Pronoted.com – Investor perlu memahami beragam konsep dalam dunia obligasi. Salah satu konsep yang penting adalah Yield to Maturity atau YTM. YTM membantu investor menghitung potensi keuntungan jika mereka memegang obligasi hingga jatuh tempo. Oleh karena itu, konsep ini sangat berguna bagi siapa saja yang ingin berinvestasi secara cerdas.
Apa Itu YTM dalam Obligasi?
Yield to Maturity adalah tingkat pengembalian total yang akan diterima investor. Investor mendapat keuntungan dari pembayaran kupon dan selisih antara harga beli serta nilai nominal saat jatuh tempo. Dengan kata lain, YTM memberikan estimasi penghasilan tahunan rata-rata dari obligasi tersebut. Angka ini juga memperhitungkan keuntungan atau kerugian jika investor membeli obligasi di atas atau di bawah nilai nominal.
“Baca Juga: Likuidasi $2 Miliar Guncang Pasar Kripto dalam Sehari“
Rumus Dasar untuk Menghitung YTM
Investor dapat menghitung YTM menggunakan rumus berikut:
YTM = [ C + (FV − PV) ÷ t ] ÷ [ (FV + PV) ÷ 2 ]
Keterangan:
C = Kupon tahunan
FV = Nilai nominal obligasi
PV = Harga beli obligasi
t = Tahun hingga jatuh tempo
Rumus ini memberi gambaran tingkat pengembalian tahunan yang mungkin diperoleh investor. Rumus ini juga memperhitungkan seluruh kupon dan perbedaan harga beli dengan nilai nominal.
Contoh Perhitungan YTM
Misalkan kamu membeli sebuah obligasi dengan data berikut:
- Harga obligasi: Rp950.000
- Nilai nominal: Rp1.000.000
- Kupon tahunan: Rp80.000
- Jatuh tempo: 3 tahun
Dengan memasukkan data tersebut ke rumus atau kalkulator keuangan, kamu dapat mencari tingkat pengembalian yang sesuai. Hasil perhitungan menunjukkan YTM sekitar 9,5 persen per tahun. Angka ini menjadi gambaran yang cukup jelas tentang potensi keuntungan dari obligasi tersebut.
Perbedaan Current Yield dan YTM
Banyak investor pemula sering bingung membedakan Current Yield dan YTM. Keduanya memang mengukur keuntungan, tetapi fokusnya berbeda.
| Aspek | Current Yield | Yield to Maturity |
|---|---|---|
| Fokus | Kupon tahunan saat ini | Total pengembalian hingga jatuh tempo |
| Rumus | Kupon ÷ Harga obligasi | Estimasi imbal hasil tahunan |
| Capital gain/loss | Tidak dihitung | Dihitung |
| Kompleksitas | Mudah | Lebih lengkap |
Current Yield hanya menghitung imbal hasil dari kupon saja. Sebaliknya, YTM memberikan gambaran yang lebih utuh karena menghitung seluruh komponen pengembalian. Karena itu, YTM menjadi alat yang lebih tepat untuk menilai potensi keuntungan jangka panjang.
Mengapa Memahami YTM Sangat Penting?
Investor perlu memahami YTM agar dapat menilai apakah harga obligasi saat ini layak dibeli. YTM juga membantu investor membandingkan berbagai obligasi dengan lebih adil. Selain itu, konsep ini memberi pandangan realistis tentang pengembalian jangka panjang. Investor dapat menyesuaikan strategi dengan mempertimbangkan risiko, durasi, dan kondisi pasar.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul tentang YTM
Apakah YTM selalu memberi angka pasti?
Tidak. YTM hanya estimasi yang mengasumsikan obligasi dipegang hingga jatuh tempo dan kupon dibayar tepat waktu. Jika investor menjual obligasi lebih cepat, hasilnya bisa berbeda.
Bagaimana cara paling mudah menghitung YTM?
Investor dapat menggunakan kalkulator keuangan, Excel dengan fungsi YIELD, atau aplikasi investasi yang menyediakan fitur simulasi YTM.
Apakah YTM bisa bernilai negatif?
Ya. YTM dapat menjadi negatif jika investor membeli obligasi dengan harga sangat tinggi dan kupon sangat rendah. Contoh kondisi ini pernah terjadi pada beberapa obligasi negara di Eropa dan Jepang.
“Baca Juga: Status Sukses AC Shadows Masih Jadi Tanda Tanya Besar“
















