Pronoted.com – XRP kembali menghadapi tekanan harga dalam lima bulan terakhir. Harga XRP saat ini berada di kisaran Rp22.806. Aset ini turun sekitar 3,91 persen dalam periode terbaru.
Kapitalisasi pasar XRP mencapai sekitar Rp1.386 triliun. Sementara itu, volume perdagangan harian menyentuh Rp57,05 triliun. Suplai beredar tercatat sekitar 61,01 miliar koin.
Penurunan ini membuat banyak investor jangka panjang mulai ragu. Namun, di sisi lain, sebagian analis justru melihat peluang besar. Mereka menilai fase koreksi sering membuka jalan untuk kenaikan berikutnya.
Karena itu, perdebatan soal masa depan XRP semakin ramai. Komunitas tetap aktif membahas potensi reli berikutnya.
“Baca Juga: Update Harga Emas Galeri 24 & Emas Crypto Hari Ini“
Prediksi 2026: XRP Bisa Tembus Puluhan Dolar?
Seorang analis kripto bernama Archie memicu diskusi panas di media sosial X. Ia memprediksi harga XRP bisa mencapai 83 dolar pada akhir 2026. Jika harga saat ini sekitar 1,44 dolar, maka kenaikannya bisa mencapai ribuan persen.
Archie juga menyebut kemungkinan harga empat digit, yaitu 1.000 dolar per koin. Prediksi tersebut tentu memicu reaksi beragam dari komunitas.
Sebagian investor mendukung proyeksi tersebut karena melihat potensi adopsi global. Namun, sebagian lain meragukan skenario tersebut karena dianggap terlalu ambisius. Mereka menilai kenaikan tiga kali lipat saja sudah menantang.
Selain itu, beberapa pengamat mengingatkan soal distribusi kepemilikan XRP. Mereka menilai kenaikan besar bisa lebih menguntungkan pemegang utama seperti Brad Garlinghouse dan Chris Larsen.
Meski begitu, prediksi besar tetap menarik minat investor baru. Harapan akan reli besar terus menjaga semangat komunitas.
Deja Vu 2016: Akankah Sejarah Terulang?
Saat ini, XRP turun lebih dari 60 persen dari puncak harga terakhirnya. Beberapa analis membandingkan situasi ini dengan kondisi tahun 2016. Pada periode tersebut, harga bergerak lambat sebelum melonjak tajam di 2017.
Analis berpendapat bahwa fase lesu sering membersihkan pasar dari investor yang panik. Setelah itu, pasar biasanya diisi investor yang lebih sabar. Pola tersebut kerap muncul dalam siklus kripto.
Seorang validator XRPL bernama Vet juga mengajak pemegang XRP tetap tenang. Ia menilai tekanan saat ini tidak mencerminkan potensi jangka panjang.
Selain itu, regulasi di Amerika Serikat mulai menunjukkan arah lebih jelas. Kejelasan aturan sering meningkatkan kepercayaan institusi besar. Jika institusi masuk lebih dalam, maka permintaan XRP bisa meningkat.
Namun demikian, pasar kripto tetap dipengaruhi kondisi global. Faktor suku bunga, inflasi, dan sentimen risiko tetap berperan besar.
Tokenisasi Aset Jadi Pendorong Baru
Perkembangan penting muncul di jaringan XRP Ledger. Nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan ini mencapai sekitar 1,3 miliar dolar tahun ini. Total keseluruhan kini menembus 2,3 miliar dolar.
Angka tersebut menunjukkan minat yang terus tumbuh terhadap XRP Ledger. Banyak pihak melihat tokenisasi sebagai tren besar dalam dunia keuangan.
Jika bank dan lembaga keuangan memanfaatkan jaringan ini, maka permintaan terhadap XRP bisa meningkat. XRP berperan sebagai aset utilitas dalam ekosistem tersebut.
Analis seperti Brad Kimes bahkan menyusun skenario ambisius. Ia memperkirakan harga bisa menembus tiga digit jika tokenisasi global berkembang pesat. Skenario ini bergantung pada adopsi institusi dalam skala besar.
Meski terdengar optimis, tren digitalisasi aset memang terus berkembang. Banyak negara mulai mengeksplorasi penggunaan blockchain untuk aset keuangan.
Harga XRP Turun: Risiko dan Peluang Masih Berjalan Bersama
Walau optimisme terus tumbuh, risiko tetap ada. Harga XRP masih bergerak fluktuatif dan sensitif terhadap sentimen pasar. Investor perlu mempertimbangkan volatilitas yang tinggi.
Selain itu, distribusi kepemilikan besar juga menjadi perhatian. Pergerakan dari pemegang besar bisa memengaruhi harga secara signifikan.
Namun, di sisi lain, komunitas XRP tetap solid. Dukungan terhadap pengembangan teknologi terus berjalan. Aktivitas di jaringan juga menunjukkan pertumbuhan stabil.
Karena itu, masa depan XRP masih penuh tanda tanya. Potensi reli besar tetap ada jika faktor positif berkumpul. Namun, skenario sebaliknya juga bisa terjadi jika tekanan global meningkat.
Investor sebaiknya melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan. Mereka juga perlu menggunakan dana yang siap menghadapi risiko. Dengan pendekatan hati-hati, peluang dan risiko dapat dikelola lebih bijak.
“Baca Juga: Spider-Noir Tayang Mei 2026, Nicolas Cage Bintangi“
















