Pronoted.com – Pasar kripto mencatat pemulihan signifikan dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif setelah penguatan mingguan sebesar 1,58 persen.
Kapitalisasi pasar kripto kini mencapai 3,03 triliun dolar AS.
Kondisi ini meningkatkan optimisme investor global.
Aliran modal kembali masuk ke aset kripto utama dan altcoin berisiko tinggi.
“Baca Juga: Harga Ripple XRP Anjlok: Prospek dan Risiko 2026“
Sentimen Pasar Menguat Jelang Pertemuan FOMC
Pasar kripto bergerak naik menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal.
Pertemuan FOMC Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada 28 Januari.
Agenda ini akan diikuti konferensi pers oleh Ketua The Fed, Jerome Powell.
Investor menunggu sinyal kebijakan suku bunga terbaru.
Arah kebijakan moneter AS sangat memengaruhi pergerakan aset berisiko.
Oleh karena itu, pasar kripto bersiap menghadapi potensi volatilitas tinggi.
Regulasi AS Dorong Perhatian Investor Kripto
Selain FOMC, pasar juga menyoroti agenda regulasi penting.
Senat Amerika Serikat akan melakukan pemungutan suara RUU Struktur Pasar Kripto.
Keputusan ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Januari waktu setempat.
Kejelasan regulasi berpotensi meningkatkan kepercayaan investor.
Regulasi yang jelas dapat mendorong adopsi kripto dalam jangka panjang.
Minat Leverage dan Sentimen Bullish Meningkat
Minat terbuka pada kontrak perpetual meningkat hampir delapan persen.
Kondisi ini menunjukkan kenaikan minat pada posisi beli berleverage.
Selain itu, tingkat pendanaan kini berada di zona positif.
Pendanaan positif mencerminkan sentimen pasar yang optimistis.
Pelaku pasar melihat peluang lanjutan dari tren kenaikan harga.
Altcoin Cetak Kenaikan Tajam dan Tarik Modal Baru
Beberapa altcoin mencatat lonjakan harga yang sangat tinggi.
Hyperliquid mencatat kenaikan sekitar 20 persen dalam sehari.
Sementara itu, PIPPIN melonjak hingga mendekati 60 persen.
Kenaikan ini menarik minat investor pemburu imbal hasil tinggi.
Masuknya modal baru meningkatkan likuiditas di pasar altcoin.
Selain itu, perhatian pasar tidak hanya terfokus pada aset utama.
Harga Emas Rekor Perkuat Kepercayaan Investor
Harga emas mencetak rekor baru pada 28 Januari.
Logam mulia ini menyentuh level 5.283 dolar AS per ons.
Kenaikan emas memperkuat sentimen positif di berbagai pasar.
Investor melihat emas dan kripto sebagai lindung nilai alternatif.
Kondisi ini mendorong diversifikasi portofolio global.
Bitcoin, Ethereum, dan XRP Pimpin Pemulihan Pasar
Bitcoin berhasil menembus level 90.000 dolar AS.
Harga ini menandai pemulihan setelah koreksi tajam pekan lalu.
Ethereum diperdagangkan stabil di atas level 3.000 dolar AS.
Sementara itu, XRP naik hingga melampaui level 1,90 dolar AS.
Ketiga aset ini memimpin pasar berdasarkan kapitalisasi.
Pergerakan ini memperkuat struktur tren jangka pendek.
Level Kunci Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Bitcoin perlu bertahan di atas support 90.000 dolar AS.
Jika level ini bertahan, harga berpeluang menuju resistance 92.000 dolar AS.
Ethereum membutuhkan penembusan di atas 3.020 dolar AS.
Penutupan harga di atas 3.100 dolar AS dapat memperkuat momentum.
Untuk XRP, tren positif perlu bertahan di atas 1,90 dolar AS.
Jika kondisi ini terjaga, target berikutnya berada di area 2,00 dolar AS.
Aset Lain Ikut Menguat di Tengah Reli Pasar
Binance Coin, Solana, dan Dogecoin juga mencatat kenaikan harga.
Reli ini mencerminkan sentimen positif yang merata di pasar.
Selain itu, ETF spot XRP mencatat arus masuk bersih sebesar 9,16 juta dolar AS.
Arus dana ini menambah kekuatan sentimen bullish.
Investor institusional mulai menunjukkan minat yang lebih besar.
Pasar Kripto & FOMC: Pasar Kripto Masuk Fase Optimistis
Pemulihan pasar kripto dipicu ekspektasi kebijakan moneter AS.
Agenda FOMC dan keputusan suku bunga menjadi faktor utama.
Rekor harga emas turut memperkuat kepercayaan investor global.
Selain itu, lonjakan altcoin dan minat leverage mendorong momentum.
Saat ini, pasar kripto berada dalam fase bullish dengan minat terbuka meningkat.
Namun, investor tetap perlu mencermati risiko dan volatilitas pasar.
“Baca Juga: 7 Karakter Game Ikonik yang Disuarai Jennifer English“
















