pronoted.com – Harga saham Apple Inc. (NASDAQ: AAPL) ditutup di level US$327,74 pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026 waktu Amerika Serikat.
Angka tersebut setara dengan Rabu, 22 Juli 2026 dini hari WIB.
Saham Apple naik US$1,15 atau 0,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pada sesi sebelumnya, saham AAPL berakhir di level US$326,59.
Selama perdagangan, harga bergerak di kisaran US$322,22 hingga US$329,60.
Pergerakan tersebut menunjukkan volatilitas yang relatif rendah.
Investor memilih menunggu laporan keuangan kuartal fiskal ketiga Apple.
Perusahaan menjadwalkan laporan tersebut pada 30 Juli 2026.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Apple mencapai sekitar US$4,81 triliun.
Pada sesi after-hours, harga sempat turun menjadi US$324,50 atau sekitar 0,99 persen di bawah harga penutupan reguler.
“Baca Juga: Harga Saham Google Turun 2,17% Jelang Laporan Keuangan“
Mayoritas Analis Masih Merekomendasikan Saham Apple
Sentimen terhadap Apple tetap positif.
Sebanyak 47 analis yang dipantau StockAnalysis.com memberikan rekomendasi Buy untuk saham AAPL.
Meski demikian, target harga rata-rata selama 12 bulan berada di US$318,25.
Target tersebut sedikit lebih rendah dibanding harga penutupan saat ini.
Di sisi lain, saham Apple telah mencatat kenaikan sekitar 22,58 persen sejak awal 2026.
Kinerja itu menunjukkan kepercayaan investor masih cukup kuat.
Selain itu, banyak analis menilai Apple memiliki peluang mempertahankan pertumbuhan dalam beberapa tahun mendatang.
HSBC Naikkan Rating Apple Menjadi Buy
Optimisme terhadap Apple semakin menguat setelah HSBC memperbarui rekomendasinya.
Analis HSBC, Nicolas Cote-Colisson, menaikkan rating Apple dari Hold menjadi Buy.
Selain itu, HSBC juga meningkatkan target harga saham Apple dari US$260 menjadi US$366.
Menurut HSBC, Apple memasuki fase penting dalam pengembangan bisnisnya.
Perusahaan dinilai memiliki efisiensi belanja modal yang jauh lebih baik dibanding banyak perusahaan teknologi besar.
Apple hanya mengalokasikan sekitar 2,5 persen dari pendapatan untuk belanja modal.
Sebaliknya, rata-rata perusahaan penyedia infrastruktur kecerdasan buatan mengalokasikan sekitar 39 persen.
HSBC juga meningkatkan proyeksi pendapatan Apple untuk tahun fiskal 2027 dan 2028.
Selain itu, proyeksi laba per saham atau EPS tahun 2027 naik menjadi US$10,26.
Produk Baru Diprediksi Menjadi Penggerak Pertumbuhan
HSBC melihat sejumlah produk baru sebagai pendorong pertumbuhan Apple.
Perusahaan diperkirakan akan meluncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone Air.
Selain itu, Apple juga disebut sedang menyiapkan perangkat lipat atau foldable.
Analis percaya inovasi tersebut dapat memperkuat posisi Apple di pasar premium.
Karena itu, banyak investor menilai produk baru akan menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang.
Citi Ikut Menaikkan Target Harga Apple
Pandangan positif juga datang dari Citi.
Analis Citi, Asiya Merchant, menaikkan target harga Apple dari US$315 menjadi US$365.
Ia tetap mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham AAPL.
Merchant memperkirakan Apple mampu menguasai sekitar 25 persen pangsa pasar smartphone global pada 2026.
Prediksi itu muncul meski pasar smartphone dan komputer pribadi masih menghadapi perlambatan.
Menurut Citi, Apple tetap memiliki daya tarik yang kuat di pasar.
Selain itu, perusahaan berhasil menjaga margin keuntungan pada level tinggi.
Apple sebelumnya memberikan panduan margin kotor sebesar 47,5 persen hingga 48,5 persen untuk kuartal Juni.
Capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga keuntungan meski biaya produksi meningkat.
Investor Tetap Mencermati Tantangan Apple
Di tengah sentimen positif, Apple juga menghadapi sejumlah tantangan.
Perusahaan saat ini menghadapi gugatan yang berkaitan dengan OpenAI.
Gugatan tersebut menyangkut dugaan penggunaan rahasia dagang.
Meski demikian, pasar belum menunjukkan reaksi negatif yang signifikan terhadap isu tersebut.
Sebagian besar investor masih berfokus pada laporan keuangan yang akan dirilis akhir Juli.
Hasil laporan tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran mengenai kinerja bisnis Apple.
Selain itu, laporan tersebut juga dapat menjadi penentu arah pergerakan saham AAPL dalam beberapa bulan mendatang.
“Baca Juga: Spanyol Bidik Rekor Pertahankan Gelar Piala Dunia 2030“
















