Pronoted.com – Harga saham Google dengan kode GOOG melemah pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026. Saham kelas C Alphabet tersebut ditutup pada US$344,86 per lembar, turun 0,72% dari sesi sebelumnya.
Berdasarkan data StockAnalysis.com dalam laporan ini, harga GOOG turun US$2,51 dari penutupan sebelumnya sebesar US$347,37. Sementara itu, kapitalisasi pasar Alphabet mencapai sekitar US$4,24 triliun.
Bursa saham Amerika Serikat telah menutup perdagangan Kamis dan akan kembali beroperasi pada Jumat waktu New York. Karena itu, harga penutupan Kamis menjadi acuan dalam laporan harga saham Google pada Jumat, 9 Oktober 2026.
“Baca Juga: Harga Tembaga 1 Kg Hari Ini dan Faktor Penggeraknya“
1. Harga Saham Google Hari Ini, 9 Oktober 2026
Berikut rangkuman pergerakan saham GOOG berdasarkan data perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026.
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | US$344,86 |
| Perubahan harian | -US$2,51 (-0,72%) |
| Penutupan sebelumnya | US$347,37 |
| Harga pembukaan | US$349,65 |
| Harga tertinggi | US$353,53 |
| Harga terendah | US$343,51 |
| Harga after-hours | US$345,29 (+0,12%) |
| Kapitalisasi pasar | US$4,24 triliun |
| Volume perdagangan | 13,99 juta saham |
Selama perdagangan reguler, GOOG sempat dibuka pada US$349,65. Namun, tekanan jual kemudian membawa harga saham tersebut turun hingga US$343,51.
Meski demikian, saham GOOG menunjukkan sedikit pemulihan setelah perdagangan reguler berakhir. Harga after-hours mencapai US$345,29 atau naik 0,12%.
2. Kapitalisasi Pasar Alphabet Capai US$4,24 Triliun
Alphabet, perusahaan induk Google, memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$4,24 triliun. CompaniesMarketCap.com menempatkan Alphabet di peringkat ketiga perusahaan paling bernilai di dunia berdasarkan data dalam laporan ini.
Dari sisi valuasi, StockAnalysis.com mencatat rasio harga terhadap laba atau P/E Alphabet sekitar 17,37 kali.
Sementara itu, saham GOOG bergerak dalam rentang US$236,69 hingga US$404,47 selama 52 minggu terakhir. Dengan harga penutupan US$344,86, saham tersebut masih berada sekitar 15% di bawah rekor tertingginya.
Angka tersebut memberikan gambaran mengenai pergerakan harga saham Google selama setahun terakhir. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar dan prospek bisnis Alphabet sebelum mengambil keputusan investasi.
3. Google Perkenalkan Agen Gemini untuk Kebutuhan Bisnis
Google memperkenalkan agen Gemini terpadu untuk kebutuhan kerja dalam acara Gemini at Work 2026 pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurut TechCrunch, agen AI tersebut mampu merencanakan pekerjaan, membagi tugas kepada agen pendukung, dan menggunakan beberapa model AI sekaligus.
Selain itu, Google menghadirkan integrasi dengan berbagai layanan bisnis. Beberapa di antaranya mencakup Google Workspace, Microsoft 365, Slack, BigQuery, dan Snowflake.
Google memprioritaskan pelanggan bisnis untuk peluncuran awal. Sementara itu, perusahaan belum menentukan tanggal pasti untuk menghadirkan versi konsumen.
Google juga menyebut Gemini telah memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan. Selain itu, hampir 90% perusahaan Fortune 100 sudah menggunakan Gemini Enterprise.
TipRanks menilai peluncuran tersebut memperkuat posisi Google dalam persaingan agen AI. Namun, Alphabet tetap perlu menghadapi persaingan dari perusahaan teknologi lain, termasuk Meta.
Dari sisi bisnis, Google Cloud mencatat pendapatan US$24,8 miliar pada kuartal kedua 2026. Angka tersebut meningkat 82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, TipRanks mencatat konsensus Strong Buy untuk saham Alphabet. Penilaian tersebut berasal dari 25 rekomendasi Buy dan empat rekomendasi Hold selama tiga bulan terakhir.
Analis juga menetapkan target harga rata-rata US$427,04. Target tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 22% dari harga acuan dalam laporan.
Meski demikian, target analis bukan jaminan keuntungan. Investor tetap perlu mempertimbangkan risiko dan perubahan kondisi pasar.
4. Waymo Mendapat Pinjaman US$5 Miliar untuk Ekspansi
Kabar lain datang dari Waymo, perusahaan kendaraan otonom milik Alphabet. Menurut TechCrunch, Waymo memperoleh pinjaman berjangka senilai US$5 miliar pada 8 Oktober 2026.
PIMCO dan Blackstone memimpin pendanaan tersebut. Sejumlah lembaga lain, termasuk Sixth Street, Apollo, Blue Owl, dan T. Rowe Price, turut berpartisipasi.
Waymo berencana menggunakan dana tersebut untuk memperluas layanan di pasar yang sudah beroperasi. Perusahaan juga menargetkan ekspansi ke Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
Sebelumnya, Waymo menghimpun pendanaan ekuitas US$16 miliar pada Februari 2026. Pendanaan tersebut menempatkan valuasi perusahaan pada US$126 miliar.
Menurut TipRanks, total pendanaan Waymo sepanjang 2026 mencapai US$21 miliar. Perusahaan kini beroperasi di 15 pasar Amerika Serikat dan bersiap memasuki London serta Tokyo.
Waymo menargetkan peluncuran komersial di Tokyo pada 2027. Jumlah perjalanan berbayar mingguannya juga meningkat dari lebih dari 400.000 pada Februari menjadi lebih dari 500.000 pada September.
Namun, Waymo masih menghadapi penyelidikan regulator keselamatan Amerika Serikat. Karena itu, investor perlu memantau perkembangan regulasi selain potensi pertumbuhan bisnis kendaraan otonom.
5. Prospek Saham Google dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Pergerakan saham GOOG pada 8 Oktober menunjukkan pelemahan harga meskipun Alphabet memiliki sejumlah pendorong pertumbuhan bisnis.
Pengembangan agen Gemini berpotensi memperkuat bisnis AI Google. Selain itu, ekspansi Waymo membuka peluang pertumbuhan di sektor kendaraan otonom.
Namun, investor juga perlu mempertimbangkan persaingan teknologi, risiko regulasi, dan perubahan sentimen pasar. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi kinerja saham Alphabet ke depan.
Dengan demikian, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan target harga analis. Pemeriksaan laporan keuangan, perkembangan bisnis, valuasi, dan toleransi risiko juga penting sebelum mengambil keputusan.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang. Selalu lakukan riset mandiri sebelum membeli atau menjual saham maupun aset investasi lainnya.
“Baca Juga: Tidur dengan Mata Terbuka: Penyebab dan Risikonya“














