Pronoted.com – Harga Ethereum (ETH) berada di US$1.916,70 pada Rabu, 19 Agustus 2026. Angka tersebut tercatat pada pukul 10.00 WIB melalui data TradingView.
Dengan kurs acuan yang digunakan sumber tersebut, harga ETH mencapai sekitar Rp34,30 juta. Sementara itu, data Market Pintu menunjukkan harga ETH sekitar Rp34,42 juta pada malam hari.
Dalam 24 jam, harga ETH sempat menyentuh Rp34,60 juta. Setelah itu, harga mengalami koreksi ringan dan tetap bertahan di area positif.
“Baca Juga: Harga HYPE Hari Ini: Buyback Dorong Sentimen Hyperliquid“
Arus ETF Ethereum Dorong Sentimen Positif
Salah satu faktor yang mendukung Ethereum berasal dari aliran dana produk ETF. ETF Ethereum mencatat inflow bersih sekitar US$365 juta sepanjang Juli 2026.
Angka tersebut menjadi inflow bulanan terbesar sejak ETF Ethereum mulai berjalan. Pada periode sama, ETF Bitcoin mencatat inflow sekitar US$205 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perpindahan sebagian modal institusional menuju Ethereum. Investor melihat beberapa keunggulan Ethereum yang tidak tersedia pada Bitcoin.
Selain itu, beberapa produk ETF Ethereum menawarkan imbal hasil dari staking. Fitur tersebut dapat memberikan tambahan daya tarik bagi investor institusional.
Stablecoin dan Tokenisasi Dukung Ethereum
Pertumbuhan stablecoin juga memberikan dukungan terhadap ekosistem Ethereum. Nilai stablecoin yang beroperasi di jaringan Ethereum mencapai sekitar US$322 miliar pada Juni 2026.
Ethereum juga menjadi salah satu jaringan utama untuk aktivitas tokenisasi aset. Kondisi tersebut memperkuat peran Ethereum dalam perkembangan sistem keuangan berbasis blockchain.
Tom Lee dari Fundstrat melihat pertumbuhan stablecoin dan tokenisasi sebagai katalis penting. Ia menilai kedua faktor tersebut dapat memperkuat posisi Ethereum dibandingkan Bitcoin.
Rasio ETH/BTC juga meningkat dari 0,024 pada Mei menjadi 0,030 pada awal Agustus. Angka tersebut menunjukkan penguatan sekitar 25 persen dalam periode tersebut.
Aktivitas Ethereum Tetap Tinggi
Selain aliran dana ETF, jaringan Ethereum juga menunjukkan aktivitas tinggi. Jumlah alamat aktif harian Ethereum pernah mencapai sekitar 1,8 hingga dua juta.
Aktivitas smart contract juga melampaui beberapa level tertinggi pada siklus sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan pengguna masih aktif memanfaatkan jaringan Ethereum.
Namun, aktivitas jaringan tidak selalu menghasilkan kenaikan harga secara langsung. Analisis CryptoQuant menunjukkan hubungan antara aktivitas on-chain dan harga kini semakin lemah.
Karena itu, investor perlu melihat faktor lain sebelum menyimpulkan arah harga ETH. Kondisi makroekonomi saat ini tetap memainkan peran penting.
Upgrade Jaringan Terus Berlanjut
Ethereum juga terus memperbarui kemampuan teknologinya. Upgrade Glamsterdam membawa sejumlah perubahan untuk meningkatkan kemampuan jaringan utama.
Upgrade tersebut mencakup berbagai proposal yang berfokus pada skalabilitas. Ethereum juga menyiapkan pembahasan upgrade berikutnya untuk paruh kedua 2026.
Namun, peningkatan jaringan tidak otomatis membuat harga ETH naik dalam jangka pendek. Investor tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi global sebelum mengambil keputusan.
Kebijakan The Fed Masih Jadi Faktor Utama
Pergerakan ETH masih menghadapi pengaruh besar dari kebijakan Federal Reserve. Suku bunga The Fed berada di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.
Suku bunga tinggi biasanya membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. Karena itu, perubahan kebijakan The Fed dapat memengaruhi minat terhadap Ethereum.
Selain itu, investor juga memantau data inflasi Amerika Serikat. Data tersebut dapat memengaruhi keputusan bank sentral mengenai arah suku bunga.
Karena itu, perkembangan makroekonomi tetap menjadi perhatian utama pasar Ethereum. Katalis dari ETF dan jaringan dapat membantu, tetapi kondisi ekonomi tetap menentukan sentimen.
Apa yang Perlu Dipantau Investor ETH?
Investor perlu memantau arus dana ETF Ethereum secara berkala. Perubahan inflow dan outflow dapat memberikan gambaran mengenai minat institusional.
Selanjutnya, perhatikan pertumbuhan stablecoin dan aktivitas jaringan Ethereum. Kedua faktor tersebut dapat menunjukkan perkembangan penggunaan jaringan dalam jangka panjang.
Investor juga perlu memperhatikan kebijakan The Fed dan data inflasi. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi pergerakan ETH dengan cepat.
Selain itu, trader perlu memperhatikan level harga penting sebelum membuka posisi. Hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan kenaikan harga dalam satu hari.
Dengan berbagai katalis tersebut, Ethereum memiliki sejumlah faktor pendukung. Namun, tekanan makro dan volatilitas pasar tetap dapat mengubah arah harga dalam waktu singkat.
Disclaimer: Artikel ini hanya memberikan informasi dan edukasi. Aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan dapat menimbulkan kerugian. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.
“Baca Juga: Mourinho Tak Sesali Real Madrid Gagal Rekrut Rodri“
















