Pronoted.com – Crash Crypto Rebound: Pasar kripto memulai Februari 2026 dengan kondisi yang sangat menekan investor.
Pada 1 Februari, likuidasi besar terjadi secara serentak di berbagai bursa global.
Aksi tersebut menghapus lebih dari $111 miliar dari kapitalisasi pasar kripto dunia.
Kejadian ini memicu kepanikan luas dan tekanan jual yang agresif.
Harga Bitcoin turun tajam hingga mendekati $76.000.
Penurunan tersebut menyeret sebagian besar altcoin ke zona merah dua digit.
Namun, kondisi ini tidak selalu berarti akhir dari peluang.
Investor berpengalaman justru mulai meningkatkan kewaspadaan, bukan kepanikan.
Indeks Fear & Greed kini berada di angka 15, yang menunjukkan ketakutan ekstrem.
Dalam sejarah kripto, fase ini sering membuka peluang pembelian terbaik.
Selain itu, indikator RSI banyak aset utama menyentuh titik terendah tahunan.
Kondisi ini memperbaiki rasio risiko dan potensi imbal hasil bagi pembeli spot.
Berikut lima cryptocurrency yang layak masuk daftar pantauan selama Februari 2026.
“Baca Juga: Harga Emas Antam 4 Februari 2026: Tren Naik di Tengah Ketidakpastian“
Bitcoin (BTC) Masuk Fase Diskon sebagai Aset Utama
Bitcoin tetap menjadi fondasi utama pasar kripto global.
Harga BTC saat ini berada di kisaran $76.200.
Nilai tersebut mencerminkan koreksi sekitar 40 persen dari puncak Oktober 2025.
Saat itu, Bitcoin sempat menyentuh level $126.000.
Penurunan tajam ini tidak muncul dari kegagalan jaringan Bitcoin.
Pasar mengalami long squeeze dan tekanan makro secara bersamaan.
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memperburuk sentimen risiko.
Trader dengan leverage tinggi terpaksa menutup posisi secara paksa.
Saat ini, Bitcoin menguji zona support kuat di $75.000–$76.000.
Zona ini sebelumnya berfungsi sebagai area akumulasi besar.
Narasi Bitcoin sebagai “emas digital” masih bertahan kuat.
Institusi besar tetap melihat BTC sebagai lindung nilai jangka panjang.
Jika harga bertahan di atas $75.000, peluang rebound terbuka lebar.
Target teknikal terdekat berada di area $82.000.
Bagi investor konservatif, fase ini cocok untuk akumulasi bertahap.
Bitcoin menawarkan volatilitas lebih rendah dibanding mayoritas altcoin.
Solana (SOL) Hadirkan Peluang Rebound dengan Risiko Tinggi
Solana mengalami tekanan lebih berat dibanding banyak aset kripto lain.
Harga SOL turun lebih dari 11 persen dalam aksi jual terakhir.
Kondisi ini terjadi karena dominasi trader ritel di ekosistem Solana.
Sebagian besar trader tersebut menggunakan leverage tinggi.
Meski begitu, fundamental jaringan Solana tetap solid.
Solana mencatat pengguna aktif harian dan volume transaksi yang tinggi.
Jaringan ini juga unggul dalam aktivitas stablecoin.
Faktor tersebut menjaga relevansi Solana dalam jangka menengah.
Secara historis, SOL memiliki karakter high beta.
Artinya, harga SOL bergerak lebih agresif saat sentimen berubah.
Ketika pasar kembali bullish, SOL sering mengungguli BTC dan ETH.
Level $100 juga memiliki daya tarik psikologis bagi pelaku pasar.
Banyak investor memasang order beli di area harga bulat.
Namun, volatilitas harian tetap akan tinggi.
Investor perlu siap menghadapi fluktuasi 5–10 persen per hari.
SOL cocok untuk investor agresif dengan toleransi risiko tinggi.
Ethereum (ETH) Menawarkan Nilai di Tengah Tekanan Pasar
Ethereum menghadapi tekanan kuat sejak akhir 2025.
Harga ETH saat ini berada di sekitar $2.240.
ETH gagal menembus kembali level psikologis $3.000.
Kinerja ETH juga tertinggal dibanding Bitcoin.
Namun, sentimen pasar terhadap ETH kini terlalu pesimistis.
Indikator RSI mendekati level 33, yang menandakan kondisi jenuh jual.
Pada level ini, risiko penurunan mulai mengecil.
Sebaliknya, potensi kenaikan jangka menengah semakin menarik.
Ekosistem DeFi di Ethereum tetap aktif dan stabil.
Pengembang besar masih memilih Ethereum sebagai fondasi utama.
Bagi investor jangka menengah, ETH menawarkan rasio risiko yang seimbang.
Harga $2.200 menjadi area masuk yang relatif aman.
Investor dapat menggunakan strategi pembelian bertahap.
Strategi ini membantu mengurangi dampak volatilitas lanjutan.
Harga ETH masih berpotensi turun ke $2.000 sebelum pulih.
Namun, area tersebut juga dapat menjadi peluang tambahan.
Sui (SUI) Tunjukkan Kekuatan Teknikal yang Menonjol
Sui menunjukkan performa relatif kuat sebelum koreksi pasar besar.
Harga SUI saat ini berada di sekitar $1,80.
Aset ini sering bergerak independen dari Bitcoin.
Karakter tersebut menarik perhatian trader berpengalaman.
Arsitektur Sui berfokus pada efisiensi dan kecepatan transaksi.
Pendekatan ini menarik proyek baru dan likuiditas tambahan.
Total Value Locked di jaringan Sui terus meningkat.
Data ini mencerminkan kepercayaan pengguna yang berkembang.
Banyak investor melihat SUI sebagai alternatif Solana.
Sebagian lainnya menggunakan SUI sebagai aset lindung nilai.
Jika Solana pulih, SUI sering mengikuti dengan pergerakan lebih agresif.
Kapitalisasi pasar yang lebih kecil memperbesar potensi lonjakan harga.
Namun, volatilitas SUI tetap tinggi.
Investor perlu mengelola ukuran posisi dengan disiplin.
TRON (TRX) Berperan sebagai Aset Defensif
TRON menunjukkan ketahanan saat pasar kripto mengalami tekanan besar.
Harga TRX saat ini berada di kisaran $0,29.
Jaringan TRON mendominasi transfer stablecoin seperti USDT.
Peran ini memberikan stabilitas tambahan bagi ekosistemnya.
Saat pasar bergejolak, aktivitas stablecoin cenderung meningkat.
Kondisi tersebut mendukung permintaan terhadap TRX.
TRX tidak menawarkan lonjakan harga ekstrem.
Namun, aset ini juga jarang mengalami penurunan tajam.
Dalam pasar yang tidak pasti, stabilitas menjadi keunggulan.
TRX cocok sebagai penyeimbang portofolio kripto.
Investor defensif sering memilih TRX dibanding meme coin volatil.
Pendekatan ini membantu menjaga nilai portofolio saat bearish.
Crash Crypto Rebound: Strategi Portofolio di Tengah Ketakutan Ekstrem
Koreksi Februari telah membersihkan posisi spekulatif berlebihan.
Pasar kini bergerak lebih sehat dan rasional.
Investor konservatif dapat fokus pada aset utama.
Alokasi yang disarankan adalah 60 persen BTC dan 40 persen ETH.
Strategi ini menekankan kestabilan dan ketahanan jangka panjang.
Pendekatan ini cocok di tengah ketidakpastian global.
Investor agresif dapat melirik SOL dan SUI.
Kedua aset ini menawarkan peluang rebound berbentuk “V”.
Namun, investor perlu disiplin mengelola risiko.
Ukuran posisi dan rencana keluar harus jelas sejak awal.
Ketika ketakutan ekstrem mendominasi, peluang sering muncul.
Pasar kripto cenderung memberi hadiah bagi investor yang sabar.
Pendekatan jangka panjang tetap menjadi kunci utama.
Kesabaran sering menghasilkan keuntungan terbaik dalam siklus kripto.
















