Pronoted.com – Harga Bitcoin (BTC) pada Selasa, 29 September 2026, mencapai Rp1.493.225.090 per koin. Nilai tersebut setara US$82.957 dengan kurs jual e-Rate BCA Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Pintu Market pukul 09.40 WIB, Bitcoin hanya naik 0,03% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan tersebut menunjukkan BTC masih bergerak relatif datar setelah tekanan pada awal pekan.
“Baca Juga: Harga Ethereum Hari Ini 29 September 2026: ETH Naik“
Harga Bitcoin Hari Ini, 29 September 2026
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga | US$82.957 |
| Harga dalam Rupiah | Rp1.493.225.090 |
| Perubahan 24 Jam | +0,03% |
| Kapitalisasi Pasar | Rp30.007 triliun |
| Volume 24 Jam | Rp721 triliun |
| Suplai Beredar | 20.090.790 BTC |
| Suplai Maksimum | 21.000.000 BTC |
Bitcoin sempat bergerak di sekitar US$84.000 sebelum mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. Setelah itu, harga kembali bertahan di sekitar US$82.957.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai Rp30.007 triliun. Angka tersebut tetap menempatkan Bitcoin sebagai aset kripto dengan nilai pasar terbesar.
Volume perdagangan global Bitcoin mencapai Rp721 triliun dalam 24 jam terakhir. Angka tersebut meningkat dari Rp674,17 triliun pada Jumat, 25 September 2026.
Bitcoin memiliki suplai beredar sebanyak 20.090.790 BTC. Jumlah tersebut mencapai sekitar 95,7% dari batas maksimum 21 juta BTC.
Ketegangan AS dan Iran Menekan Bitcoin
Bitcoin menghadapi tekanan ketika sentimen geopolitik kembali memanas. Yahoo Finance mencatat harga BTC turun pada Senin, 28 September 2026.
Bitcoin sempat bergerak dari sekitar US$84.457 menuju US$82.958 pada pagi hari waktu Amerika Serikat. Pergerakan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal gencatan senjata tujuh hari dari Iran.
Penolakan tersebut kembali memengaruhi harapan pasar terhadap meredanya konflik Timur Tengah. Kondisi itu kemudian meningkatkan perhatian investor terhadap aset berisiko.
Selain itu, dolar AS yang kuat turut memberikan tekanan terhadap Bitcoin. Imbal hasil obligasi AS yang tinggi juga membuat aset tanpa imbal hasil langsung menghadapi tantangan.
Harga minyak Brent bahkan kembali melewati US$100 per barel. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan kebijakan suku bunga.
Karena itu, pasar kripto masih menghadapi sejumlah faktor eksternal menjelang Oktober.
Posisi Long Bitcoin Mencapai US$4,35 Miliar
Selain sentimen geopolitik, struktur posisi perdagangan Bitcoin juga menjadi perhatian. BeInCrypto mencatat posisi long Binance mencapai sekitar US$4,35 miliar.
Posisi tersebut terkumpul hingga area US$74.170. Jumlah posisi long itu jauh lebih besar dibandingkan posisi short di bawah harga Bitcoin saat ini.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko likuidasi berantai ketika harga BTC turun secara tajam. Karena itu, pelaku pasar perlu memperhatikan level harga penting dalam beberapa hari mendatang.
BeInCrypto memantau support Bitcoin di sekitar US$80.811. Sementara itu, resistance terdekat berada di US$87.360 dan US$90.288.
Jika tekanan jual meningkat, Bitcoin dapat menguji kembali area support tersebut. Sebaliknya, peningkatan permintaan dapat mendorong BTC mendekati area resistance.
Data Pemegang Jangka Panjang Mulai Positif
Di tengah tekanan pasar, sejumlah data jaringan Bitcoin menunjukkan perkembangan positif. Data tersebut mencatat perubahan posisi bersih pemegang jangka panjang kembali positif sejak 31 Agustus.
Angka tersebut mencapai 23.172 BTC pada 27 September 2026. Data itu menunjukkan sebagian pemegang Bitcoin jangka panjang kembali menambah kepemilikan.
Namun, investor juga perlu memperhatikan arus dana ETF Bitcoin spot. BeInCrypto mencatat arus masuk ETF tersebut melambat dalam beberapa sesi terakhir.
Selain itu, pasar juga memasuki periode yang sering mendapat perhatian pada Oktober. Pelaku pasar kripto kerap menyebut periode tersebut sebagai “Uptober”.
Data historis menunjukkan Bitcoin mencatat kenaikan pada 10 dari 15 Oktober sebelumnya. Median kenaikannya mencapai 11,2% dalam periode tersebut.
Namun, data historis tidak menjamin pola yang sama kembali terjadi. Kondisi pasar saat ini tetap bergantung pada sentimen ekonomi dan geopolitik.
Bitcoin Masih Mencari Arah Menjelang Oktober
Harga Bitcoin saat ini menunjukkan pergerakan yang relatif stabil di sekitar US$82.957. Namun, pasar masih menghadapi tekanan dari faktor geopolitik dan kondisi ekonomi global.
Di sisi lain, data pemegang jangka panjang memberikan perkembangan yang perlu diperhatikan. Posisi perdagangan dan arus ETF juga dapat memengaruhi pergerakan BTC berikutnya.
Karena itu, pelaku pasar perlu memantau level US$80.811 sebagai support. Mereka juga perlu memperhatikan US$87.360 dan US$90.288 sebagai resistance.
Dengan demikian, Bitcoin memasuki akhir September dengan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga. Investor tetap perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan transaksi.
Pasar kripto memiliki volatilitas tinggi. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan risiko sebelum menggunakan dana untuk transaksi aset kripto.
“Baca Juga: Fa Hien: Sejarah Hidup dan Perjalanan ke Nusantara“
















