Pronoted.com – Harga saham Nvidia (NVDA) melemah pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026. Saham perusahaan semikonduktor tersebut ditutup pada US$230,48 per lembar.
Berdasarkan data StockAnalysis.com, harga NVDA turun US$6,99 atau 2,94% dari penutupan sebelumnya sebesar US$237,47. Tekanan jual saham teknologi, terutama sektor kecerdasan buatan (AI), turut membebani pergerakan Nvidia.
Pasar Amerika Serikat telah menutup sesi perdagangan Kamis. Bursa akan kembali beroperasi pada Jumat waktu New York.
Sementara itu, harga NVDA pada perdagangan setelah penutupan atau after-hours bergerak naik tipis ke US$230,75. Pergerakan tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 0,12%.
“Baca Juga: Harga Emas 24 Karat Hari Ini 11 Oktober 2026 per Gram“
1. Pergerakan Harga Saham Nvidia pada 8 Oktober 2026
Saham Nvidia membuka perdagangan pada harga US$234,92. Sepanjang sesi, harga saham bergerak dalam rentang US$229,85 hingga US$237,07.
Namun, tekanan jual terus berlanjut hingga penutupan perdagangan. Volume transaksi reguler mencapai sekitar 118,7 juta saham, lebih tinggi dibandingkan beberapa sesi sebelumnya.
Berikut ringkasan pergerakan saham Nvidia berdasarkan data yang tersedia.
| Data perdagangan | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | US$230,48 |
| Perubahan harian | -2,94% |
| Penutupan sebelumnya | US$237,47 |
| Harga pembukaan | US$234,92 |
| Kisaran harga harian | US$229,85–US$237,07 |
| Harga after-hours | US$230,75 |
| Kapitalisasi pasar | Sekitar US$5,57 triliun |
| Volume perdagangan reguler | Sekitar 118,7 juta saham |
Menurut StockAnalysis.com, kapitalisasi pasar Nvidia mencapai sekitar US$5,57 triliun. Sementara itu, CompaniesMarketCap.com menempatkan Nvidia sebagai perusahaan dengan nilai pasar terbesar di dunia.
Setelah koreksi tersebut, harga NVDA berada sekitar 5% di bawah rekor tertinggi 52 minggu sebesar US$243,37. Dalam periode yang sama, saham Nvidia bergerak antara US$164,27 dan US$243,37.
Data yang tersedia juga mencatat rasio P/E Nvidia sekitar 29,14 kali. Sementara itu, rasio P/E berdasarkan proyeksi laba mencapai sekitar 19,06 kali.
2. Laporan Pendapatan OpenAI Memicu Tekanan Saham AI
Salah satu pemicu pelemahan saham Nvidia berkaitan dengan laporan pendapatan OpenAI. Informasi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap perkembangan bisnis AI dan belanja infrastruktur teknologi.
Quartz, melalui laporan yang dimuat Yahoo Finance pada 8 Oktober 2026, menyebut pendapatan tahunan OpenAI mencapai sekitar US$50 miliar pada akhir September. Angka tersebut lebih rendah daripada US$68 miliar yang sebelumnya banyak dikutip.
Financial Times pertama kali melaporkan angka US$50 miliar tersebut. Sementara itu, sumber CNBC menjelaskan bahwa angka US$68 miliar sebelumnya turut memasukkan pendapatan kotor dari perusahaan mitra.
Dengan demikian, perbedaan angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan hilangnya penjualan OpenAI. Namun, kabar itu tetap memicu kekhawatiran di pasar saham teknologi.
Oracle mengalami penurunan lebih dari 5% pada perdagangan yang sama. Indeks Nasdaq juga melemah sekitar 1,4% pada perdagangan siang.
Meski demikian, sejumlah analis menilai reaksi pasar terlalu berlebihan. Stocktwits mengutip Daniel Newman, CEO The Futurum Group, yang mengaitkan selisih angka tersebut dengan perbedaan perhitungan pendapatan.
Newman memperkirakan OpenAI masih berpotensi mencapai pendapatan tahunan berjalan sebesar US$70 miliar hingga US$90 miliar pada akhir tahun. Selain itu, presentasi investor OpenAI mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan berjalan sebesar 77% secara keseluruhan.
Segmen perusahaan atau enterprise bahkan mencatat pertumbuhan sebesar 107% sepanjang kuartal ketiga. Angka tersebut menunjukkan bahwa bisnis AI masih memiliki peluang pertumbuhan.
Di sisi lain, konsensus 61 analis versi StockAnalysis.com menempatkan Nvidia pada rekomendasi Strong Buy. Mereka menetapkan target harga rata-rata US$328,72 per saham.
3. Nvidia Siapkan Komitmen US$1 Miliar untuk Riset Sains
Di tengah tekanan pasar, Nvidia mengumumkan komitmen US$1 miliar selama lima tahun untuk mendukung penelitian sains dan komputasi kuantum di Amerika Serikat.
Melalui rilis resmi yang didistribusikan GlobeNewswire pada 8 Oktober 2026, Nvidia menjelaskan rencana dukungan bagi institusi penelitian perguruan tinggi. Perusahaan juga akan mendukung inisiatif kuantum Amerika Serikat dan penyedia layanan komputasi awan.
Nvidia menyampaikan pengumuman tersebut dalam acara “Science: A New Golden Age” di Washington, D.C. CEO Jensen Huang menyebut Genesis Mission sebagai langkah penting bagi perkembangan penelitian ilmiah Amerika.
The Quantum Insider juga melaporkan keterlibatan Nvidia dalam pembangunan superkomputer penelitian untuk Departemen Energi Amerika Serikat. Fasilitas tersebut berada di Argonne National Laboratory.
Menurut NewsBytes, komitmen Nvidia menjadi bagian dari total US$2,4 miliar kredit komputasi dari 11 perusahaan teknologi. Nvidia menjadi kontributor terbesar dalam kelompok tersebut.
Sejumlah perusahaan lain juga memberikan dukungan. AMD menjanjikan US$500 juta, OpenAI US$200 juta, sedangkan Anthropic dan Google masing-masing US$150 juta.
Komitmen tersebut memperkuat keterlibatan Nvidia dalam penelitian AI dan komputasi tingkat lanjut. Namun, investor tetap perlu memperhatikan kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan bisnisnya.
4. Prospek Infrastruktur AI Masih Menjadi Perhatian Investor
Meskipun Nvidia memiliki peluang pertumbuhan dari penelitian AI, keberlanjutan belanja infrastruktur tetap menjadi perhatian pasar.
The Motley Fool, dalam ulasan pada 8 Oktober 2026, menyoroti ketidakpastian siklus pembangunan infrastruktur AI. Perusahaan teknologi besar perlu menghasilkan keuntungan memadai dari investasi komputasi mereka.
Jika belanja modal perusahaan teknologi tidak menghasilkan imbal hasil sesuai harapan, pasar dapat kembali mempertanyakan prospek sektor AI. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi permintaan terhadap chip Nvidia.
Karena itu, investor perlu memantau perkembangan belanja modal perusahaan teknologi besar. Mereka juga perlu memperhatikan laporan keuangan Nvidia dan permintaan chip untuk pusat data.
Kesimpulan: Saham Nvidia Menghadapi Tekanan Sektor AI
Harga saham Nvidia turun 2,94% ke US$230,48 pada perdagangan 8 Oktober 2026. Laporan pendapatan OpenAI memicu kekhawatiran investor, meskipun sebagian analis menilai reaksi pasar terlalu berlebihan.
Di sisi lain, komitmen Nvidia sebesar US$1 miliar untuk penelitian sains menunjukkan perluasan peran perusahaan dalam ekosistem AI. Namun, keberlanjutan investasi infrastruktur tetap menjadi faktor penting bagi prospek bisnisnya.
Investor sebaiknya memantau perkembangan pendapatan AI, belanja modal perusahaan teknologi, dan kinerja keuangan Nvidia. Target harga analis merupakan proyeksi, bukan jaminan keuntungan.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi, bukan rekomendasi investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa depan. Investor perlu melakukan riset mandiri dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan.
“Baca Juga: Jadwal La Liga 2026/2027: Laga dan Hasil Terbaru“
















