Pronoted.com – Data inflasi Amerika Serikat menjadi perhatian utama pasar kripto pada pekan ini. Investor menunggu data Consumer Price Index (CPI) Juli yang terbit pada 12 Agustus 2026.
Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Karena itu, investor memperhatikan pergerakan Bitcoin, Ethereum, Solana, XRP, dan Dogecoin.
Catatan: Data CPI Juli 2026 kini sudah terbit. BLS mencatat inflasi tahunan mencapai 3,4 persen pada Juli. Angka tersebut turun dari 3,5 persen pada Juni.
“Baca Juga: 5 Kripto yang Terpengaruh Data CPI AS Juli 2026“
Pasar Kripto Bergerak Hati-Hati Menjelang CPI
Menjelang rilis CPI, investor cenderung mengurangi posisi berisiko. Kondisi tersebut membuat sejumlah aset kripto utama mengalami tekanan.
Kapitalisasi pasar kripto sempat turun 1,29 persen menjadi sekitar US$2,19 triliun. Pada saat yang sama, hubungan pasar kripto dengan saham AS semakin kuat.
Data tersebut menunjukkan bahwa investor institusional semakin memperhatikan kondisi ekonomi makro. Karena itu, perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi pergerakan aset digital.
Bitcoin menjadi aset yang paling banyak mendapat perhatian dalam kondisi tersebut. Ethereum kemudian mengikuti arah Bitcoin dengan tingkat perubahan yang lebih besar.
Bitcoin Jadi Aset Kripto yang Paling Sensitif
Bitcoin biasanya menjadi aset pertama yang merespons perubahan ekspektasi ekonomi Amerika Serikat.
Sebelum rilis CPI, Bitcoin sempat turun sekitar 1,69 persen menuju US$63.907. Pergerakan tersebut juga memicu likuidasi posisi long sekitar US$49,6 juta dalam 24 jam.
Namun, Bitcoin masih mampu bertahan di sekitar US$64.900 pada pekan tersebut. Kondisi itu menunjukkan investor belum sepenuhnya mengubah pandangan terhadap Bitcoin.
Selain itu, aliran dana menuju ETF Bitcoin tetap memberikan dukungan terhadap harga. Investor institusional masih menunjukkan minat meskipun pasar menghadapi ketidakpastian.
Jika CPI menunjukkan inflasi yang lebih rendah, pasar dapat meningkatkan harapan terhadap pelonggaran kebijakan The Fed. Sebaliknya, inflasi tinggi dapat meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko.
Ethereum Mengikuti Pergerakan Bitcoin
Ethereum juga menghadapi tekanan menjelang pengumuman CPI Amerika Serikat. ETH sempat turun sekitar 2,39 persen menuju US$1.872.
Penurunan tersebut lebih besar daripada Bitcoin dalam periode yang sama. Ethereum biasanya merespons perubahan sentimen risiko dengan pergerakan yang lebih agresif.
Namun, ETH kemudian kembali menguat menuju US$1.914 pada pekan tersebut. Aktivitas jaringan Ethereum yang tetap tinggi turut memberikan dukungan terhadap sentimen pasar.
Investor juga memperhatikan perkembangan DeFi dan aktivitas transaksi dalam jaringan Ethereum. Kedua faktor tersebut dapat membantu menjaga permintaan terhadap ETH.
Solana Tampil Lebih Tangguh
Solana menunjukkan ketahanan yang cukup baik dibandingkan sejumlah altcoin besar lainnya.
SOL memang sempat turun sekitar 1,10 persen menuju US$75,79 dalam sehari. Namun, SOL masih mencatat kenaikan sekitar 2 persen dalam periode mingguan.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa sebagian investor masih menempatkan dana pada ekosistem Solana. Volume transaksi dan aktivitas jaringan turut mendukung sentimen tersebut.
Karena itu, trader dapat menjadikan SOL sebagai salah satu indikator minat terhadap altcoin. Namun, kondisi makro tetap dapat mengubah arah pergerakannya dengan cepat.
XRP Bertahan di Sekitar US$1
XRP juga menghadapi tekanan menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat. Harga XRP sempat turun sekitar 2,09 persen menuju US$1,01.
Setelah itu, XRP kembali bergerak di sekitar US$1,03. Level US$1 menjadi batas psikologis penting bagi investor XRP.
Pergerakan XRP juga masih mengikuti arah Bitcoin dan Ethereum. Karena itu, perubahan sentimen setelah rilis CPI dapat menentukan arah XRP berikutnya.
Dogecoin Mencerminkan Minat Investor Ritel
Dogecoin menunjukkan pergerakan berbeda dibandingkan beberapa aset besar lainnya. DOGE mencatat kenaikan sekitar 0,95 persen menuju US$0,0708 pada pekan tersebut.
Investor ritel sering menggunakan Dogecoin untuk mengambil posisi spekulatif. Karena itu, perubahan harga DOGE dapat mencerminkan tingkat minat terhadap aset berisiko.
Jika investor kembali mengejar aset berisiko, DOGE berpotensi mendapat aliran dana tambahan. Namun, tekanan pasar juga dapat membuat DOGE bergerak lebih tajam.
CPI AS Menjadi Penentu Arah Pasar Berikutnya
Data CPI Juli kini sudah memberikan gambaran baru mengenai kondisi inflasi Amerika Serikat. BLS mencatat indeks harga konsumen naik 0,1 persen pada Juli.
Secara tahunan, inflasi mencapai 3,4 persen pada Juli. Angka tersebut turun dari 3,5 persen pada Juni.
Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor dalam memperkirakan langkah The Fed. Selanjutnya, pasar akan menilai apakah inflasi bergerak menuju kondisi yang lebih terkendali.
Bagi investor kripto, Bitcoin tetap menjadi indikator utama arah pasar. Sementara itu, Ethereum, Solana, XRP, dan Dogecoin dapat memberikan gambaran tambahan mengenai minat terhadap aset berisiko.
Dengan demikian, investor perlu memperhatikan data ekonomi berikutnya serta respons pasar. Volatilitas kripto tetap tinggi sehingga setiap keputusan investasi membutuhkan riset dan manajemen risiko yang matang.
“Baca Juga: Ronald Araujo Gabung Liverpool, Ini Keuntungan Tiap Pihak“
















