Pronoted.com – Berlian sering menjadi simbol kemewahan dan kekayaan yang bertahan lama. Namun, pergerakan harga dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa berlian belum tentu menjadi pilihan investasi yang menguntungkan.
Menurut analisis BeInCrypto pada 12 Oktober 2026, investasi berlian senilai US$100 sejak 2011 kini hanya bernilai sekitar US$30. Sebaliknya, nilai investasi dengan nominal yang sama pada emas meningkat menjadi sekitar US$216.
Sementara itu, investasi perak senilai US$100 pada periode yang sama kini mencapai sekitar US$122. Perbedaan tersebut memperlihatkan kinerja berlian yang tertinggal dibandingkan kedua logam mulia tersebut.
“Baca Juga: US$856 Juta Stablecoin Keluar, Pasar Kripto Tertekan?“
Lantas, mengapa berlian mengalami penurunan nilai yang tajam? Selain itu, apakah emas dan perak masih menawarkan keunggulan sebagai penyimpan nilai?
1. Harga Berlian Tertekan akibat Persaingan Berlian Laboratorium
Harga berlian menghadapi tekanan besar seiring meningkatnya popularitas berlian hasil laboratorium. Berlian laboratorium memiliki komposisi kimia dan struktur kristal yang sama dengan berlian alam.
Namun, produsen dapat menghasilkan berlian laboratorium melalui proses industri. Kemampuan tersebut menambah pasokan alternatif dan menekan harga di pasar.
Diamond Standard Index Bloomberg, yang melacak berlian kelas investasi, mencapai level terendah dalam lebih dari 20 tahun. Kondisi ini memperlihatkan besarnya tekanan yang melanda industri berlian.
Data analis industri Edahn Golan untuk kuartal III 2026 menunjukkan harga grosir berlian laboratorium bersertifikat satu karat berada di kisaran US$76–US$87.
Selain itu, perubahan preferensi konsumen turut memperkuat persaingan. Survei The Knot menunjukkan bahwa 61% pasangan di Amerika Serikat yang menikah pada 2025 memilih berlian laboratorium untuk cincin tunangan.
Akibatnya, berlian alam menghadapi persaingan harga yang semakin ketat. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan dengan karakteristik serupa dan biaya yang lebih rendah.
2. De Beers Menghadapi Tekanan Bisnis
Penurunan harga berlian turut memengaruhi perusahaan besar dalam industri tersebut. Salah satunya adalah De Beers, perusahaan yang selama puluhan tahun mengelola pasokan berlian alam.
De Beers pernah memiliki nilai sekitar US$13 miliar pada 2011. Namun, laporan New York Post menyebut nilai perusahaan tersebut berpotensi menyusut menjadi sekitar US$1 miliar dalam pembicaraan penjualan.
Perubahan tersebut menggambarkan tantangan besar bagi industri berlian alam. Strategi pengendalian pasokan tidak lagi menghadapi kondisi pasar yang sama seperti sebelumnya.
Kini, berlian laboratorium menawarkan alternatif yang lebih terjangkau. Karena itu, produsen berlian alam perlu menghadapi perubahan permintaan dan persaingan harga yang semakin kuat.
3. Emas dan Perak Turun, tetapi Menghadapi Faktor Berbeda
Emas dan perak juga mengalami koreksi harga sepanjang 2026. Meski demikian, penyebab tekanan terhadap kedua logam mulia tersebut berbeda dari persoalan yang dihadapi berlian.
Dalam laporan tersebut, harga emas berada di sekitar US$4.157, atau sekitar 23% di bawah puncaknya pada Januari. Sementara itu, harga perak mencapai US$60,46 setelah turun hampir separuh dari rekor di atas US$116.
Tekanan terhadap emas dan perak berkaitan dengan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Ketika obligasi menawarkan imbal hasil lebih tinggi, sebagian investor dapat mengalihkan dana dari aset yang tidak memberikan bunga.
Namun, pasokan emas tidak dapat meningkat melalui proses produksi pabrik seperti berlian laboratorium. Penambang harus menemukan dan mengolah sumber daya alam untuk menambah pasokan emas.
Selain itu, permintaan institusional terhadap emas masih menunjukkan dukungan. Laporan tersebut menyebut bank sentral China mencatat pembelian emas bulanan terbesar sejak 2023 pada September 2026.
Perbedaan ini penting bagi investor. Harga berlian menghadapi tekanan dari bertambahnya alternatif murah, sedangkan emas dan perak lebih terpengaruh oleh kondisi ekonomi dan kebijakan moneter.
Meski demikian, harga logam mulia tetap dapat berubah tajam. Investor tidak boleh menganggap emas atau perak selalu menghasilkan keuntungan.
4. Likuiditas Membuat Emas Lebih Mudah Diperjualbelikan
Selain pergerakan harga, kemudahan menjual kembali menjadi faktor penting dalam investasi. Dalam aspek ini, emas memiliki keunggulan dibandingkan berlian.
Pasar emas menggunakan harga acuan global yang membantu pembeli dan penjual menentukan nilai transaksi. Sebaliknya, pasar berlian tidak memiliki satu patokan harga yang berlaku untuk semua batu.
Penjual dan pembeli biasanya mempertimbangkan karakteristik setiap berlian secara terpisah. Faktor seperti ukuran, warna, kejernihan, dan kualitas potongan dapat memengaruhi harga.
Analis berlian Paul Zimnisky menjelaskan kepada Marketplace bahwa penjual biasanya hanya memperoleh kembali sekitar separuh harga pembelian berlian. Karena itu, ia tidak menyarankan sebagian besar berlian sebagai instrumen investasi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga beli tidak selalu mencerminkan nilai jual kembali. Investor perlu memperhitungkan selisih harga ketika membeli dan menjual berlian.
Sebaliknya, pasar emas memiliki mekanisme penilaian yang lebih transparan. Kondisi tersebut membantu investor memperkirakan nilai aset ketika ingin mencairkan investasinya.
5. Harga Berlian Alam Mulai Stabil, tetapi Pemulihan Belum Pasti
Meskipun menghadapi tekanan, pasar berlian alam menunjukkan sedikit perbaikan. Rapaport mencatat indeks RAPI untuk berlian satu karat naik 0,46% pada September 2026.
Kategori K-M VS mencatat kenaikan terbesar, yaitu sekitar 3,9%. Namun, kenaikan bulanan tersebut belum cukup untuk membuktikan pemulihan industri secara menyeluruh.
Edahn Golan menilai perkembangan tersebut baru menunjukkan tahap awal stabilisasi. Dengan demikian, investor masih perlu mengamati pergerakan harga dalam beberapa periode berikutnya.
Selain harga, investor juga perlu memperhatikan permintaan konsumen dan persaingan berlian laboratorium. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi kemampuan berlian alam mempertahankan nilainya.
Kesimpulan: Apakah Berlian Layak Menjadi Investasi?
Data yang dikutip BeInCrypto menunjukkan bahwa berlian mengalami penurunan nilai yang jauh lebih besar dibandingkan emas dan perak sejak 2011. Persaingan berlian laboratorium turut menekan harga dan mengubah preferensi konsumen.
Sementara itu, emas dan perak menghadapi tekanan yang lebih berkaitan dengan kondisi ekonomi dan kebijakan moneter. Keduanya juga menawarkan mekanisme penetapan harga yang relatif lebih transparan.
Karena itu, investor perlu membedakan fungsi perhiasan dan tujuan investasi sebelum membeli berlian. Berlian dapat memiliki nilai emosional dan estetika, tetapi karakteristik tersebut tidak menjamin keuntungan finansial.
Pada akhirnya, investor perlu mempertimbangkan likuiditas, biaya transaksi, risiko harga, dan kemudahan penjualan kembali. Lakukan riset mandiri sebelum memilih aset untuk menyimpan atau mengembangkan kekayaan.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Harga aset dapat berubah sewaktu-waktu, sedangkan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa depan. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
“Baca Juga: Sejarah Bangsa Maya: Budaya, Teknologi, dan Kejayaannya“
















