Pronoted.com – Harga Bitcoin turun hingga menyentuh 76.769 dolar AS. Penurunan tersebut memicu likuidasi sekitar 180 juta dolar AS di pasar kripto.
Meski begitu, pasar Bitcoin masih menghadapi beberapa agenda penting minggu ini. Karena itu, pergerakan harga BTC diperkirakan tetap sangat aktif.
Tiga faktor utama menjadi perhatian investor, yaitu laporan keuangan NVIDIA, risalah FOMC, dan pembukaan kembali pasar saham Iran.
“Baca Juga: Harga Pi Network Turun Tajam, Ini Penyebabnya“
Laporan NVIDIA Bisa Gerakkan Bitcoin
NVIDIA akan merilis laporan pendapatan kuartal pertama 2026 pada 20 Mei.
Perusahaan diperkirakan mencatat pendapatan sebesar 78,8 miliar dolar AS. Angka tersebut naik sekitar 80 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Selama beberapa kuartal terakhir, NVIDIA terus mencatat hasil di atas perkiraan pasar.
Karena itu, banyak investor percaya laporan terbaru juga bisa memberi sentimen positif untuk aset berisiko seperti Bitcoin.
Sebelumnya, harga Bitcoin sempat naik dari 63 ribu dolar menjadi 69 ribu dolar setelah laporan NVIDIA Februari 2026.
Bitcoin juga pernah naik dari 89 ribu dolar ke 93 ribu dolar sebelum laporan kuartal ketiga NVIDIA pada November 2025.
Risalah FOMC Jadi Fokus Investor
Selain laporan NVIDIA, investor juga menunggu risalah rapat Federal Open Market Committee atau FOMC.
Dokumen tersebut akan dirilis pada 20 Mei dan membahas hasil rapat The Fed pada 28 April lalu.
Investor ingin melihat sikap terbaru Jerome Powell terhadap inflasi dan suku bunga.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga masih cukup besar hingga akhir tahun.
Jika The Fed menunjukkan sikap agresif terhadap inflasi, harga Bitcoin bisa kembali tertekan.
Analis memperkirakan BTC dapat turun menuju 70 ribu dolar jika gagal mempertahankan area support penting.
Iran Kembali Buka Bursa Saham
Pasar saham Iran akan kembali dibuka pada 19 Mei setelah penutupan sejak Februari.
Langkah tersebut memberi sinyal bahwa ketegangan geopolitik mulai mereda.
Karena itu, sebagian investor mungkin kembali masuk ke aset berisiko seperti Bitcoin.
Namun, situasi tetap belum stabil setelah Donald Trump kembali melontarkan ancaman kepada Iran.
Trump bahkan mengunggah gambar rudal sambil menyebut “waktu terus berjalan”.
Jika konflik mereda, Bitcoin berpotensi kembali naik menuju 80 ribu dolar.
Sebaliknya, peningkatan ketegangan bisa mendorong harga turun lebih dalam.
Analisis Teknikal Tunjukkan Tekanan Bearish
Secara teknikal, Bitcoin membentuk pola rounding top yang sering menjadi tanda pelemahan harga.
Pola tersebut muncul setelah BTC naik dari 75 ribu dolar ke 82 ribu dolar pada awal Mei.
Kini, area 75.700 dolar menjadi support penting bagi Bitcoin.
Jika harga turun di bawah level tersebut, BTC berpotensi bergerak menuju 70.455 dolar.
Selain itu, indikator RSI menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat.
Indikator MACD juga memperlihatkan sinyal bearish untuk jangka pendek hingga menengah.
Meski begitu, peluang kenaikan tetap terbuka jika Bitcoin mampu bertahan di atas area support utama.
Jika pembeli kembali mendominasi pasar, harga BTC bisa mencoba menembus level 80 ribu dolar lagi.
Investor kini menunggu hasil tiga agenda besar minggu ini untuk menentukan arah pasar berikutnya.
“Baca Juga: Rumor Ghost Recon Baru Usung Gameplay Mirip Ready or Not“
















