disiplin. Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan tren jangka menengah Bitcoin.
















