Pronoted.com – Pasar crypto memiliki volatilitas tinggi yang menghadirkan peluang di setiap kondisi.
Namun, saat market bearish, banyak trader memilih menunggu tanpa mengambil posisi.
Padahal, trader tetap bisa mencari profit dari penurunan harga.
Strategi short selling menjadi alternatif logis dalam kondisi tersebut.
Saat ini, platform derivatif seperti Pintu Futures mempermudah akses short crypto.
Bahkan, trader dengan modal kecil kini bisa ikut memanfaatkan tren bearish.
Berikut beberapa strategi short crypto yang relevan untuk market bearish.
“Baca Juga: 5 Platform Crypto Lending Terpopuler di Kalangan Investor“
1. Short Crypto Menggunakan Futures dengan Leverage Rendah
Crypto futures memungkinkan trader membuka posisi short dengan modal terbatas.
Trader memanfaatkan leverage untuk mengontrol nilai posisi lebih besar.
Pintu Futures menyediakan leverage rendah seperti 2x hingga 5x.
Pilihan ini membantu pemula mengelola risiko dengan lebih terkendali.
Sebagai contoh, modal Rp1,6 juta dengan leverage 3x mengontrol posisi hampir Rp5 juta.
Pendekatan ini menurunkan risiko likuidasi dibanding leverage tinggi.
Data industri 2025 menunjukkan lebih dari 60 persen volume crypto berasal dari futures.
Angka ini menandakan likuiditas pasar yang kuat.
Likuiditas tinggi membantu eksekusi order short berjalan lebih efisien.
Namun, trader tetap wajib memperhitungkan margin dan potensi kerugian.
Oleh karena itu, trader perlu menempatkan stop-loss sejak awal.
Strategi ini membantu melindungi modal dari pergerakan harga berlawanan.
2. Memanfaatkan Perpetual Contract untuk Short Jangka Pendek
Perpetual contract menjadi instrumen favorit saat market bearish.
Instrumen ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa.
Minimum margin perpetual contract relatif kecil.
Banyak platform menetapkan margin awal sekitar 5 hingga 10 USDT.
Nilai tersebut membuat perpetual contract cocok untuk modal terbatas.
Trader sering menggunakan instrumen ini untuk short jangka pendek.
Data Plisio tahun 2025 menunjukkan 80 persen transaksi derivatif berasal dari kontrak perpetual.
Angka ini menegaskan dominasi instrumen tersebut.
Namun, trader perlu memperhatikan funding rate.
Funding rate dapat menambah biaya jika posisi terlalu lama terbuka.
Jika funding rate positif, posisi short membayar posisi long.
Kondisi ini dapat mengurangi profit secara perlahan.
Karena itu, trader sebaiknya menetapkan target realistis.
Selain itu, trader perlu menutup posisi lebih cepat.
3. Short Crypto Melalui Margin Trading
Margin trading memungkinkan trader meminjam aset crypto untuk dijual.
Trader kemudian membeli kembali aset tersebut saat harga turun.
Platform margin trading biasanya meminta margin awal 20 hingga 25 persen.
Dengan modal Rp800 ribu, trader bisa membuka posisi lebih besar.
Metode ini membuka peluang short bagi trader bermodal kecil.
Namun, margin trading memiliki biaya bunga harian.
Investopedia mencatat bunga margin crypto berkisar 0,01 hingga 0,1 persen per hari.
Biaya ini bergantung pada aset dan platform.
Jika trader menahan posisi terlalu lama, bunga dapat menggerus profit.
Karena itu, margin trading cocok untuk durasi singkat.
Trader perlu menentukan target dan batas kerugian sejak awal.
Pendekatan ini menjaga efektivitas strategi short.
4. Short Altcoin dengan Volatilitas Tinggi
Altcoin sering mengalami penurunan lebih tajam saat market bearish.
Penurunan altcoin biasanya lebih besar dibanding Bitcoin atau Ethereum.
Data CoinGecko menunjukkan banyak altcoin turun 20 hingga 40 persen.
Penurunan tersebut sering terjadi dalam waktu singkat.
Kondisi ini menciptakan peluang short dengan potensi imbal hasil tinggi.
Trader agresif sering menargetkan altcoin saat sentimen memburuk.
Namun, volatilitas tinggi juga membawa risiko besar.
Altcoin sering mengalami rebound cepat dalam satu hari.
Tanpa stop-loss, posisi short bisa berubah rugi dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, trader perlu memilih altcoin yang likuid.
Selain itu, trader wajib mengatur risiko secara ketat.
Pendekatan disiplin membantu menjaga stabilitas akun.
5. Disiplin Position Sizing dan Stop-Loss
Manajemen risiko menjadi kunci utama dalam short crypto.
Trader profesional selalu membatasi risiko setiap transaksi.
Banyak praktisi menyarankan risiko maksimal satu hingga dua persen modal.
Dengan modal Rp1 juta, risiko per transaksi hanya Rp10 ribu.
Pendekatan ini membantu trader bertahan dalam jangka panjang.
Trader tidak mengorbankan akun hanya karena satu kesalahan.
Plisio mencatat trader disiplin stop-loss memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi.
Data ini terlihat konsisten pada statistik trading 2025.
Stop-loss melindungi trader dari lonjakan harga mendadak.
Dalam market bearish, disiplin sering lebih penting dari prediksi.
Kesimpulan: Strategi Short Crypto
Short crypto saat market bearish tetap menawarkan peluang profit.
Trader bermodal kecil bisa memanfaatkan futures, perpetual, atau margin trading.
Namun, setiap strategi membawa risiko berbeda.
Karena itu, trader wajib memahami instrumen yang digunakan.
Leverage rendah, stop-loss, dan position sizing membantu mengendalikan risiko.
Pendekatan disiplin memberikan peluang bertahan lebih lama.
Dengan strategi sederhana dan konsisten, trader bisa menghadapi market bearish dengan lebih percaya diri.
“Baca Juga: Eidos Montreal Dikabarkan Garap Game Alien Terbaru“
















