Pronoted.com – Setelah The Fed memangkas suku bunga pada Oktober dan AS menandatangani kesepakatan dagang baru dengan Tiongkok pada 1 November, pasar crypto kembali bergerak aktif. Tiga koin asal Amerika Serikat menunjukkan sinyal bullish kuat dan berpotensi mengalami kenaikan signifikan pada November 2025.
“Baca Juga: Harga Pi Network Naik, Open Mainnet dan DEX Jadi Pendorong“
DigiByte (DGB) Tunjukkan Momentum Kuat Setelah Lama Tenang
DigiByte (DGB) merupakan salah satu koin tertua buatan Amerika Serikat. Koin ini dikembangkan oleh Jared Tate pada tahun 2014. Selama beberapa bulan terakhir, pergerakan harga DGB cenderung stabil dengan kenaikan kecil sekitar 2,3% dalam tiga bulan terakhir.
Namun, pada 3 November, harga DGB melonjak 36,8% dan menunjukkan tanda kebangkitan momentum. Grafik 12 jam menampilkan sinyal teknikal penting, yaitu pergerakan Exponential Moving Average (EMA) periode 20 yang mendekati persilangan dengan EMA periode 50.
Pola ini dikenal sebagai golden crossover, sebuah tanda teknikal yang sering menandakan awal tren naik baru. Jika persilangan ini terkonfirmasi, DGB berpotensi menguat menuju level $0,0093 hingga $0,0097. Kenaikan ini berarti sekitar 11–15% di atas harga saat ini.
Apabila harga berhasil menembus zona tersebut, target berikutnya berada di sekitar $0,01054. Sementara itu, area $0,00733 menjadi support utama, dan $0,00574 menjadi batas pembatalan tren bullish. Dengan sinyal teknikal positif dan dukungan fundamental kuat, DigiByte menjadi koin asal AS yang layak dipantau bulan ini.
Basic Attention Token (BAT) Bersiap Mengakhiri Tren Turun
Basic Attention Token (BAT) adalah proyek buatan Brendan Eich, pencipta JavaScript sekaligus pendiri peramban Brave. Koin ini termasuk dalam daftar koin “Made in USA” yang sedang menunjukkan struktur grafik kuat.
Sepanjang tujuh hari terakhir, harga BAT naik 7%, dan dalam sebulan terakhir meningkat 22,6%. Meskipun masih berada dalam pola menurun, harga mulai menekan batas atas saluran tersebut.
Jika harga mampu ditutup di atas $0,21, maka pola breakout bisa terjadi dan membuka peluang kenaikan menuju $0,24. Indikator Money Flow Index (MFI) menunjukkan arus dana masuk yang terus meningkat, menandakan semakin banyak trader ritel yang membeli.
Selain itu, Smart Money Index masih berada di atas garis sinyal, menandakan bahwa investor besar tetap memantau peluang kenaikan. Dari sisi bawah, area $0,18 menjadi support penting, sementara level pembatalan tren bullish berada di $0,17.
Selama harga bertahan di atas level tersebut, BAT berpotensi memperkuat momentumnya dan keluar dari tren bearish. Arus modal yang stabil dan struktur grafik yang membaik menjadikan BAT salah satu kandidat kuat untuk kenaikan bulan November.
Zcash (ZEC) Tetap Perkasa Setelah Naik 200% dalam Sebulan
Zcash (ZEC) mencatatkan performa mengesankan dalam empat minggu terakhir dengan kenaikan lebih dari 200%. Lonjakan besar ini dipicu oleh breakout bullish flag pada 24 Oktober yang memperkuat tren naik ZEC.
Pada 3 November, harga sempat terkoreksi 6,6% akibat aksi ambil untung, namun koreksi ini tergolong sehat. Selama harga tetap di atas $342, struktur teknikal masih terjaga dengan kuat. Level tersebut juga bertepatan dengan area retracement Fibonacci 0.618, yang sering digunakan untuk menilai kekuatan tren.
Jika ZEC mampu menembus resistansi $438, maka jalur menuju $594 terbuka lebar. Indikator harga masih menunjukkan pola higher highs, yang mengindikasikan investor awal masih mendukung tren naik.
Selama harga tidak turun di bawah $342, momentum bullish Zcash diperkirakan akan bertahan. Dengan performa yang stabil dan dukungan teknikal positif, Zcash menjadi koin buatan AS yang paling menonjol bulan ini.
Kesimpulan: Tiga Koin AS Siap Meneruskan Tren Naik November Ini
DigiByte, Basic Attention Token, dan Zcash sama-sama menunjukkan pola teknikal yang kuat. Ketiganya diuntungkan oleh sentimen positif pasar setelah kebijakan The Fed dan kesepakatan dagang AS–Tiongkok.
DigiByte mendapat dorongan dari sinyal golden crossover. BAT bersiap keluar dari pola menurun dengan dukungan arus modal baru. Sementara Zcash mempertahankan momentum naiknya setelah lonjakan tajam bulan lalu.
Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mendukung, ketiga koin “Made in USA” ini berpotensi menjadi pusat perhatian investor crypto pada November 2025.
“Baca Juga: Pilihan Film dan Serial Terbaru Netflix yang Wajib Ditonton Pekan Ini“
















