Pronoted.com – Harga ETF Invesco QQQ Trust (QQQ) melemah pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026. Tekanan jual saham semikonduktor mendorong penurunan indeks Nasdaq-100 dan menekan harga ETF tersebut.
QQQ mengakhiri perdagangan di level US$747,58, turun US$10,15 atau 1,34% dari penutupan sebelumnya. Bursa saham Amerika Serikat telah mengakhiri sesi Kamis dan akan kembali beroperasi pada Jumat waktu New York.
Data berikut mengacu pada harga penutupan Kamis, 8 Oktober 2026, dengan pembaruan informasi pada Jumat, 9 Oktober 2026.
“Baca Juga: Harga Saham Google Hari Ini Turun ke US$344,86“
Harga QQQ Hari Ini, 9 Oktober 2026
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | US$747,58 |
| Perubahan harian | -US$10,15 (-1,34%) |
| Penutupan sebelumnya | US$757,73 |
| Harga pembukaan | US$753,97 |
| Rentang perdagangan | US$743,23–US$757,18 |
| Harga setelah jam perdagangan | US$747,73 (+0,02%) |
| AUM atau total aset dana | US$505,19 miliar |
| Rasio biaya tahunan | 0,18% |
| Volume perdagangan | Sekitar 49,69 juta unit |
Menurut data StockAnalysis.com, QQQ membuka perdagangan pada US$753,97. Selanjutnya, harga bergerak dalam rentang US$743,23 hingga US$757,18 sebelum menutup sesi pada US$747,58.
Sementara itu, perdagangan setelah jam bursa menunjukkan kenaikan tipis ke US$747,73. Pergerakan tersebut setara dengan kenaikan sekitar 0,02% dari harga penutupan reguler.
Aset QQQ Capai US$505,19 Miliar
QQQ menjadi salah satu ETF terbesar yang mengikuti indeks Nasdaq-100. StockAnalysis.com mencatat total aset dana tersebut mencapai sekitar US$505,19 miliar.
ETF ini memegang 104 efek dan menerapkan rasio biaya tahunan sebesar 0,18%. Dalam periode 52 minggu, harga QQQ bergerak antara US$555,60 dan US$762,86.
Dengan demikian, harga penutupan terbaru berada sekitar 2% di bawah rekor tertinggi 52 minggu tersebut.
Konsentrasi aset QQQ juga cukup tinggi pada sejumlah perusahaan teknologi besar. Sepuluh kepemilikan terbesarnya mencakup sekitar 46,84% dari total aset dana.
Nvidia memimpin daftar tersebut dengan porsi 8,49%. Selanjutnya, Apple menyumbang 7,17%, sedangkan Microsoft memiliki porsi 5,79%.
Micron dan AMD juga masuk dalam daftar kepemilikan utama, masing-masing dengan porsi 4,80% dan 4,31%. Karena itu, perubahan harga saham teknologi besar dapat memengaruhi kinerja QQQ secara signifikan.
Laporan Pendapatan OpenAI Tekan Saham Semikonduktor
Tekanan utama terhadap QQQ muncul setelah laporan pendapatan OpenAI memicu kekhawatiran investor. Laporan Financial Times menyebut pendapatan tahunan OpenAI sekitar US$20 miliar di bawah angka yang sebelumnya diindikasikan.
Bloomberg, melalui laporan yang dikutip swissinfo.ch, memperkirakan pendapatan tahunan OpenAI berada di kisaran US$50 miliar. Angka tersebut lebih rendah daripada laporan sebelumnya yang menyebut pendapatan hampir US$70 miliar.
Kabar tersebut mendorong investor menjual sejumlah saham semikonduktor. Nvidia turun hampir 3%, AMD melemah hampir 4%, sedangkan Oracle anjlok lebih dari 5%.
Indeks semikonduktor atau SOX juga merosot 3,4%. Selain itu, Arm, Intel, dan Marvell masing-masing kehilangan lebih dari 6%, sementara Micron turun lebih dari 5%.
Tekanan tersebut turut menyeret indeks Nasdaq-100 turun 1,4% ke 30.725,81. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,5% ke 7.765,36, sedangkan Dow Jones justru naik 0,1% ke 51.231,64.
Matt Maley dari Miller Tabak menilai investor mulai mempertanyakan keberlanjutan belanja kecerdasan buatan atau AI. Namun, Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS tetap melihat peluang pertumbuhan AI, sembari mengingatkan risiko konsentrasi portofolio.
Lonjakan Harga Minyak Tambah Tekanan Pasar
Selain saham teknologi, kenaikan harga energi turut memengaruhi sentimen investor. Data StockTwits mencatat harga minyak Brent naik 4,1% menjadi US$104,28 per barel.
Sementara itu, minyak WTI menguat 3,6% ke US$91,49 per barel. Kenaikan tersebut menambah kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turun sekitar 5–6 basis poin menjadi 5,23%. Meski demikian, level tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Sejumlah pengamat juga memperingatkan risiko gelembung investasi AI. Karena itu, investor perlu mencermati valuasi saham teknologi dan kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan.
The Fed Beri Sinyal Kebijakan Suku Bunga Ketat
Pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve atau The Fed turut memengaruhi prospek pasar. Gubernur The Fed Christopher Waller menilai kenaikan suku bunga lanjutan mungkin diperlukan.
Presiden Federal Reserve St. Louis Alberto Musalem juga memperkirakan kenaikan suku bunga dalam enam hingga sembilan bulan mendatang. Namun, ia tidak secara tegas mendukung kenaikan pada rapat bulan ini.
Kombinasi harga energi tinggi, kekhawatiran pendapatan AI, dan kebijakan moneter ketat dapat meningkatkan volatilitas saham teknologi. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi pergerakan QQQ dalam perdagangan berikutnya.
Investor sebaiknya memantau keputusan The Fed, laporan keuangan kuartal ketiga, serta perkembangan harga minyak. Selain itu, diversifikasi portofolio dapat membantu mengurangi risiko konsentrasi pada saham teknologi.
Catatan investasi: QQQ memberikan eksposur terhadap perusahaan besar dalam indeks Nasdaq-100, tetapi konsentrasi sektor teknologi dapat meningkatkan volatilitas. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil mendatang, sehingga investor perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.
“Baca Juga: Jadwal Liga Inggris 10–13 Oktober 2026: Arsenal vs Leeds“














