Pronoted.com – Perbedaan BTC Bitcoin Asli: Bitcoin adalah aset digital yang berdiri di atas teknologi blockchain. Aset ini tidak mewakili kepemilikan perusahaan seperti saham. Saat seseorang membeli saham, ia memiliki sebagian dari perusahaan dan berhak atas dividen serta hak suara. Sebaliknya, pemilik Bitcoin tidak memiliki hak atas kekayaan perusahaan mana pun.
Selain itu, pasar saham memiliki jam perdagangan terbatas dan diatur oleh lembaga keuangan resmi. Sementara itu, pasar crypto beroperasi selama 24 jam tanpa henti di seluruh dunia. Oleh karena itu, volatilitas Bitcoin cenderung jauh lebih tinggi dibandingkan saham perusahaan besar. Harga Bitcoin bisa naik atau turun puluhan persen hanya dalam satu hari.
Dengan demikian, investor harus memahami bahwa Bitcoin berbeda dari saham. Pemahaman ini membantu menentukan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
“Baca Juga: Harga Emas Dunia Stabil di US$3.998 per Ons Hari Ini“
Arti Istilah “Saham Bitcoin” di Dunia Investasi
Istilah “saham Bitcoin” sering digunakan secara luas oleh investor. Namun, istilah ini tidak selalu berarti seseorang memiliki Bitcoin secara langsung. Ada dua pengertian utama yang sering muncul dalam praktik.
Pertama, istilah tersebut bisa merujuk pada saham perusahaan yang memiliki atau terlibat langsung dalam industri kripto. Contohnya adalah perusahaan penambang Bitcoin atau lembaga keuangan yang menyimpan Bitcoin sebagai aset di neracanya.
Kedua, istilah ini juga bisa mengacu pada produk keuangan seperti ETF atau trust. Produk ini memberikan eksposur terhadap pergerakan harga Bitcoin tanpa memegang koin secara langsung. Investor hanya membeli unit produk yang nilainya mengikuti harga Bitcoin.
Namun, penting untuk diingat bahwa membeli saham perusahaan kripto atau ETF tidak sama dengan memiliki Bitcoin langsung. Kinerja produk atau saham tersebut juga bergantung pada operasional perusahaan dan kondisi pasar keuangan global.
Cara Investasi di Bitcoin dan Saham Terkait
Investor memiliki beberapa pilihan untuk mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin. Setiap cara memiliki kelebihan dan risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi.
1. Membeli Bitcoin Secara Langsung
Investor bisa membeli Bitcoin melalui bursa kripto seperti Pintu. Setelah itu, mereka menyimpannya di dompet digital. Cara ini memberikan kontrol penuh atas aset yang dimiliki. Namun, investor perlu memahami risiko keamanan, regulasi, dan likuiditas pasar.
2. Membeli Saham Perusahaan yang Terkait Kripto
Beberapa perusahaan publik memiliki hubungan erat dengan industri Bitcoin. Contohnya adalah perusahaan penambang atau perusahaan teknologi yang menggunakan blockchain. Saham perusahaan ini memberikan eksposur terhadap Bitcoin melalui kinerja bisnis mereka.
3. Membeli Produk Pasar Modal Seperti ETF
ETF Bitcoin memberikan cara mudah untuk berinvestasi tanpa harus menyimpan koin. Investor bisa mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga Bitcoin melalui instrumen yang diatur oleh bursa resmi. Produk ini cocok bagi mereka yang mencari kemudahan dan keamanan regulasi.
Lima Saham Terkait Bitcoin yang Menarik di Tahun 2025
Beberapa perusahaan publik menawarkan peluang investasi yang berkaitan langsung dengan pertumbuhan industri Bitcoin. Berikut lima saham yang menonjol di tahun 2025.
1. BlackRock (BLK)
BlackRock meluncurkan ETF Bitcoin spot bernama iShares Bitcoin Trust (IBIT) pada 2024. ETF ini mencatat pertumbuhan luar biasa hingga mencapai aset lebih dari US$50 miliar. Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$130 miliar, BlackRock menjadi pelopor adopsi Bitcoin di kalangan investor institusional.
2. MicroStrategy (MSTR)
MicroStrategy memegang sekitar 499.096 BTC dengan nilai lebih dari US$47 miliar. Saham MSTR naik hampir 190% pada 2024 karena nilainya bergerak seiring harga Bitcoin. Banyak investor menganggap saham ini sebagai representasi langsung dari Bitcoin di pasar saham.
3. Coinbase (COIN)
Coinbase menyediakan akses mudah bagi investor untuk membeli dan menjual Bitcoin. Perusahaan ini meraih pendapatan besar dari biaya transaksi dan layanan penyimpanan aset digital. Pada akhir 2024, saham Coinbase naik lebih dari 40% karena meningkatnya volume perdagangan kripto.
4. NVIDIA (NVDA)
NVIDIA memproduksi GPU yang digunakan untuk penambangan Bitcoin. Permintaan tinggi terhadap chip mereka membuat harga saham NVIDIA melonjak hingga 171% selama 2024. Perusahaan ini terus mendukung infrastruktur blockchain dan kecerdasan buatan.
5. Riot Platforms (RIOT)
Riot adalah perusahaan penambangan Bitcoin terbesar di Amerika Utara. Perusahaan ini menambang lebih dari 4.800 BTC pada 2024 dan terus memperluas kapasitasnya. Harga saham Riot sangat sensitif terhadap fluktuasi harga Bitcoin dan biaya energi global.
Kesimpulan: Perbedaan BTC Bitcoin Asli
Bitcoin bukan saham, melainkan aset digital dengan karakteristik unik. Istilah “saham Bitcoin” lebih tepat digunakan untuk menggambarkan saham perusahaan atau produk keuangan yang berhubungan dengan Bitcoin. Investor perlu memahami perbedaannya agar bisa memilih strategi investasi yang sesuai.
Berinvestasi di Bitcoin bisa dilakukan secara langsung, melalui saham perusahaan kripto, atau lewat ETF yang terdaftar di bursa. Apa pun pilihannya, investor harus mempertimbangkan risiko, volatilitas, dan tujuan keuangan pribadi sebelum melangkah.
Dengan pemahaman yang tepat, investor dapat memanfaatkan peluang dari pertumbuhan ekosistem Bitcoin dengan lebih bijak dan aman.
“Baca Juga: Samsung Galaxy XR: Headset Canggih Lawan Apple Vision Pro“
















