Pronoted.com – Pasar kripto kembali mengalami tekanan kuat pada hari ini. Indeks Ketakutan dan Keserakahan turun ke angka 29, jauh dari puncaknya di angka 85 pada awal tahun. Penurunan ini menunjukkan meningkatnya rasa takut dan kekhawatiran di kalangan investor dan trader.
“Baca Juga: Standard Chartered Rilis Layanan ETF Kripto di Hong Kong“
Bitcoin Turun Tajam, Sentimen Pasar Makin Buruk
Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto terbesar mengalami penurunan signifikan. Harga BTC turun ke $106.825 dari puncak minggu ini di $113.965. Penurunan sebesar 14,6% ini menandakan meningkatnya tekanan jual di pasar.
Investor masih tertekan oleh likuidasi besar-besaran senilai $20 miliar yang terjadi awal bulan ini. Lebih dari 1,6 juta trader mengalami kerugian besar akibat peristiwa tersebut. Hal ini menjadi salah satu likuidasi terbesar dalam sejarah pasar kripto.
Selain itu, pelaku pasar juga menunggu laporan inflasi AS yang akan dirilis pada hari Jumat. Laporan ini menjadi satu-satunya data ekonomi penting bulan ini karena adanya penutupan pemerintahan. Jika inflasi menunjukkan angka lebih tinggi dari ekspektasi, kemungkinan kenaikan suku bunga akan menurun. Kondisi ini membuat pasar semakin tidak menentu dan penuh spekulasi.
Altcoin Terjun Lebih Dalam dari Bitcoin
Sumber: CoinMarketCap
Tidak hanya Bitcoin yang mengalami penurunan, sebagian besar altcoin juga jatuh lebih dalam. Altcoin yang biasanya lebih spekulatif, kali ini terkena dampak paling besar dari melemahnya sentimen pasar.
Beberapa altcoin dengan penurunan tertinggi antara lain Aster (ASTER), MYX Finance, Celestia (TIA), dan Dash. Keempat aset ini turun lebih dari 10% hanya dalam waktu 24 jam. Penurunan ini menambah tekanan besar di pasar yang sudah melemah sejak awal Oktober.
Indeks Musim Altcoin, yang mengukur performa altcoin dibandingkan dengan Bitcoin, juga mencatat penurunan signifikan. Banyak altcoin kehilangan lebih dari 50% dari nilai tertingginya pada September lalu. Hal ini menunjukkan bahwa altcoin jauh lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar dibanding Bitcoin.
Investor Hadapi Ketidakpastian yang Meningkat
Kondisi pasar yang penuh tekanan membuat banyak investor memilih untuk menahan diri. Mereka menghindari pembelian besar karena takut akan penurunan lanjutan. Di sisi lain, beberapa trader melihat situasi ini sebagai peluang untuk membeli aset di harga murah.
Namun, tingkat volatilitas yang tinggi membuat strategi jangka pendek menjadi berisiko. Saat ini, pasar menunggu arah baru setelah laporan ekonomi AS keluar. Jika hasil laporan inflasi menunjukkan penurunan, pasar bisa pulih sementara. Sebaliknya, jika inflasi naik, tekanan jual bisa semakin besar.
Pasar Crypto Anjlok: Ketakutan Dominasi Pasar
Pasar kripto saat ini berada dalam fase ketidakpastian ekstrem. Penurunan tajam Bitcoin dan altcoin memperlihatkan bahwa sentimen negatif masih mendominasi.
Dengan Indeks Ketakutan dan Keserakahan berada di level rendah, investor diharapkan berhati-hati dan fokus pada manajemen risiko. Bagi trader berpengalaman, kondisi ini bisa menjadi peluang akumulasi. Namun bagi investor baru, kehati-hatian menjadi kunci utama menghadapi fluktuasi pasar yang semakin tajam ini.
Pasar kripto kini memasuki periode penting yang akan menentukan arah berikutnya. Semua mata tertuju pada data inflasi dan pergerakan harga Bitcoin sebagai indikator utama kepercayaan investor.
“Baca Juga: Joe Taslim Jadi Noob Saibot di Film Mortal Kombat II“
















