Pronoted.com – Tekanan pasar terus menekan harga aset kripto dalam beberapa hari terakhir.
Namun, kondisi ini justru membuka peluang bagi whale dan smart money.
Saat investor ritel memilih menunggu, pemain besar mulai melakukan akumulasi.
Mereka memanfaatkan harga murah untuk mengamankan aset berpotensi tinggi.
Menariknya, tidak semua akumulasi mengarah ke koin populer.
Beberapa whale justru mengincar aset yang jarang mendapat sorotan.
Data on-chain menunjukkan empat aset kripto yang menjadi target utama.
Aksi ini memberi sinyal penting bagi pelaku pasar yang jeli.
“Baca Juga: Bitcoin, Ethereum, dan Chainlink Dominasi Pasar Kripto 2026“
Seeker (SKR) Menarik Perhatian Lewat Aksi Whale Solana
Seorang whale dengan alamat dompet 5AahUC mencuri perhatian pasar.
Dompet tersebut membeli token SKR secara agresif dalam dua hari terakhir.
Whale ini mengalokasikan sekitar 269 ribu dolar AS untuk pembelian SKR.
Total pembelian mencapai 20,07 juta token SKR.
Nilai aset tersebut kini mencapai sekitar 1,02 juta dolar AS.
Dompet ini mencatat keuntungan belum terealisasi sekitar 750 ribu dolar AS.
Data menunjukkan kenaikan nilai mencapai 279 persen dari modal awal.
Whale tersebut melakukan pembelian bertahap menggunakan stablecoin.
Saat ini, saldo dompet mencapai lebih dari 2,68 juta dolar AS.
Sebagian besar aset tersimpan dalam bentuk SKR dan USDC.
Aksi ini menunjukkan minat kuat whale terhadap SKR.
Pergerakan ini berpotensi memicu perhatian trader lain di jaringan Solana.
Uniswap (UNI) Jadi Alat Strategi Jual-Beli Whale
Whale dengan alamat 0x9671 menunjukkan strategi trading yang disiplin.
Ia memanfaatkan volatilitas pasar Uniswap secara terukur.
Lima hari lalu, whale ini menjual 798.734 UNI.
Nilai penjualan tersebut mencapai sekitar 4,26 juta dolar AS.
Harga jual berada di kisaran 5,33 dolar AS per token.
Setelah pasar terkoreksi, whale tersebut kembali masuk.
Ia membeli kembali 757.684 UNI dengan nilai 3,66 juta dolar AS.
Harga beli turun ke kisaran 4,83 dolar AS per token.
Strategi ini memberi potensi selisih keuntungan sekitar 600 ribu dolar AS.
Meskipun jumlah token lebih sedikit, nilai efisiensi tetap tinggi.
Pergerakan ini menunjukkan cara whale memanfaatkan fluktuasi harga.
Trader ritel sering menjadikan pola ini sebagai sinyal jangka pendek.
Ethereum (ETH) Tetap Jadi Target Akumulasi Besar
Di tengah koreksi pasar, Ethereum tetap menarik minat institusi besar.
Beberapa entitas memanfaatkan penurunan harga untuk menambah posisi.
Trend Research meminjam 70 juta USDT dari platform pinjaman kripto.
Dana tersebut digunakan untuk membeli 24.555 ETH.
Nilai pembelian mencapai sekitar 75,5 juta dolar AS.
Saat ini, entitas tersebut menguasai sekitar 651.310 ETH.
Nilai total kepemilikan mencapai sekitar 1,92 miliar dolar AS.
Jumlah ini menempatkan mereka sebagai pemegang ETH besar.
Selain itu, whale OTC dengan alamat 0xFB7 juga aktif.
Ia membeli 20.000 ETH senilai 58,8 juta dolar AS.
Transaksi berlangsung melalui penyedia likuiditas institusional.
Aksi ini menegaskan kepercayaan jangka panjang terhadap Ethereum.
Tether Gold (XAUT) Jadi Pilihan Aman di Tengah Ketidakpastian
Tidak semua whale memilih aset kripto berisiko tinggi.
Sebagian whale mulai mengalihkan dana ke emas digital.
Whale dengan alamat 0x6B99 menyetor 1,53 juta USDC ke platform trading.
Dana tersebut digunakan untuk membeli Tether Gold.
Saat ini, whale tersebut telah mengumpulkan 481,6 XAUT.
Nilai aset mencapai sekitar 2,38 juta dolar AS.
Dompet tersebut masih menyimpan 1,44 juta USDC.
Dana ini berpotensi digunakan untuk pembelian lanjutan.
Langkah ini mencerminkan strategi lindung nilai.
Whale memilih aset berbasis emas saat pasar kripto tidak stabil.
Whale Borong Crypto Potensial: Melihat Peluang Saat Pasar Takut
Pergerakan whale menunjukkan sudut pandang berbeda dari investor ritel.
Mereka melihat tekanan pasar sebagai peluang, bukan ancaman.
Aksi akumulasi ini patut menjadi bahan observasi.
Namun, setiap investor tetap perlu riset mandiri dan manajemen risiko.
“Baca Juga: Syuting Film TYGO di Bandung Dinilai Aman bagi Kesehatan“
















