Pronoted.com – Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar 67.000 dolar AS atau Rp1,15 miliar. Harga tersebut mencerminkan kenaikan harian sekitar 4,83 persen.
Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp22.552 triliun. Sementara itu, volume perdagangan harian mencapai Rp765,92 triliun. Suplai beredar kini menyentuh 19.988.628 BTC.
Namun demikian, harga masih jauh dari puncak Oktober 2025. Saat itu, Bitcoin menembus 126.000 dolar AS. Sejak momen tersebut, harga turun hampir 50 persen.
Pada 6 Februari 2026, harga sempat menyentuh 60.000 dolar AS. Setelah itu, pasar kembali stabil di area 67.000 dolar AS. Saat ini, posisi harga masih sekitar 47 persen di bawah rekor tertinggi.
Selain itu, struktur pasar menunjukkan tekanan lanjutan. Harga bergerak di bawah rata-rata jangka pendek dan menengah. Kondisi ini menandakan tren belum sepenuhnya pulih.
Di sisi lain, minat pada kontrak berjangka turun tajam. Nilainya menyusut dari 95 miliar dolar AS menjadi sekitar 44 miliar dolar AS. Data tersebut menunjukkan minat spekulatif melemah.
Meski begitu, dompet besar atau paus tetap mengakumulasi koin. Mereka membeli sekitar 53.000 BTC dalam sepekan. Nilai pembelian tersebut mencapai sekitar 3,65 miliar dolar AS.
“Baca Juga: Saham HOOD Anjlok Usai Pendapatan Crypto Turun“
Skenario Bearish: Risiko Penurunan Masih Terbuka
Sejumlah analis memperkirakan koreksi belum berakhir. Markus Thielen dari 10X Research melihat potensi penurunan menuju 50.000 dolar AS.
Steven McClurg dari Canary Capital menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai tekanan jual bisa mendorong harga turun lebih jauh.
Selain itu, Peter Brandt memproyeksikan skenario lebih dalam. Ia memperkirakan harga bisa mendekati 42.000 dolar AS. Ia membandingkan pola ini dengan siklus sebelumnya.
Sementara itu, XWIN Research dari Jepang menyebut pasar memasuki fase bearish awal. Mereka menyoroti arus modal besar sepanjang 2025.
Lebih dari 300 miliar dolar AS masuk ke pasar kripto pada 2025. Namun, kapitalisasi pasar justru menurun. Data tersebut menimbulkan tanda tanya besar.
Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto juga menunjukkan angka 14. Angka tersebut masuk kategori ketakutan ekstrem. Kondisi ini biasanya mencerminkan tekanan tinggi di pasar.
Simulasi Nilai Investasi 1.000 Dolar pada 2026
Jika seseorang membeli Bitcoin senilai 1.000 dolar hari ini, ia memperoleh sekitar 0,015 BTC. Nilai tersebut bergantung pada harga masuk 67.000 dolar AS.
Apabila harga turun ke 50.000 dolar AS, nilai investasi menyusut menjadi sekitar 750 dolar AS. Penurunan ke 42.000 dolar AS menekan nilai menjadi sekitar 630 dolar AS.
Sebaliknya, jika harga pulih, hasilnya berbeda. Bernstein memproyeksikan harga bisa mencapai 150.000 dolar AS pada akhir 2026. Pada level itu, investasi 1.000 dolar tumbuh menjadi sekitar 2.250 dolar AS.
Mr. Crypto Whale bahkan melihat peluang menuju 215.000 dolar AS. Jika skenario itu terjadi, nilai investasi naik menjadi sekitar 3.200 dolar AS.
Selain itu, Jurrien Timmer dari Fidelity memaparkan model jangka panjang. Ia memperkirakan harga bisa mencapai 290.456 dolar AS dalam fase ekspansi matang. Pada harga tersebut, 0,015 BTC bernilai sekitar 4.350 dolar AS.
Faktor Institusional dan Kebijakan Makro
Arus dana institusi memberi sinyal campuran. Dana ETF Bitcoin mencatat arus masuk 145 juta dolar AS pada Senin.
Selanjutnya, pasar menerima tambahan 166 juta dolar AS pada Selasa. Namun, sehari kemudian terjadi arus keluar 276 juta dolar AS.
Selain itu, pasar mengalami arus keluar lebih dari 6 miliar dolar AS antara November dan Januari. Data tersebut menunjukkan investor besar masih berhati-hati.
Di sisi kebijakan, pasar memantau langkah bank sentral AS. Data futures CME menunjukkan kemungkinan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini.
Lee Ferridge dari State Street bahkan menyebut peluang tiga kali pemotongan. Suku bunga lebih rendah biasanya mendorong minat pada aset berisiko seperti kripto.
Sementara itu, Mike Novogratz dari Galaxy Digital melihat perubahan arah industri. Ia menilai pasar bergerak dari spekulasi menuju adopsi institusi dan tokenisasi aset.
Ia juga menyampaikan keyakinan pada regulasi yang lebih jelas di AS. Regulasi yang tegas dapat meningkatkan kepercayaan investor jangka panjang.
Prediksi Harga Bitcoin: Peluang dan Risiko Tetap Seimbang
Bitcoin kini berada di titik penting. Harga menunjukkan tanda stabilisasi, tetapi tekanan belum hilang.
Investor harus mempertimbangkan skenario penurunan dan kenaikan. Selain itu, faktor makro dan arus institusi akan memainkan peran besar.
Karena itu, setiap keputusan investasi membutuhkan riset mendalam. Pasar kripto menawarkan peluang besar, tetapi juga risiko tinggi.
“Baca Juga: Lisa BLACKPINK Debut Film Romantis Layar Lebar Netflix“

















