Pronoted.com – Cara Mencairkan NFT 2026: NFT adalah aset digital unik yang tercatat di blockchain dan memiliki kepemilikan yang jelas.
Setiap NFT memiliki karakter berbeda sehingga orang tidak bisa menukarnya secara langsung.
Banyak kreator memakai NFT untuk karya seni digital, koleksi, atau item game.
Selain itu, investor juga menggunakan NFT sebagai sarana spekulasi dan investasi digital.
Meskipun bernilai, NFT belum berbentuk uang tunai.
Oleh karena itu, pemilik perlu menjual NFT sebelum mengubahnya menjadi fiat.
“Baca Juga: 4 Meme Coin Berpeluang Naik Saat Pasar Crypto Menguat“
Menjual NFT di Marketplace Digital
Langkah pertama pencairan NFT dimulai dari penjualan di marketplace digital.
Platform seperti OpenSea, Blur, dan Magic Eden menyediakan fitur jual beli NFT.
Pengguna dapat menentukan harga tetap atau memilih sistem lelang.
Setelah pembeli menyelesaikan transaksi, sistem langsung memproses kepemilikan baru.
Blockchain mencatat perpindahan NFT secara otomatis dan transparan.
Sementara itu, penjual menerima pembayaran dalam bentuk cryptocurrency.
Biasanya, marketplace menggunakan Ethereum atau token sesuai jaringan NFT.
Namun, nilai tersebut masih berbentuk aset digital dan belum menjadi uang fiat.
Peran Dompet Crypto dalam Transaksi NFT
Penjualan NFT membutuhkan dompet crypto non-kustodial.
Dompet seperti MetaMask atau Phantom membantu pengguna mengelola aset digital.
Pengguna menghubungkan dompet ke marketplace sebelum melakukan transaksi.
Setelah NFT terjual, crypto langsung masuk ke dompet pengguna.
Pada tahap ini, pengguna belum bisa memakai dana untuk kebutuhan sehari-hari.
Oleh karena itu, pengguna perlu melanjutkan proses konversi ke fiat.
Mengonversi Crypto ke Mata Uang Fiat
Langkah berikutnya adalah mengirim crypto ke bursa terpusat.
Bursa tersebut biasanya menyediakan pasangan perdagangan crypto dan fiat.
Pengguna menjual crypto menjadi dolar atau mata uang lokal.
Setelah itu, saldo fiat muncul di akun bursa pengguna.
Sebagian besar bursa menyediakan fitur penarikan ke rekening bank.
Proses ini biasanya memerlukan verifikasi identitas pengguna.
Pada 2026, banyak bursa telah terhubung langsung dengan sistem perbankan.
Kondisi ini membuat proses pencairan menjadi lebih cepat dan praktis.
Opsi Off-Ramp Crypto yang Makin Berkembang
Selain bursa, layanan off-ramp semakin populer pada 2026.
Beberapa dompet kini menyediakan fitur konversi crypto ke fiat langsung.
Pengguna dapat menukar crypto tanpa berpindah ke platform lain.
Fitur ini membantu mengurangi langkah dan waktu transaksi.
Meski praktis, layanan ini tetap mengikuti aturan regulasi.
Pengguna tetap harus memenuhi persyaratan identitas dan keamanan.
Biaya dan Risiko yang Perlu Dipertimbangkan
Pencairan NFT tidak terlepas dari biaya tambahan.
Gas fee blockchain dapat mengurangi nilai akhir transaksi.
Marketplace dan bursa juga mengenakan biaya perdagangan.
Selain itu, harga crypto dapat berubah secara cepat.
Fluktuasi harga bisa memengaruhi jumlah fiat yang diterima pengguna.
Oleh karena itu, pengguna perlu memilih waktu konversi dengan cermat.
Selain risiko harga, regulasi tetap menjadi faktor penting.
Setiap negara memiliki aturan berbeda terkait transaksi aset digital.
Kesimpulan: Cara Mencairkan NFT 2026
Mencairkan NFT pada 2026 memerlukan beberapa tahapan yang jelas.
Proses dimulai dari penjualan NFT di marketplace digital.
Setelah itu, pengguna menerima crypto melalui dompet pribadi.
Pengguna kemudian mengonversi crypto menjadi fiat melalui bursa atau off-ramp.
Perkembangan teknologi membuat proses ini semakin efisien.
Namun, pengguna tetap perlu memahami risiko dan biaya transaksi.
Dengan pengetahuan yang tepat, NFT dapat menjadi aset digital bernilai nyata.
Pemahaman alur pencairan membantu pengguna mengelola aset secara lebih bijak.
“Baca Juga: 7 Fakta Edward Kenway, Assassin Bajak Laut Legendaris“

















