Pronoted.com – VanEck kembali menyampaikan pandangannya mengenai potensi kenaikan harga Bitcoin. Perusahaan tersebut melihat Bitcoin berpeluang mencapai $100.000 pada 2027.
Selain itu, VanEck memperkirakan Bitcoin dapat mencapai $500.000 pada 2029. Kepala Riset Aset Digital VanEck, Matthew Sigel, menyampaikan pandangan tersebut.
Sigel melihat dua faktor utama yang dapat mendorong harga Bitcoin. Faktor tersebut mencakup utang pemerintah Amerika Serikat dan potensi pelonggaran likuiditas global.
Namun, Sigel menempatkan target tersebut sebagai skenario. Kondisi pasar tetap bergantung pada kebijakan moneter, regulasi, dan aliran modal global.
“Baca Juga: Bitcoin Tembus US$80.000, Ini Tantangan Akhir 2026“
VanEck Melihat Bitcoin Menuju $100.000
Menurut Sigel, Bitcoin dapat mencapai $100.000 pada 2027. Kemudian, harganya berpotensi bergerak menuju $500.000 pada 2029.
Namun, Sigel mengaitkan target tersebut dengan pola siklus Bitcoin sebelumnya. Karena itu, perubahan kondisi pasar dapat memengaruhi pencapaian target tersebut.
Sigel juga menyebut peluang Bitcoin mencapai $1 juta dalam beberapa tahun mendatang. Meski begitu, ia menempatkan target $100.000 dan $500.000 sebagai skenario utama.
Saat ini, Bitcoin berada di kisaran $77.000 berdasarkan konteks harga dalam laporan tersebut. Dengan demikian, target VanEck membutuhkan kenaikan yang cukup besar.
Utang AS dan Likuiditas Jadi Perhatian
Sigel menilai Amerika Serikat kemungkinan belum segera menyelesaikan persoalan fiskalnya. Kondisi tersebut dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun mendatang.
Selain itu, pelonggaran likuiditas global dapat meningkatkan aliran modal menuju aset berisiko. Bitcoin termasuk aset yang dapat menerima manfaat dari peningkatan likuiditas tersebut.
Menurut Sigel, kondisi tersebut dapat memperkuat momentum kenaikan Bitcoin. Namun, investor tetap perlu memperhatikan perubahan kebijakan bank sentral.
Kebijakan The Fed Pengaruhi Pasar Kripto
Kebijakan bank sentral menjadi salah satu faktor penting bagi pasar kripto. Dalam laporan tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin.
Kenaikan tersebut membawa suku bunga ke kisaran 3,75%-4%. Bank of Japan juga menaikkan suku bunganya hingga 1,25%.
Perubahan suku bunga dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko. Karena itu, pelaku pasar terus mencermati kebijakan bank sentral global.
Selain kebijakan moneter, regulasi Amerika Serikat juga menjadi perhatian. Senat AS pada 17 September 2026 belum melanjutkan pembahasan Clarity Act.
Pemungutan suara cloture menghasilkan 49 suara berbanding 50 suara. Kondisi tersebut membuat kepastian aturan aset kripto AS masih menghadapi ketidakpastian.
ETF Bitcoin Tetap Menarik Dana
Di tengah ketidakpastian tersebut, produk ETF Bitcoin tetap mencatat aliran dana masuk. Arus tersebut dapat membantu menahan tekanan jual dari investor ritel.
Kondisi tersebut menunjukkan minat terhadap Bitcoin masih muncul dari pasar investasi. Namun, arus dana dapat berubah mengikuti sentimen dan kondisi ekonomi global.
Karena itu, investor tetap perlu mencermati pergerakan dana pada produk investasi berbasis Bitcoin.
Minat Institusi Masih Menguat
Sigel juga melihat perubahan volatilitas Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, volatilitas Bitcoin kini lebih rendah dibandingkan empat tahun sebelumnya.
Selain itu, program pembelian kembali obligasi pemerintah AS turut memengaruhi aktivitas pasar. Kondisi tersebut juga mendorong aksi short covering yang membantu pergerakan Bitcoin.
Sigel mengatakan klien institusional VanEck masih membeli Bitcoin. Kelompok tersebut mencakup penasihat keuangan hingga dana kekayaan negara.
Namun, VanEck sebelumnya menemukan sejumlah indikator tekanan jual dari pemegang Bitcoin jangka panjang. Karena itu, pasar tetap menghadapi potensi tekanan meskipun minat institusi masih muncul.
Target Bitcoin Tetap Bergantung pada Kondisi Pasar
Pandangan VanEck menunjukkan sejumlah faktor dapat mendukung kenaikan Bitcoin. Pelonggaran likuiditas, minat institusi, dan aliran ETF menjadi beberapa faktor tersebut.
Sebaliknya, kebijakan suku bunga dan ketidakpastian regulasi dapat memengaruhi sentimen pasar. Tekanan jual dari investor jangka panjang juga perlu mendapat perhatian.
Dengan demikian, target $100.000 pada 2027 dan $500.000 pada 2029 merupakan skenario VanEck. Target tersebut bukan kepastian harga Bitcoin pada masa depan.
Pasar kripto memiliki volatilitas tinggi dan dapat bergerak cepat. Karena itu, investor perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Catatan: Informasi harga dan proyeksi dalam artikel mengikuti data serta pandangan yang tercantum dalam materi sumber. Performa masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang.














