Pronoted.com – EIP-8361 memicu perdebatan besar di komunitas Ethereum sejak pengusul mengajukannya pada 4 Agustus 2026.
Enam penulis mengajukan proposal tersebut, termasuk peneliti Ethereum Foundation Justin Drake. Proposal ini berpotensi mengubah sistem reward staking Ethereum.
EIP-8361 dapat memangkas reward staking secara bertahap hingga nol persen. Kondisi tersebut berlaku ketika rasio ETH yang di-staking mencapai 50%.
“Baca Juga: Dana Institusi Kuasai 72% OTC Crypto, Altcoin Makin Selektif“
Apa Itu EIP-8361?
EIP-8361 mengusulkan perubahan pada sistem penerbitan reward validator Ethereum. Proposal ini memperkenalkan mekanisme bernama tapered issuance burn.
Mekanisme tersebut membakar sebagian reward validator ketika jumlah ETH yang di-staking terus meningkat. Semakin tinggi rasio staking, semakin besar bagian reward yang terbakar.
Proposal tersebut menetapkan batas 50% dari total pasokan ETH. Ketika rasio staking mencapai batas tersebut, mekanisme dapat memangkas reward hingga nol persen.
Saat ini, sekitar 33% pasokan ETH atau sekitar 40 juta ETH sudah masuk staking. Imbal hasil staking saat ini berada di kisaran 2,62% per tahun.
Jika proposal berjalan sesuai rancangan, yield staking bisa turun cukup signifikan. Estimasi menunjukkan yield dapat turun dari sekitar 2,6% menjadi 1,2%.
Cara Kerja Mekanisme Tapered Issuance Burn
EIP-8361 menghitung potongan reward pada setiap epoch. Validator menerima tugas seperti attestation, pengusulan blok, dan sync committee.
Sistem kemudian menentukan besaran potongan berdasarkan jumlah ETH yang masuk staking. Proposal menggunakan angka saturation balance sekitar 60,25 juta ETH sebagai salah satu acuan.
Mekanisme tersebut menggunakan perhitungan khusus untuk menentukan besaran potongan. Sistem juga menetapkan batas maksimal potongan hingga 100%.
Menariknya, sistem tetap mengenakan potongan ketika validator tidak menjalankan tugasnya. Dengan demikian, validator tetap memiliki alasan untuk menjalankan tugas secara aktif.
Masalah yang Ingin Diselesaikan EIP-8361
Para pengusul melihat masalah pada sistem reward staking Ethereum saat ini. Yield staking masih memiliki batas bawah sekitar 1,5%.
Kondisi tersebut membuat pertumbuhan jumlah ETH yang masuk staking terus berlanjut. Pasar belum memiliki mekanisme alami untuk menentukan batas staking yang ideal.
EIP-8361 ingin menghapus batas bawah tersebut. Dengan begitu, pasar dapat menentukan tingkat staking berdasarkan risiko dan imbal hasil.
Para pengusul juga menilai rasio staking di atas 50% dapat membawa risiko baru. Tambahan validator belum tentu selalu meningkatkan ketahanan jaringan.
Menurut argumen proposal, jumlah staking yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan risiko sentralisasi. Custodian besar berpotensi menguasai porsi stake yang semakin besar.
Karena itu, proposal menyiapkan masa transisi selama 18 bulan. Periode tersebut bertujuan mengurangi risiko keluarnya validator secara bersamaan.
Pendiri Aave Kritik EIP-8361
Pendiri Aave Stani Kulechov menjadi salah satu pengkritik utama proposal tersebut. Ia menilai EIP-8361 dapat menciptakan ketidakpastian bagi investor.
Kulechov menyoroti potensi reward staking menjadi nol ketika rasio staking melewati 50%. Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengurangi daya tarik staking Ethereum.
Ia juga menilai perubahan tersebut dapat memengaruhi strategi peminjaman ETH dalam ekosistem DeFi. Investor mungkin menghadapi perubahan insentif ketika mereka menggunakan ETH sebagai aset pinjaman.
Selain itu, Kulechov melihat risiko meningkatnya aktivitas short selling terhadap ETH. Pencari imbal hasil juga dapat mengalihkan dana mereka menuju stablecoin.
Kulechov kemudian memperingatkan risiko persaingan Ethereum dengan jaringan blockchain lainnya. Menurutnya, Ethereum dapat menghadapi masalah jika suksesnya staking justru mengurangi reward.
Tenggat Pengajuan EIP Tuai Kritik
Komunitas juga memperdebatkan waktu pengajuan EIP-8361. Para pengusul mengajukan proposal hanya 48 jam sebelum tenggat submission upgrade Hegotá.
Sejumlah pihak menilai waktu tersebut terlalu singkat untuk membahas perubahan besar. Kebijakan tersebut dapat memengaruhi sistem moneter Ethereum secara luas.
Proposal membutuhkan kajian mendalam karena menyangkut reward validator dan jumlah ETH yang beredar. Komunitas juga perlu memahami dampaknya terhadap staking dan DeFi.
Saat ini, komunitas masih mendiskusikan EIP-8361. Proposal tersebut belum memperoleh persetujuan resmi untuk diterapkan pada jaringan utama.
Karena itu, pengusul masih memiliki peluang untuk mengubah rancangan tersebut. Komunitas juga dapat memberikan masukan sebelum proses berikutnya berlangsung.
FAQ Seputar EIP-8361
Apa tujuan utama EIP-8361?
EIP-8361 ingin menghapus batas bawah yield staking Ethereum. Proposal tersebut berharap pasar dapat menentukan tingkat staking secara lebih alami.
Kapan reward staking bisa mencapai nol persen?
Reward dapat mencapai nol persen ketika rasio ETH yang di-staking mencapai 50% dari total pasokan.
Siapa yang mengajukan EIP-8361?
Enam penulis mengajukan EIP-8361 pada 4 Agustus 2026. Justin Drake dari Ethereum Foundation termasuk salah satu pengusul.
Apa kritik utama terhadap proposal ini?
Stani Kulechov mengkritik ketidakpastian reward staking yang muncul dari proposal tersebut. Ia juga menyoroti dampaknya terhadap ekosistem DeFi.
Apa Dampaknya bagi Investor?
EIP-8361 dapat mengubah daya tarik staking jika komunitas Ethereum menerima proposal tersebut. Penurunan reward dapat memengaruhi keputusan investor dalam mengunci ETH.
Namun, proposal ini masih berada dalam tahap pembahasan. Karena itu, investor sebaiknya tidak menganggap rancangan tersebut sebagai kebijakan final.
Perubahan proposal juga masih mungkin terjadi selama proses diskusi. Investor perlu mengikuti perkembangan resmi Ethereum sebelum mengambil keputusan.
Disclaimer
Artikel ini bertujuan memberikan informasi mengenai perkembangan Ethereum dan EIP-8361. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau ajakan membeli aset tertentu.
Aset crypto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi. Karena itu, pembaca perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kinerja masa lalu juga tidak menjamin hasil investasi pada masa depan. Gunakan dana yang sesuai dengan kemampuan dan toleransi risiko masing-masing.
“Baca Juga: Jadwal ARRC 2026 Mandalika Hari Ini dan Link Live Streaming“
















