Harga minyak dunia bergerak melemah pada Senin, 12 Oktober 2026. Data Trading Economics mencatat minyak mentah Brent berada di level US$103,16 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$90,28 per barel.
Kedua acuan harga minyak tersebut mencatat perubahan negatif. Brent turun 1,49%, sementara WTI melemah 1,71% berdasarkan data yang tersedia.
Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena harga minyak memengaruhi sektor energi dan perekonomian global. Selain itu, perubahan harga minyak dapat berdampak pada biaya transportasi, produksi, serta inflasi di berbagai negara.
“Baca Juga: Saham Nvidia Turun 2,94% ke US$230,48, Ini Pemicunya“
Tabel Harga Minyak Dunia Hari Ini
Berikut daftar harga minyak mentah Brent dan WTI pada Senin, 12 Oktober 2026.
| Jenis Minyak | Harga per Barel | Perubahan |
|---|---|---|
| Brent Crude | US$103,16 | -1,49% |
| WTI Crude | US$90,28 | -1,71% |
Brent menjadi acuan harga minyak yang banyak digunakan di pasar internasional. Sementara itu, WTI merupakan acuan utama untuk minyak mentah Amerika Serikat.
Berdasarkan data tersebut, harga Brent masih lebih tinggi daripada WTI. Selisih harga keduanya mencapai US$12,88 per barel.
Namun, harga minyak dapat berubah mengikuti perkembangan pasar. Karena itu, investor dan pelaku industri perlu memantau pembaruan harga secara berkala sebelum mengambil keputusan.
Faktor yang Memengaruhi Harga Minyak Dunia
Sejumlah faktor dapat memengaruhi pergerakan harga minyak mentah di pasar global. Berikut beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan.
1. Kebijakan Produksi OPEC+
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama sejumlah produsen mitra membentuk kelompok OPEC+. Keputusan kelompok ini mengenai produksi dapat memengaruhi pasokan minyak dunia.
Jika produsen mengurangi pasokan, harga minyak berpotensi meningkat ketika permintaan tetap kuat. Sebaliknya, peningkatan produksi dapat menekan harga apabila pasokan melebihi kebutuhan pasar.
2. Ketegangan Geopolitik
Konflik dan ketegangan politik di kawasan penghasil minyak dapat mengganggu produksi maupun distribusi energi. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan pasokan.
Karena itu, pelaku pasar biasanya memantau perkembangan geopolitik untuk memperkirakan arah harga minyak selanjutnya.
3. Permintaan Energi Global
Aktivitas ekonomi turut menentukan kebutuhan minyak dunia. Pertumbuhan ekonomi di negara konsumen besar, seperti Amerika Serikat dan China, dapat meningkatkan permintaan energi.
Sebaliknya, perlambatan ekonomi dapat menekan konsumsi minyak. Akibatnya, harga minyak berpotensi melemah ketika permintaan pasar menurun.
Alternatif Memantau Sektor Energi melalui Saham Tertokenisasi
Selain mengikuti harga minyak mentah, investor dapat memantau pergerakan perusahaan energi. Salah satu contohnya adalah Chevron Corporation, perusahaan energi yang sahamnya memiliki kode CVX.
Pintu Market menawarkan akses ke saham tertokenisasi Chevron melalui instrumen CVXON. Instrumen tersebut memberikan eksposur terhadap pergerakan harga saham Chevron melalui teknologi blockchain.
Namun, saham tertokenisasi berbeda dari kepemilikan saham konvensional. Investor perlu memahami mekanisme produk, biaya transaksi, likuiditas, serta risiko yang menyertainya.
Harga saham Chevron juga tidak selalu bergerak searah dengan harga minyak mentah. Kinerja perusahaan, kondisi pasar saham, dan faktor bisnis lainnya turut memengaruhi pergerakannya.
Oleh karena itu, investor sebaiknya mempelajari karakteristik setiap instrumen sebelum bertransaksi. Jangan lupa melakukan riset mandiri dan menyesuaikan keputusan investasi dengan toleransi risiko masing-masing.
Catatan: Harga minyak dunia berubah mengikuti kondisi pasar. Periksa data terbaru dari sumber tepercaya sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi, bukan rekomendasi investasi. Aset keuangan dan kripto memiliki risiko serta volatilitas. Selalu lakukan riset mandiri sebelum bertransaksi.
“Baca Juga: Sejarah Prasasti Padrao, Bukti Perjanjian Sunda-Portugis“
















