Pronoted.com – Pasar Bitcoin dan cryptocurrency belum sepenuhnya pulih dari penurunan tajam akhir 2025.
Namun demikian, analis melihat peluang besar pada tahun 2026.
Mereka menilai sentimen pasar mulai membaik secara bertahap.
Analis dari Goldman Sachs memprediksi hadirnya katalis penting.
Katalis tersebut berpotensi mendorong adopsi institusional Bitcoin dan aset kripto lain.
“Baca Juga: 3 Altcoin Potensial Minggu Ini, Siap Lanjut atau Koreksi?“
Harga Bitcoin Turun, Namun Minat Tetap Terjaga
Saat ini, harga Bitcoin bergerak di kisaran 90.000 dolar AS.
Harga tersebut turun cukup jauh dari puncak Oktober yang mencapai 126.000 dolar AS.
Meski begitu, aktivitas pasar belum sepenuhnya melemah.
Investor institusional masih memantau arah kebijakan dan regulasi global.
Sementara itu, analis memprediksi emas dan perak terus menguat pada 2026.
Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap aset berisiko.
Goldman Sachs Soroti Peran Regulasi
Analis Goldman Sachs, yang dipimpin oleh James Yaro, menyoroti peran regulasi.
Mereka menilai perbaikan aturan menjadi kunci adopsi institusional kripto.
Menurut mereka, kepastian hukum memberi rasa aman bagi lembaga keuangan.
Hal ini berlaku untuk sisi pembelian dan penjualan aset kripto.
Selain itu, lembaga keuangan juga membutuhkan kejelasan risiko.
Regulasi yang jelas dapat membuka pintu modal berskala besar.
Regulasi Dorong Penggunaan di Luar Perdagangan
Goldman Sachs juga menyoroti pengembangan kasus penggunaan baru.
Mereka melihat kripto tidak hanya relevan untuk perdagangan.
Teknologi kripto mulai masuk ke sistem pembayaran dan penyimpanan data.
Selain itu, beberapa proyek fokus pada efisiensi transaksi lintas negara.
Karena itu, regulasi yang mendukung inovasi menjadi sangat penting.
Tanpa aturan jelas, institusi akan menahan ekspansi.
RUU Struktur Pasar Jadi Katalis Utama
Di Amerika Serikat, Kongres sedang membahas RUU struktur pasar kripto.
RUU ini dikenal dengan nama Clarity Act.
Aturan ini akan menjelaskan pengelolaan aset digital dan keuangan terdesentralisasi.
Selain itu, RUU ini akan memperjelas kewenangan regulator utama.
Peran Securities and Exchange Commission dan Commodity Futures Trading Commission akan lebih terdefinisi.
Kejelasan ini dinilai krusial bagi investor besar.
Waktu Pengesahan Jadi Faktor Penentu
Analis Goldman Sachs menilai waktu pengesahan sangat penting.
Mereka berharap Kongres mengesahkan RUU ini pada paruh pertama 2026.
Pemilihan paruh waktu AS pada November berpotensi memperlambat proses.
Jika tertunda, sentimen positif pasar bisa ikut melemah.
Karena itu, pasar menanti sinyal politik dalam beberapa bulan ke depan.
Kepastian hukum akan menentukan arah aliran modal institusional.
Prediksi Harga Bitcoin Makin Optimistis
Harapan regulasi positif memicu optimisme investor kripto.
Banyak analis mulai menaikkan proyeksi harga Bitcoin.
Youwei Yang dari Bit Mining menyampaikan pandangan optimistis kepada CNBC.
Ia menilai 2026 bisa menjadi tahun kuat bagi Bitcoin.
Menurutnya, pemangkasan suku bunga dan regulasi ramah kripto akan membantu pasar.
Ia memprediksi harga Bitcoin bisa mencapai 225.000 dolar AS pada 2026.
Bank Besar Mulai Ambil Posisi
Perkembangan regulasi juga memengaruhi strategi bank besar.
Beberapa institusi mulai menyiapkan produk berbasis kripto.
Morgan Stanley mengajukan rencana ETF kripto.
Produk tersebut mencakup Bitcoin dan Solana.
Langkah ini menandakan meningkatnya kepercayaan institusi besar.
Bank mulai melihat kripto sebagai aset strategis jangka panjang.
Tahun 2026 Jadi Titik Balik Pasar Kripto
Dengan regulasi yang lebih jelas, pasar kripto berpotensi berubah besar.
Institusi dan investor ritel bisa melihat aset digital secara berbeda.
Kepercayaan pasar akan bergantung pada kebijakan dan stabilitas ekonomi.
Namun, sinyal awal menunjukkan arah yang lebih positif.
Karena itu, banyak pihak menilai 2026 sebagai titik balik penting.
Pasar kripto berpeluang memasuki fase adopsi yang lebih matang.
“Baca Juga: Ubisoft Rombak Besar Perusahaan, Fokus ke Creative House“
















