Pronoted.com – Memasuki Oktober 2026, Bitcoin berada pada posisi penting setelah menguat sejak Juli. Pada 1 Oktober, BTC bergerak di sekitar US$83.500.
Pergerakan tersebut membuat pelaku pasar memperhatikan area US$82.900 hingga US$83.000. Seorang analis teknikal yang dikutip Coinpedia menyebut area tersebut sebagai batas penting.
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Sebaliknya, tekanan jual dapat meningkat jika BTC kehilangan area tersebut.
“Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini 29 September 2026: BTC Stabil“
US$83.000 Menjadi Penentu Tren Bitcoin
Analis tersebut menilai US$82.900 hingga US$83.000 sebagai dukungan penting bagi Bitcoin. Area tersebut menjaga pola kenaikan BTC sejak Juli.
Jika harga tetap bertahan, Bitcoin berpeluang menguji US$88.600 hingga US$92.200. Selain itu, BTC juga masih memiliki peluang mencetak rekor baru sebelum mengalami penurunan.
Data UseTheBitcoin menunjukkan kondisi serupa. Bitcoin beberapa kali gagal bertahan di atas US$85.000 karena sebagian investor mengambil keuntungan.
Area US$85.000 hingga US$85.500 kini menjadi batas kenaikan terdekat. Sementara itu, Bitcoin mencatat puncak September di sekitar US$87.300.
Jika BTC turun di bawah US$82.000, pasar dapat memperhatikan area US$80.000. Level tersebut menjadi salah satu batas psikologis penting bagi Bitcoin.
Bitcoin Berpotensi Mengalami Koreksi
Tekanan jual yang lebih kuat dapat membawa Bitcoin menuju US$81.600. Setelah itu, rata-rata pergerakan 50 minggu berada di sekitar US$78.700.
Dalam skenario penurunan lebih dalam, analis melihat area US$63.326 hingga US$74.800. Namun, area tersebut bukan target pasti bagi pergerakan Bitcoin.
Analis hanya menggunakan area tersebut sebagai wilayah yang perlu investor pantau. Koreksi juga dapat menjadi jeda setelah Bitcoin mengalami kenaikan selama beberapa bulan.
Selain itu, pergerakan Bitcoin yang mendatar dapat memberi ruang bagi altcoin. Kondisi tersebut dapat membuat sebagian investor mengalihkan perhatian menuju aset crypto lainnya.
Indikator Jangka Pendek Mulai Melemah
Indikator jangka pendek menunjukkan beberapa tanda pelemahan. UseTheBitcoin mencatat RSI empat jam berada di bawah angka 50.
MACD juga menunjukkan momentum yang mulai berkurang. Namun, tren harian masih menunjukkan kondisi yang lebih kuat.
Bitcoin masih berada di atas rata-rata pergerakan 20, 50, dan 200 hari. Karena itu, pasar perlu melihat pergerakan harga dalam beberapa rentang waktu.
The Crypto Times juga menggunakan True Market Mean sekitar US$77.000 sebagai acuan bawah. Sementara itu, rata-rata harga MVRV berada sekitar US$96.700 sebagai acuan atas.
Oktober Membawa Sentimen Positif dan Risiko Makro
Oktober sering mendapat perhatian karena Bitcoin beberapa kali mencatat kinerja positif. Namun, pola tersebut tidak selalu muncul setiap tahun.
The Crypto Times mencatat Bitcoin justru turun sekitar 3,7% pada Oktober 2025. Pada periode tersebut, BTC sempat mencapai US$126.080 pada 6 Oktober 2025.
Data Glassnode juga menunjukkan area US$84.000 hingga US$85.000 sebagai wilayah penting. Bitcoin perlu kembali menguasai area tersebut untuk memperkuat momentum kenaikan.
Selain itu, BTC belakangan bergerak dalam rentang US$82.800 hingga US$85.000. Penurunan open interest setelah aksi jual besar juga mengurangi risiko likuidasi berantai.
Imbal Hasil Obligasi AS Menekan Aset Berisiko
Faktor ekonomi Amerika Serikat juga memengaruhi pergerakan Bitcoin. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai sekitar 5,29%.
Reuters melaporkan imbal hasil tersebut sempat mencapai 5,34% pada awal Oktober. Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2002.
Imbal hasil tinggi dapat mengurangi minat terhadap aset berisiko. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi Bitcoin dalam mempertahankan momentum.
Namun, ETF Bitcoin spot tetap memberikan dukungan bagi pasar. Data yang dikutip UseTheBitcoin menunjukkan arus masuk sekitar US$3,1 miliar selama sembilan sesi perdagangan.
Total aset kelolaan ETF tersebut juga mencapai sekitar US$108 miliar. Nilai tersebut setara sekitar enam persen dari kapitalisasi pasar Bitcoin.
Keputusan The Fed Jadi Perhatian Berikutnya
Pasar kini menunggu berbagai data ekonomi Amerika Serikat. Keputusan Federal Reserve pada akhir Oktober juga dapat memengaruhi aset crypto.
Karena itu, investor perlu memperhatikan level US$83.000 dalam beberapa hari mendatang. Pergerakan Bitcoin di sekitar level tersebut dapat memberikan gambaran mengenai arah pasar.
Bitcoin memiliki peluang melanjutkan kenaikan jika pembeli mempertahankan dukungan penting. Namun, tekanan jual dapat membuka ruang bagi koreksi menuju level lebih rendah.
Dengan demikian, investor perlu mempertimbangkan pergerakan harga, kondisi ekonomi, dan arus dana ETF secara bersamaan.
Disclaimer: Artikel ini hanya memberikan informasi dan bukan ajakan membeli atau menjual aset crypto. Aset crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi. Investor perlu melakukan riset mandiri serta menggunakan dana sesuai kemampuan risiko masing-masing.
“Baca Juga: Revolusi Industri Eropa: Sejarah, Penyebab, dan Dampaknya“
















