Pronoted.com – Pasar kripto masih memperhatikan Bitcoin yang tertahan di bawah US$80.000.
Namun, sejumlah altcoin justru mencatat kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, Ethereum bergerak relatif tenang di sekitar US$2.500 pada Selasa (8/9/2026).
Meski harga Ethereum bergerak datar, data on-chain menunjukkan perubahan perilaku investor.
Data tersebut mencatat penarikan Ethereum dalam jumlah besar dari sejumlah bursa kripto.
Karena itu, investor mulai memperhatikan pergerakan dana tersebut menjelang data inflasi Amerika Serikat.
“Baca Juga: Harga BBRI Turun, Ini Dampaknya ke Pasar Kripto“
Whale Tarik Lebih dari 116.000 ETH dari Bursa
Analis on-chain Ali Martinez mencatat penarikan lebih dari 116.000 ETH dalam 48 jam.
Nilai aset tersebut mencapai hampir US$300 juta berdasarkan harga saat itu.
Data yang dikutip Usethebitcoin menunjukkan saldo ETH di bursa mencapai 11,92 juta ETH.
Angka tersebut menjadi saldo terendah sejak 31 Agustus.
Penarikan besar tersebut dapat menunjukkan perubahan strategi sebagian pemegang Ethereum.
Investor biasanya memindahkan aset dari bursa ketika mereka ingin menyimpan aset lebih lama.
Namun, data tersebut belum membuktikan bahwa seluruh investor memiliki strategi yang sama.
Karena itu, investor tetap perlu melihat data lain sebelum menarik kesimpulan.
Ethereum Menghadapi Support dan Resistance Penting
Ethereum saat ini menghadapi beberapa level harga penting.
Data yang sama menunjukkan area support Ethereum berada pada US$2.385 hingga US$2.431.
Selain itu, Ethereum menghadapi resistance terdekat pada US$2.511 hingga US$2.546.
Jika harga berhasil melewati area tersebut, Ethereum berpeluang menuju US$2.690 hingga US$2.750.
Sebaliknya, tekanan jual dapat membawa harga kembali menguji area support.
Karena itu, pergerakan Ethereum di sekitar US$2.500 menjadi perhatian investor.
Whale dan Investor Ritel Menunjukkan Perilaku Berbeda
Data on-chain juga menunjukkan perbedaan aktivitas antara kelompok pemegang ETH.
Dompet yang menyimpan 1.000 hingga 10.000 ETH menjual sekitar 214.000 ETH.
Sementara itu, dompet dengan kepemilikan 100 hingga 1.000 ETH menjual sekitar 93.000 ETH.
Jika digabungkan, kedua kelompok tersebut mencatat penjualan sekitar 3,7 kali lebih besar.
Sebagai pembanding, data tersebut mencatat akumulasi whale sekitar 82.000 ETH.
Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih muncul dari beberapa kelompok investor.
Namun, sumber data tidak menjelaskan hubungan antara penjual dan pembeli dengan dana yang keluar bursa.
Dengan demikian, investor tidak dapat langsung menyamakan penarikan ETH dengan aktivitas akumulasi whale.
Arus Dana ETF Ethereum Mulai Melambat
Selain data on-chain, investor juga memperhatikan pergerakan dana ETF Ethereum spot.
ETF Ethereum spot mencatat arus dana masuk sekitar US$1,85 miliar sepanjang Agustus.
Namun, arus dana tersebut melambat cukup tajam pada September.
Data yang dikutip Usethebitcoin mencatat arus masuk sekitar US$218,41 juta pada September.
Angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 73,5 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Perlambatan tersebut dapat menunjukkan berkurangnya minat beli melalui produk investasi tersebut.
Meski demikian, arus dana ETF tetap menjadi salah satu indikator penting bagi pasar Ethereum.
Investor dapat menggabungkan data ETF dengan pergerakan harga dan aktivitas dompet.
Data Inflasi AS Jadi Katalis Ethereum Berikutnya
Pasar kini menunggu data inflasi konsumen Amerika Serikat atau CPI pada 11 September.
Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan The Fed.
Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat.
Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap aset berisiko seperti Ethereum.
Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat meningkatkan harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.
Situasi tersebut dapat memberikan ruang bagi Ethereum untuk menguat.
Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan data inflasi sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, pasar juga perlu melihat respons Bitcoin dan aset kripto utama lainnya.
Ethereum Menghadapi Sinyal Pasar yang Beragam
Ethereum masih bergerak di sekitar US$2.500 meski aktivitas dana menunjukkan perubahan signifikan.
Penarikan lebih dari 116.000 ETH dari bursa menjadi salah satu perhatian utama pasar.
Namun, beberapa kelompok investor juga mencatat penjualan dalam jumlah besar.
Selain itu, arus dana ETF Ethereum mulai melambat pada September.
Karena itu, pasar belum menunjukkan arah Ethereum yang benar-benar jelas.
Data inflasi AS pada 11 September dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan berikutnya.
Investor sebaiknya mempertimbangkan berbagai indikator sebelum menentukan strategi.
Pasar kripto memiliki volatilitas tinggi sehingga setiap keputusan membutuhkan riset mandiri.
Disclaimer
Informasi ini bertujuan memberikan wawasan mengenai perkembangan pasar kripto.
Data dan informasi dalam artikel berasal dari berbagai sumber yang relevan.
Kinerja aset pada masa lalu tidak menjamin kinerja pada masa mendatang.
Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi.
Karena itu, lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Gunakan dana yang siap menanggung risiko dan sesuaikan keputusan dengan kondisi keuangan masing-masing.
“Baca Juga: Sejarah Koeli Ordonantie di Masa Hindia Belanda“
















