Pronoted.com – Harga Bitcoin (BTC) bergerak terbatas pada Selasa, 11 Agustus 2026. BTC berada di sekitar US$64.939 pada pukul 10.30 WIB.
Data Binance menunjukkan BTC naik sekitar 0,32 persen dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar US$1,3 triliun.
Volume perdagangan BTC selama 24 jam mencapai sekitar US$14,5 miliar. Dengan angka tersebut, Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Pergerakan Bitcoin cenderung sideways dalam beberapa hari terakhir. Pelaku pasar kini menunggu perkembangan regulasi dan data ekonomi Amerika Serikat.
“Baca Juga: EIP-8361 Ethereum: Dampaknya pada Reward Staking ETH“
Harga Bitcoin Hari Ini dalam Rupiah
Berikut rangkuman harga Bitcoin berdasarkan data pada Selasa, 11 Agustus 2026:
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga Bitcoin | US$64.939,25 |
| Harga dalam Rupiah | Sekitar Rp1,16 miliar |
| Kapitalisasi Pasar | Sekitar US$1,3 triliun |
| Volume 24 Jam | Sekitar US$14,5 miliar |
| Perubahan 24 Jam | +0,32% |
Nilai rupiah dapat berubah mengikuti pergerakan kurs dolar AS. Karena itu, harga BTC dalam rupiah dapat berbeda antarplatform.
Bitcoin Masih Bergerak Sideways
Bitcoin masih bergerak dalam rentang terbatas setelah menghadapi tekanan di area resistance. Data pasar menunjukkan BTC bertahan di sekitar US$64.000 hingga US$65.000.
CoinDesk sebelumnya mencatat support Bitcoin berada di sekitar US$63.000 hingga US$64.000. Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran US$66.000 hingga US$66.600.
Kondisi tersebut menunjukkan pasar masih menunggu katalis baru. Investor juga mempertimbangkan perkembangan regulasi dan kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Penundaan Clarity Act Jadi Perhatian Pasar
Perkembangan Clarity Act turut memengaruhi sentimen pasar kripto. Senat Amerika Serikat menunda pembahasan rancangan regulasi tersebut hingga September.
Penundaan itu membuat pelaku pasar kembali menunggu kepastian aturan aset digital. Regulasi tersebut berpotensi menentukan pembagian kewenangan pengawasan aset digital.
Selain regulasi, kebijakan Federal Reserve juga menjadi perhatian investor. The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.
Keputusan tersebut muncul pada rapat 29 Juli 2026. Namun, tiga pejabat The Fed menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Pasar kini menunggu data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi kebijakan berikutnya. Data tenaga kerja dan inflasi menjadi perhatian utama.
Jika data menunjukkan tekanan inflasi tinggi, investor dapat mengantisipasi kebijakan moneter lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin.
Arus Dana ETF Masih Menopang Bitcoin
Di tengah pergerakan terbatas, dana institusi masih memberikan dukungan terhadap Bitcoin. ETF spot Bitcoin mencatat arus dana masuk selama beberapa hari berturut-turut.
Pada 6 Agustus, ETF spot Bitcoin mencatat arus masuk bersih sekitar US$129 juta. Data tersebut menandai hari keempat berturut-turut dengan arus dana positif.
Arus dana tersebut menunjukkan sebagian investor institusi masih mempertahankan eksposur terhadap Bitcoin. Namun, aliran dana positif belum cukup mendorong BTC melewati resistance terdekat.
Level Penting Bitcoin yang Perlu Diperhatikan
Pelaku pasar kini memperhatikan area US$66.500 sebagai resistance terdekat Bitcoin. Jika BTC menembus area tersebut, US$68.000 menjadi level berikutnya.
Pasar juga mengamati target psikologis US$70.000. Namun, Bitcoin perlu mempertahankan momentum agar mampu mencapai level tersebut.
Sebaliknya, area US$63.000 menjadi support penting bagi BTC. Jika tekanan jual meningkat, Bitcoin berpotensi menguji US$61.500.
Level US$60.000 juga menjadi zona penting berikutnya. Karena itu, investor perlu memperhatikan volume perdagangan saat BTC mendekati level tersebut.
Bitcoin Menunggu Katalis Baru
Untuk sementara, Bitcoin masih menghadapi pasar yang cenderung berhati-hati. Regulasi Amerika Serikat dan kebijakan The Fed menjadi dua faktor penting.
Di sisi lain, arus dana ETF memberikan dukungan terhadap harga BTC. Namun, Bitcoin masih membutuhkan momentum lebih kuat untuk menembus resistance.
Dengan demikian, pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat masih bergantung pada data ekonomi dan perkembangan regulasi. Investor perlu mempertimbangkan volatilitas sebelum mengambil keputusan.
Catatan: Harga Bitcoin berubah secara real-time. Data di atas mengikuti waktu pengambilan data pada 11 Agustus 2026.
“Baca Juga: Ronald Araujo Gabung Liverpool, Ini Keuntungan Tiap Pihak“
















