Pronoted.com – Harga Ethereum (ETH) kembali menembus US$2.700 pada akhir pekan lalu. Level tersebut menjadi pencapaian pertama ETH sejak 31 Januari 2026.
Pada Senin, 22 September, ETH bergerak di sekitar US$2.746 dalam perdagangan pagi Amerika Serikat. Harga tersebut mencatat kenaikan sekitar 8,9 persen dalam sebulan.
Kenaikan tersebut kembali memunculkan perhatian pelaku pasar. Mereka kini melihat peluang ETH untuk kembali menguji level US$3.000.
Namun, sejumlah faktor masih dapat memengaruhi pergerakan ETH. Karena itu, investor perlu memperhatikan aliran dana, kondisi pasar, serta level harga penting.
“Baca Juga: Zcash Naik 9.000%, Akankah Tembus US$3.000?“
Paus Mulai Memindahkan Modal dari Bitcoin ke Ethereum
Investor besar atau paus ikut mendorong kenaikan harga Ethereum kali ini. Data on-chain menunjukkan adanya perpindahan modal dari Bitcoin menuju Ethereum.
Satu paus menukar 1.107 BTC senilai sekitar US$86,8 juta menjadi 34.422 ETH. Paus tersebut menyelesaikan transaksi dalam waktu lima hari.
Setelah itu, paus tersebut melakukan staking terhadap seluruh ETH miliknya. Langkah tersebut menunjukkan minat untuk menyimpan aset dalam jangka menengah.
Selain itu, seorang swing trader membeli ETH dalam jumlah besar. Trader tersebut menarik 7.567 ETH senilai sekitar US$19,9 juta dari sebuah exchange terpusat.
Trader tersebut sebelumnya menyetor sekitar US$32,17 juta dalam bentuk USDC. Dengan demikian, dua paus tersebut mengeluarkan sekitar US$106 juta untuk membeli ETH.
Namun, transaksi besar tersebut juga menghadapi risiko keamanan. Pelaku penipuan membuat lebih dari 20 kontrak token tiruan.
Pelaku menggunakan metode address poisoning untuk menyasar dompet swing trader tersebut. Meski begitu, seluruh transfer tetap mencapai alamat tujuan yang benar.
ETF Ethereum Justru Mengalami Arus Keluar
Minat paus terhadap Ethereum muncul ketika ETF spot ETH menghadapi tekanan. Data menunjukkan ETF tersebut mencatat arus keluar sekitar US$140 juta.
Arus keluar tersebut terjadi pada pekan yang berakhir 18 September. Kondisi itu menunjukkan investor institusi belum sepenuhnya mengikuti kenaikan ETH.
Sementara itu, Bitcoin ikut menguat dan mendekati US$85.000. Kenaikan Bitcoin turut membantu memperbaiki sentimen pasar crypto secara umum.
Dengan demikian, pasar crypto menunjukkan sinyal yang beragam. Investor besar membeli ETH, tetapi sebagian dana institusi justru keluar.
Cadangan Ethereum di Exchange Terus Menurun
Harga ETH juga mendapat dukungan dari perubahan jumlah koin di exchange. Data menunjukkan cadangan ETH di exchange terus mengalami penurunan.
Sebaliknya, cadangan Bitcoin di exchange justru meningkat. Perbedaan tersebut menunjukkan perilaku investor terhadap dua aset terbesar crypto.
Penurunan cadangan ETH dapat mengurangi jumlah koin yang siap investor jual. Karena itu, kondisi tersebut dapat memberikan dukungan terhadap harga ETH.
Data Blockonomi mencatat kenaikan ETH sebesar 5,7 persen dalam 24 jam. ETH juga mencatat kenaikan sekitar 9,2 persen dalam sepekan.
Selain itu, ETH mencatat kenaikan 67,57 persen sepanjang kuartal ketiga 2026. Angka tersebut menjadi performa kuartal ketiga terkuat ETH sejak 2016.
Antrean Keluar Validator Perlu Investor Perhatikan
Meski sejumlah indikator terlihat positif, Ethereum masih menghadapi potensi tekanan jual. Antrean keluar validator kini mencapai sekitar 132.832 ETH.
Angka tersebut menjadi level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Investor perlu memperhatikan potensi tambahan pasokan ETH dari kondisi tersebut.
Jika pemilik validator menjual ETH setelah keluar dari sistem staking, pasar dapat menghadapi tekanan tambahan. Namun, kondisi tersebut belum tentu langsung menghasilkan aksi jual.
Di sisi teknikal, indikator RSI masih berada di atas area netral. Sementara itu, Bollinger Bands bergerak relatif sejajar.
Kondisi tersebut menunjukkan momentum kenaikan masih berjalan. Namun, indikator tersebut belum menjamin ETH terus naik dalam waktu dekat.
Level US$2.800 Menjadi Perhatian Utama
ETH telah mencatat kenaikan selama enam hari berturut-turut. TradingKey mengaitkan kenaikan tersebut dengan beberapa faktor pasar.
Pertama, tekanan ekonomi makro mulai mereda. Kedua, minat investor terhadap aset berisiko mulai pulih.
Selain itu, likuidasi posisi short turut memberikan dorongan terhadap harga ETH. Aktivitas jaringan Layer 2 juga menunjukkan peningkatan.
Base, Arbitrum, dan Optimism mencatat peningkatan aktivitas transaksi. Total nilai yang tersimpan dalam jaringan tersebut juga ikut meningkat.
Namun, ETH menghadapi resistance penting di sekitar US$2.800. Level tersebut menjadi salah satu area yang perlu investor perhatikan.
Jika banyak investor mengambil keuntungan di area tersebut, ETH dapat menghadapi tekanan harga. Sebaliknya, penguatan berkelanjutan dapat membuka peluang pengujian level US$3.000.
Support US$2.500 Tetap Perlu Diperhatikan
Selain resistance, investor juga perlu memperhatikan level support ETH. Area US$2.500 menjadi salah satu batas penting dalam pergerakan harga.
Jika ETH bertahan di atas US$2.700, momentum kenaikan dapat terus mendapat perhatian pasar. Namun, penurunan harga dapat mengubah sentimen investor.
Risiko geopolitik juga dapat memengaruhi pergerakan ETH. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dapat mendorong kenaikan harga energi.
Kenaikan harga energi dapat meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko.
ETH terakhir kali bertahan di atas US$3.000 pada Januari 2026. Sejumlah trader bahkan melihat peluang harga menuju US$3.200 hingga US$3.600.
Namun, target tersebut masih bergantung pada kemampuan ETH mempertahankan momentum. Investor juga perlu memperhatikan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.
ETH Masih Menghadapi Banyak Faktor Pasar
Kenaikan ETH menuju US$2.700 menunjukkan pemulihan minat terhadap aset tersebut. Pergerakan paus juga memperlihatkan adanya akumulasi dalam jumlah besar.
Namun, arus keluar ETF menunjukkan sebagian investor masih mengambil langkah berbeda. Selain itu, antrean validator juga menghadirkan potensi tekanan jual.
Karena itu, investor perlu memantau level US$2.800 dan US$2.500. Kedua level tersebut dapat membantu membaca arah pergerakan ETH berikutnya.
Investor juga perlu memperhatikan kondisi Bitcoin dan sentimen pasar crypto. Selain itu, perkembangan ekonomi global dapat memengaruhi minat terhadap aset berisiko.
Disclaimer: Perdagangan crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang. Lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi dan gunakan dana yang siap menanggung risiko.
“Baca Juga: Candi Jiwa Karawang: Sejarah dan Keunikan Arsitektur“
















