Pronoted.com – CEO Ripple, Brad Garlinghouse, kembali menarik perhatian komunitas kripto. Kali ini, ia membahas strategi investasi aset kripto untuk jangka panjang.
Garlinghouse tidak hanya menyoroti XRP. Ia justru menyarankan investor mempertimbangkan lima aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.
Menurutnya, investor dapat membeli lima aset tersebut dan menyimpannya selama lima tahun. Strategi itu mencerminkan pandangannya terhadap pertumbuhan industri kripto dalam jangka panjang.
Namun, Garlinghouse tidak menganggap dirinya sebagai XRP maximalist. Ia mengaku memiliki pandangan positif terhadap beberapa aset kripto dengan alasan yang berbeda.
“Baca Juga: 5 Meme Coin Potensial untuk Dipantau September 2026“
Garlinghouse Soroti Lima Kripto Terbesar
Menurut laporan Coinpedia pada Kamis, 24 September 2026, Garlinghouse menyebut strategi lima tahun tersebut dalam pembahasan mengenai investasi kripto.
Ia menyarankan investor melihat lima aset dengan kapitalisasi pasar terbesar. Daftar tersebut mencakup Bitcoin, Ethereum, Tether, BNB, dan XRP.
Strategi tersebut menempatkan diversifikasi sebagai bagian penting dalam menghadapi perkembangan pasar kripto. Investor tidak perlu bergantung pada satu aset saja.
Sementara itu, data CoinGecko menempatkan XRP pada posisi kelima berdasarkan kapitalisasi pasar. XRP memiliki kapitalisasi sekitar US$96,09 miliar.
Harga XRP berada di sekitar US$1,53 pada periode tersebut. XRP juga mencatat kenaikan sekitar 2 persen dalam 24 jam.
Dalam sepekan, XRP menguat sekitar 17,2 persen. Pergerakan tersebut menunjukkan pemulihan setelah XRP sempat turun sekitar 6 persen sehari sebelumnya.
Coinpedia juga mencatat harga XRP sempat bergerak di bawah US$1,50. Namun, XRP kemudian kembali menembus level tersebut.
Brad Garlinghouse Tidak Hanya Fokus pada XRP
Garlinghouse menegaskan bahwa dirinya tidak hanya mendukung XRP. Ia mengatakan dirinya optimistis terhadap sejumlah aset kripto.
Menurut Garlinghouse, setiap aset memiliki alasan berbeda yang membuatnya menarik. Karena itu, ia tidak ingin mendapat label sebagai pendukung fanatik XRP.
Ia juga menjelaskan penggunaan XRP dalam pembayaran lintas negara. Menurutnya, XRP bisa menjadi aset penghubung yang efektif dalam kondisi tertentu.
Namun, stablecoin juga dapat memberikan solusi yang lebih sesuai. Garlinghouse menilai kebutuhan pelanggan menentukan pilihan aset yang digunakan.
Pandangan tersebut menunjukkan pendekatan Ripple terhadap kebutuhan pengguna. Dan Ripple tidak harus menggunakan satu aset untuk setiap transaksi.
Ripple Gunakan Beragam Aset dalam Layanan Pembayaran
Ripple kini menyediakan layanan pembayaran yang mendukung beberapa aset digital. Layanannya mencakup RLUSD, USDC, USDT, serta mata uang fiat.
Ripple sebelumnya menyebut total volume pembayaran melalui layanannya telah melewati US$100 miliar. Layanan tersebut juga menjangkau lebih dari 60 pasar.
Selain itu, perusahaan pembayaran Corpay menggunakan layanan Ripple untuk kebutuhan kustodi dan likuiditas RLUSD. Corpay memanfaatkan layanan tersebut untuk penyelesaian transaksi di kawasan Asia Pasifik.
Dengan pendekatan tersebut, klien dapat memilih aset sesuai kebutuhan transaksi. Mereka tidak harus menggunakan XRP untuk setiap pembayaran.
Karena itu, strategi Ripple terlihat lebih luas daripada sekadar mengembangkan ekosistem XRP. Perusahaan juga mengembangkan infrastruktur untuk mendukung berbagai bentuk aset digital.
Garlinghouse Tidak Menganggap Solana sebagai Rival XRP
Garlinghouse juga mengungkapkan kepemilikannya terhadap sejumlah Solana atau SOL. Namun, ia tidak menganggap Solana sebagai pesaing langsung XRP.
Menurut Garlinghouse, aktivitas meme coin membantu menarik likuiditas menuju ekosistem Solana. Ia juga mengaku memiliki hubungan baik dengan Solana Foundation.
Ia melihat perkembangan XRP dan Solana melalui sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, kedua ekosistem dapat berkembang melalui keunggulan masing-masing.
Dengan demikian, Garlinghouse tidak melihat persaingan XRP dan Solana sebagai pertarungan dengan satu pemenang. Ia justru menilai perkembangan teknologi akan menentukan masa depan setiap jaringan.
Pandangan tersebut berbeda dengan sebagian narasi komunitas kripto. Sebagian komunitas sering membandingkan XRP dan Solana dalam persaingan pasar pembayaran.
Kedua jaringan juga menghadapi perkembangan pasar tokenisasi aset. Namun, masing-masing jaringan memiliki pendekatan dan ekosistem yang berbeda.
Strategi Jangka Panjang Menjadi Sorotan
Pernyataan Garlinghouse memberikan gambaran mengenai pandangannya terhadap investasi kripto jangka panjang. Ia tidak mendorong investor untuk hanya mengandalkan XRP.
Sebaliknya, ia menyoroti lima aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Strategi tersebut menempatkan Bitcoin, Ethereum, Tether, BNB, dan XRP sebagai perhatian utama.
Namun, investor tetap perlu memahami risiko setiap aset. Pasar kripto memiliki volatilitas tinggi dan dapat mengalami perubahan harga secara cepat.
Selain itu, kinerja masa lalu tidak menjamin hasil investasi pada masa depan. Investor perlu melakukan riset sebelum mengambil keputusan.
Pandangan Garlinghouse juga menunjukkan perubahan pendekatan industri kripto. Perusahaan seperti Ripple kini menghadirkan berbagai aset untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dengan demikian, XRP tetap memiliki posisi penting bagi Ripple. Namun, Garlinghouse juga melihat peluang dari aset kripto lainnya.
Bagi investor, pernyataan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memahami strategi diversifikasi. Keputusan investasi tetap membutuhkan analisis terhadap risiko, tujuan, dan kondisi pasar.
“Baca Juga: Candi Blandongan: Sejarah dan Keunikan Situs Batujaya“
















