Pronoted.com – Ketika indeks fear meningkat di pasar crypto, tekanan jual ikut menguat. Trader biasanya mengambil posisi short pada aset tertentu untuk mencari keuntungan dari penurunan harga. Namun, tidak semua aset mendapat perlakuan sama. Beberapa crypto justru menjadi sasaran utama aksi short karena volatilitas tinggi, sentimen negatif kuat, atau minimnya pemicu positif jangka pendek.
Artikel ini membahas lima aset crypto yang paling sering mendapat tekanan short saat indeks fear melonjak. Kamu juga bisa mencoba strategi shorting secara mudah melalui fitur Pintu Futures yang menawarkan pengalaman trading cepat dan user-friendly.
“Baca Juga: Analisis Koreksi ETH: Risiko Turun dan Peluang Rebound“
1. Bitcoin (BTC): Aset Utama yang Menjadi Target Short
Bitcoin sering berperan sebagai indikator awal saat ketakutan muncul di pasar. Trader biasanya menjual atau men-short BTC lebih dulu. Tindakan itu memicu penurunan yang memberi efek domino pada banyak aset lain.
Grafik likuidasi Bitcoin sejak 5 November hingga 10 Desember memperlihatkan pola menarik. Banyak trader short justru terkena likuidasi akibat lonjakan harga yang tidak mereka prediksi.
Puncak likuidasi short terjadi pada 17 dan 21 November. Volume likuidasi sempat mendekati $300 juta dalam satu hari. Pola itu menunjukkan bahwa banyak trader salah membaca arah pergerakan BTC.
Memasuki Desember, tekanan likuidasi short masih muncul. Trader masih sering mengambil posisi melawan tren, sehingga likuidasi short tetap mendominasi dalam beberapa periode.
2. Ethereum (ETH): Altcoin Besar yang Selalu Terimbas Fear
Ethereum selalu ikut menerima dampak besar ketika indeks fear meningkat. Trader sering memperkirakan penurunan harga ETH saat sentimen pasar melemah.
Likuidasi short Ethereum meningkat tajam pada 7–8 November, 14 November, dan 21–22 November. Nilainya mencapai puluhan hingga ratusan juta dolar.
Lonjakan terbesar muncul pada 1 Desember saat harga ETH naik tajam. Pergerakan itu memicu likuidasi short dalam jumlah besar karena banyak trader memprediksi koreksi yang tidak terjadi.
ETH menunjukkan dinamika kuat dalam satu bulan terakhir. Pergerakan harga yang cepat membuat posisi long dan short sama-sama berisiko.
3. Solana (SOL): Aset Likuid yang Sering Jadi Target Short
Solana termasuk aset likuid yang sangat sensitif terhadap sentimen fear. Trader sering memilih SOL sebagai target short karena volatilitasnya tinggi.
Periode 5 November hingga 10 Desember menunjukkan pola likuidasi yang aktif. Likuidasi long mendominasi secara nominal, tetapi tekanan short tetap hadir setiap hari.
Puncak likuidasi terjadi pada 21 November. Likuidasi long mencapai hampir $74 juta, sementara short juga mengalami tekanan besar. Pola itu menunjukkan bahwa harga SOL bergerak sangat cepat dan sering memicu likuidasi di kedua posisi.
Meski likuidasi long lebih besar, banyak trader tetap menantang tren naik Solana. Para trader itu harus membayar mahal ketika SOL bergerak stabil di atas $100.
4. XRP: Aset yang Kerap Terseret Arus Sentimen Pasar
XRP selalu terpengaruh oleh gejolak pasar karena sentimen besar sering mengarah ke aset utama. Saat fear meningkat, XRP biasanya ikut terkoreksi sehingga menarik perhatian trader short.
Likuidasi XRP sepanjang 5 November hingga 10 Desember berjalan fluktuatif. Lonjakan ekstrem muncul pada 17 November ketika likuidasi short mencapai titik tertinggi. Banyak trader memprediksi penurunan harga tajam, tetapi harga justru naik cepat.
Setelah itu, gelombang likuidasi long terjadi dalam beberapa hari. Pola itu menggambarkan pasar yang bergerak dua arah dan sulit diprediksi.
Likuidasi long mendominasi pada 13–14 November serta 21–22 November. Nilainya mencapai $13 juta hingga $27 juta. Namun tekanan short tetap muncul ketika harga XRP pulih secara tiba-tiba.
5. Dogecoin (DOGE): Aset Spekulatif yang Mudah Terkena Short
Dogecoin memiliki karakter unik sebagai meme coin. Harga DOGE sangat dipengaruhi sentimen dan spekulasi, sehingga DOGE sering menjadi target short saat fear meningkat.
Likuidasi long mendominasi sepanjang periode 5 November hingga 10 Desember. Namun likuidasi short juga meningkat dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan besar likuidasi terjadi pada 21–22 November saat likuidasi long mendekati $18 juta.
Lonjakan lain muncul pada 1 Desember ketika likuidasi long dan short sama-sama meningkat. Pola itu menunjukkan bahwa DOGE bergerak ekstrem dalam dua arah dan menghadirkan risiko besar bagi trader.
Penutup: Strategi Shorting Harus Tetap Terkontrol
Lima aset di atas menunjukkan bagaimana tekanan fear memengaruhi trader. Pergerakan harga yang cepat bisa memicu likuidasi besar di kedua sisi. Trader perlu mengelola risiko dengan cermat dan tidak hanya mengikuti sentimen pasar.
Kamu bisa mencoba trading derivatif melalui Pintu Futures yang menawarkan fitur cepat dan mudah digunakan. Tetap lakukan riset sebelum mengambil posisi apa pun dan gunakan dana secara bijak.
“Baca Juga: Capcom Siapkan Game Baru dari Banyak Franchise Ikonik“
















