Pronoted.com – Banyak orang mencari investasi aman tanpa proses rumit.
Deposito sering menjadi pilihan utama bagi pemula.
Instrumen ini menawarkan bunga tetap dan risiko rendah.
Sebelum membuka deposito, kamu perlu memahami bunga deposito.
Pemahaman ini membantu kamu menghitung hasil dengan tepat.
Selain itu, kamu bisa membandingkan deposito dengan tabungan biasa.
Artikel ini membahas pengertian bunga deposito secara sederhana.
Pembahasan juga mencakup cara hitung, keuntungan, dan risikonya.
Semua informasi disesuaikan dengan kondisi tahun 2026.
“Baca Juga: Prediksi Harga Dogecoin: Whale Borong 250 Juta DOGE“
Apa Itu Bunga Deposito?
Bunga deposito adalah imbal hasil dari dana yang kamu simpan.
Bank membayarkan bunga tersebut sesuai tenor yang disepakati.
Deposito termasuk simpanan berjangka dengan periode tertentu.
Jenis simpanan ini berbeda dari tabungan biasa.
Dana deposito tidak bisa ditarik sewaktu-waktu.
Namun, imbal hasilnya biasanya lebih tinggi.
Menurut Investopedia, istilah bunga deposito mirip dengan depo rate.
Istilah tersebut sering muncul di pasar antar bank.
Namun, nasabah ritel fokus pada bunga deposito bank.
Mengapa Banyak Investor Memilih Deposito?
Banyak investor memilih deposito untuk menjaga modal.
Instrumen ini cocok bagi profil risiko konservatif.
Selain itu, deposito menawarkan kepastian hasil.
Investor juga memanfaatkan perlindungan simpanan.
Perlindungan ini berasal dari lembaga penjamin resmi.
Karena itu, risiko kerugian menjadi lebih kecil.
Dalam portofolio investasi, deposito sering menjadi penyeimbang.
Instrumen ini menjaga likuiditas dan stabilitas dana.
Transisi antar instrumen pun menjadi lebih mudah.
Suku Bunga Deposito Tertinggi Tahun 2026
Suku bunga deposito mengikuti kebijakan moneter nasional.
Pada Desember 2025, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 4,75 persen.
Kebijakan ini berlanjut hingga awal 2026.
Informasi tersebut dilaporkan oleh CNBC Indonesia.
Keputusan ini memengaruhi bunga simpanan perbankan.
Termasuk bunga deposito berjangka.
Bank besar menawarkan bunga relatif stabil.
Rata-rata bunga berada di kisaran 2,25 hingga 3 persen.
Besaran bunga bergantung pada tenor dan nominal.
Sementara itu, bank digital menawarkan bunga lebih agresif.
Bunganya berada di kisaran 6 hingga 9 persen.
Namun, kamu perlu memperhatikan batas penjaminan.
Perhatikan Batas Aman Bunga Deposito
Tidak semua bunga tinggi berarti aman.
Bunga yang melebihi batas penjaminan berisiko.
Simpanan tersebut bisa tidak dijamin jika bank bermasalah.
Karena itu, kamu perlu mengecek bunga penjaminan.
Batas ini ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan.
Nasabah wajib memperhatikan ketentuan ini.
Cara Menghitung Bunga Deposito dengan Mudah
Perhitungan bunga deposito cukup sederhana.
Kamu hanya perlu tiga komponen utama.
Komponen tersebut meliputi pokok, bunga, dan tenor.
Rumus umum bunga deposito terlihat seperti ini.
Bunga kotor sama dengan pokok dikali bunga tahunan.
Kemudian, hasilnya dikali tenor dalam bulan dibagi dua belas.
Sebagai contoh, gunakan deposito lima puluh juta rupiah.
Bunganya enam persen per tahun.
Tenornya tiga bulan.
Hasil bunga kotor mencapai tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.
Namun, bank akan memotong pajak bunga.
Karena itu, bunga bersih menjadi lebih kecil.
Perbedaan Deposito dan Tabungan Biasa
Deposito dan tabungan memiliki fungsi berbeda.
Tabungan cocok untuk transaksi harian.
Deposito cocok untuk investasi jangka menengah.
Setoran awal tabungan biasanya ringan.
Beberapa bank menerima setoran awal kecil.
Sebaliknya, deposito membutuhkan dana lebih besar.
Dari sisi bunga, deposito lebih menguntungkan.
Tabungan memiliki bunga rendah dan biaya admin.
Deposito tidak mengenakan biaya bulanan.
Namun, deposito memiliki keterbatasan penarikan.
Dana hanya bisa dicairkan saat jatuh tempo.
Pencairan awal biasanya terkena penalti.
Apakah Deposito Dijamin Aman?
Banyak orang bertanya soal keamanan deposito.
Jawabannya cenderung positif.
Deposito termasuk instrumen aman.
Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan hingga dua miliar rupiah.
Jaminan berlaku per nasabah per bank.
Syarat bunga juga harus sesuai ketentuan.
Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan mengawasi operasional bank.
Pengawasan ini melindungi nasabah dari risiko sistemik.
Kepercayaan publik pun tetap terjaga.
Keuntungan Utama Menyimpan Dana di Deposito
Deposito membantu kamu menyimpan uang dengan aman.
Nilai pokok tetap stabil selama tenor berjalan.
Fluktuasi pasar tidak memengaruhi dana.
Selain itu, deposito menawarkan bunga tetap.
Bunga ini sudah ditentukan sejak awal.
Kamu bisa memperkirakan hasil dengan mudah.
Deposito juga memberikan pendapatan rutin.
Bunga cair setiap akhir tenor.
Dana pokok tetap utuh jika diperpanjang.
Faktor yang Menentukan Bunga Deposito
Banyak faktor memengaruhi bunga deposito.
Kondisi ekonomi nasional menjadi faktor utama.
Ekonomi stabil mendorong bunga lebih menarik.
Kebijakan suku bunga acuan juga berperan besar.
Saat suku bunga naik, bunga deposito ikut naik.
Sebaliknya, penurunan suku bunga menekan imbal hasil.
Inflasi turut memengaruhi bunga simpanan.
Inflasi tinggi mendorong bank menaikkan bunga.
Tujuannya menjaga daya beli nasabah.
Likuiditas bank juga memengaruhi penawaran bunga.
Bank yang butuh dana menawarkan bunga lebih tinggi.
Regulasi pemerintah ikut membatasi ruang gerak bank.
Risiko Pajak dan Cara Memaksimalkan Return
Bunga deposito dikenakan pajak final.
Pajak ini mengurangi hasil bersih nasabah.
Karena itu, hitung return setelah pajak.
Selain itu, perhatikan batas penjaminan LPS.
Hindari bunga yang terlalu tinggi.
Keamanan dana harus tetap menjadi prioritas.
Kamu bisa membagi dana ke beberapa bank.
Cara ini menjaga dana tetap dalam batas aman.
Strategi ini juga membantu diversifikasi risiko.
“Baca Juga: Chris Hemsworth Ungkap Sisi Rapuh di Balik Film Thor Marvel“














