Pronoted.com – Seiring meningkatnya adopsi kripto, pemilik aset digital mencari cara memaksimalkan aset yang menganggur.
Karena itu, platform peminjaman kripto semakin menarik perhatian investor.
Pengguna kini bisa memperoleh bunga atau dana tunai dengan jaminan kripto.
Selain itu, inovasi terus mendorong pertumbuhan pasar peminjaman kripto.
Namun, setiap platform menawarkan pendekatan yang berbeda.
Sebagian mengejar imbal hasil tinggi, sementara lainnya menekankan keamanan.
Oleh sebab itu, pemilihan platform menjadi faktor penting.
Artikel ini membahas lima layanan peminjaman kripto teratas saat ini.
Ulasan ini merujuk pada laporan terbaru dari Daily Coin.
“Baca Juga: Aset Crypto yang Paling Sering Di-Short Saat Fear Naik“
1. Aave Andalkan Sistem Terdesentralisasi
Aave hadir sebagai platform peminjaman kripto terdesentralisasi.
Platform ini berjalan tanpa perantara dan tanpa kustodian.
Pengguna dapat menyetor dan meminjam berbagai aset kripto.
Saat ini, Aave mengelola lebih dari 38 miliar dolar aset.
Dana tersebut tersebar di 14 jaringan blockchain berbeda.
Semua aktivitas berjalan otomatis melalui smart contract.
Karena sistem terbuka, pengguna tidak memerlukan pemeriksaan kredit.
Namun, risiko bug pada smart contract tetap ada.
Aave menerapkan jaminan berlebih untuk menjaga stabilitas sistem.
Rasio pinjaman biasanya berada antara 50 hingga 75 persen.
Jika nilai jaminan turun, sistem akan melakukan likuidasi otomatis.
Kelebihan Aave:
Aave menawarkan sistem non-kustodial dan transparan.
Platform ini mendukung banyak aset kripto utama.
Suku bunga menyesuaikan kondisi pasar secara fleksibel.
Kekurangan Aave:
Pengguna membutuhkan pemahaman teknis yang cukup.
Aave tidak mendukung mata uang fiat.
Efisiensi modal menurun akibat jaminan berlebih.
2. Ledn Fokus pada Keamanan Bitcoin
Ledn beroperasi sebagai perusahaan peminjaman aset digital sejak 2018.
Perusahaan ini berbasis di Toronto dan terdaftar di CIMA.
Ledn melayani pengguna di lebih dari 120 negara.
Ledn menawarkan pinjaman dengan jaminan Bitcoin dan USDC.
Platform ini juga menyediakan rekening berbunga sederhana.
Pendekatan Ledn cenderung konservatif dan fokus keamanan.
Ledn menjadi pelopor audit Proof-of-Reserves independen.
Pengguna dapat memverifikasi saldo secara transparan.
Ledn tidak meminjamkan ulang aset jaminan pengguna.
Bunga pinjaman Bitcoin mulai dari 10,4 persen per tahun.
Namun, biaya administrasi membuat APR minimal mencapai 12,4 persen.
Kelebihan Ledn:
Ledn memiliki audit cadangan yang dapat diverifikasi.
Platform ini tidak memerlukan pemeriksaan kredit.
Aset jaminan tetap aman dan tidak digunakan ulang.
Kekurangan Ledn:
Ledn hanya mendukung Bitcoin dan USDC.
APR relatif lebih tinggi dibanding platform terdesentralisasi.
3. Xapo Bank Gabungkan Bank dan Kripto
Xapo Bank berdiri sejak 2013 sebagai bank swasta berlisensi.
Bank ini juga beroperasi sebagai penyedia layanan aset virtual.
Otoritas Gibraltar mengatur seluruh operasional Xapo Bank.
Xapo menggabungkan layanan perbankan tradisional dan Bitcoin.
Pengguna dapat meminjam hingga satu juta dolar dengan jaminan Bitcoin.
Rasio pinjaman berkisar antara 20 hingga 40 persen.
Bunga tahunan mulai dari sekitar 10 persen.
Xapo mengikuti suku bunga acuan Federal Reserve.
Bank ini tidak mengenakan biaya pembukaan atau penalti pelunasan.
Xapo tidak meminjamkan ulang Bitcoin jaminan pengguna.
Aset tetap disimpan terpisah dan aman sepanjang masa pinjaman.
Kelebihan Xapo Bank:
Xapo memiliki lisensi perbankan resmi.
Bitcoin jaminan tetap terlindungi penuh.
Ketentuan pinjaman jelas tanpa biaya tersembunyi.
Kekurangan Xapo Bank:
Xapo mengenakan biaya keanggotaan tahunan 1.000 dolar.
Layanan belum tersedia di semua negara.
4. Nexo Tawarkan Bunga Berbasis Loyalitas
Nexo berdiri pada 2018 sebagai platform peminjaman kripto terpusat.
Perusahaan ini berbasis di Swiss dan melayani lebih dari 150 wilayah.
Nexo mengelola lebih dari 11 miliar dolar aset pelanggan.
Nexo menawarkan bunga hingga 15 persen untuk mata uang fiat.
Bitcoin mendapat bunga hingga 7 persen per tahun.
Imbal hasil meningkat melalui program loyalitas token NEXO.
Pengguna dapat meminjam dengan jaminan lebih dari 100 aset kripto.
Rasio pinjaman maksimal berada di sekitar 50 persen.
Bunga pinjaman bergantung pada kepemilikan token NEXO.
Kelebihan Nexo:
Nexo memiliki struktur bunga transparan.
Platform ini menyimpan aset melalui kustodian berstandar institusi.
Pengguna mendapat fleksibilitas aset jaminan.
Kekurangan Nexo:
Imbal hasil bergantung pada token NEXO.
Bunga lebih tinggi bagi pengguna tanpa token.
5. YouHodler Unggul dalam Fleksibilitas Pinjaman
YouHodler beroperasi sebagai perusahaan fintech berbasis Swiss.
Platform ini berada di bawah pengawasan otoritas keuangan.
YouHodler juga memiliki lisensi di beberapa negara Eropa.
YouHodler mendukung lebih dari 50 aset kripto.
Platform ini menawarkan rasio pinjaman hingga 90 persen.
Angka tersebut termasuk tertinggi di industri.
Proses pencairan berlangsung cepat dalam hitungan menit.
Durasi pinjaman berkisar antara 30 hingga 180 hari.
Pengguna dapat memperpanjang pinjaman dengan biaya tambahan.
Bunga pinjaman mulai dari 3 persen.
YouHodler tidak mengenakan biaya pembukaan pinjaman.
Kelebihan YouHodler:
YouHodler menawarkan rasio pinjaman sangat tinggi.
Platform ini mendukung banyak aset kripto.
Pengguna menikmati opsi pinjaman fleksibel.
Kekurangan YouHodler:
Biaya perpanjangan pinjaman mencapai 2 persen.
Layanan terbatas di beberapa negara.
Kesimpulan: 5 Platform Crypto Lending
Pasar peminjaman kripto terus berkembang pesat.
Setiap platform menawarkan keunggulan dan risiko berbeda.
Karena itu, pengguna perlu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan.
Selain itu, keamanan dan transparansi tetap menjadi faktor utama.
Selalu lakukan riset mandiri sebelum menggunakan layanan kripto.
Gunakan dana yang siap menghadapi risiko pasar.
Jika kamu ingin, saya bisa menyederhanakan versi SEO, membuat ringkasan investasi, atau membandingkan platform sesuai profil risiko.
“Baca Juga: Film Timur: Aksi dalam Penyelamatan Berani Penuh Ketegangan“
















