Pronoted.com – Chief Investment Officer (CIO) Bitwise, Matt Hougan, mengungkapkan empat aset crypto yang menarik untuk jangka panjang. Ia memilih Bitcoin, Ethereum, Solana, dan Chainlink sebagai aset utama dalam pandangannya.
Dalam wawancara di New Era Finance Podcast, Hougan membahas prospek aset tersebut. BeInCrypto memberitakan wawancara itu pada 12 Oktober 2026.
Menurut Hougan, keempat aset tersebut berkaitan dengan dua tren besar. Tren pertama adalah penurunan daya beli mata uang fiat. Tren kedua mencakup pertumbuhan stablecoin dan tokenisasi.
“Baca Juga: Jadwal CPI, PPI, dan The Fed yang Pengaruhi Bitcoin“
Namun, investor tetap perlu memahami risiko setiap aset. Pandangan Hougan juga bukan jaminan bahwa harga aset tersebut akan terus meningkat.
1. Bitcoin Menjadi Pilihan Utama Menghadapi Penurunan Daya Beli
Hougan menempatkan Bitcoin di posisi teratas dalam daftar pilihannya. Ia menilai Bitcoin menawarkan potensi imbal hasil yang menarik dibandingkan risikonya di pasar crypto.
Pandangan tersebut berangkat dari kekhawatiran terhadap peningkatan utang pemerintah. Selain itu, penurunan daya beli mata uang fiat mendorong sebagian investor mempertimbangkan aset alternatif.
Hougan mencontohkan perubahan komposisi portofolio investor. Sebelumnya, investor mungkin menyimpan hampir seluruh kekayaannya dalam mata uang fiat. Namun, sebagian investor dapat mulai mengalokasikan 90% portofolionya ke fiat dan 10% ke aset keras.
Bitcoin dan emas menjadi contoh aset yang dapat mengisi alokasi tersebut. Jika pola pikir ini semakin luas, permintaan terhadap Bitcoin berpotensi meningkat.
Hougan memperkirakan Bitcoin dapat mencapai harga ratusan ribu dolar AS apabila tren tersebut berkembang. Namun, ia tidak menyertakan kerangka waktu atau metode perhitungan untuk proyeksi itu.
Karena itu, investor sebaiknya memahami angka tersebut sebagai sebuah skenario. Investor tidak perlu menganggapnya sebagai target harga yang pasti tercapai.
2. Ethereum, Solana, dan Chainlink Mengikuti Tren Tokenisasi
Selain Bitcoin, Hougan memilih Ethereum, Solana, dan Chainlink untuk menghadapi pertumbuhan stablecoin serta tokenisasi.
Stablecoin merupakan aset crypto yang dirancang untuk menjaga nilai relatif stabil terhadap aset acuan. Sementara itu, tokenisasi mengubah representasi aset menjadi token digital di blockchain.
Hougan menilai investor perlu mengamati kedua tren tersebut dalam jangka beberapa tahun. Ia juga menyoroti perkembangan adopsi institusional, perubahan regulasi, dan aktivitas keuangan terdesentralisasi atau DeFi.
Ethereum dan Solana menawarkan jaringan untuk menjalankan berbagai aktivitas berbasis blockchain. Sementara itu, Chainlink menyediakan infrastruktur data yang menghubungkan informasi dunia nyata dengan blockchain.
Dengan demikian, ketiga aset tersebut memiliki peran berbeda dalam ekosistem crypto. Investor tetap perlu menilai perkembangan penggunaan jaringan dan permintaan terhadap masing-masing token.
3. Chainlink Mengandalkan Pendapatan dan Perbaikan Tokenomics
Hougan juga menyoroti prospek bisnis utama Chainlink. Menurutnya, sejumlah perubahan dalam pengelolaan token berpotensi mendukung pemegang LINK.
Perubahan tersebut mencakup pembelian kembali token atau buyback, distribusi pendapatan, penurunan inflasi, dan jadwal pelepasan token yang lebih jelas.
Meski demikian, dampaknya bergantung pada pelaksanaan kebijakan tersebut. Investor perlu memeriksa pendapatan protokol, mekanisme suplai, dan perkembangan penggunaan layanan Chainlink.
Hougan menilai faktor-faktor tersebut dapat membedakan proyek yang berkembang dari proyek lainnya. Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan popularitas token saat mengambil keputusan.
4. Hyperliquid, Zcash, dan Venice Menjadi Penantang
Meski memilih empat aset utama, Hougan juga mengamati sejumlah proyek lain. Ia menyoroti Hyperliquid, Zcash, dan Venice sebagai aset yang menawarkan narasi berbeda.
Dalam wawancara terpisah pada akhir September, Hougan menilai Hyperliquid menunjukkan potensi untuk masuk jajaran aset pilihannya. Ia menyoroti kombinasi sejumlah inovasi dan pengalaman pengguna yang kuat.
Sementara itu, Zcash menawarkan fokus pada privasi transaksi. Venice membawa narasi aplikasi kecerdasan buatan atau AI.
Hougan mengaku optimistis terhadap Zcash dan Venice sebagai aset terkait DeFi. Namun, ia tidak memasukkan keduanya ke dalam daftar inti untuk tema penurunan daya beli dan tokenisasi.
Laporan Stocktwits juga mencatat pergerakan harga Zcash dan Hyperliquid selama periode tersebut. Pada September, Zcash sempat melampaui Hyperliquid dalam peringkat kapitalisasi pasar crypto.
Laporan itu menyebut ZEC naik sekitar 70%, sedangkan HYPE menguat sekitar 50% sepanjang Agustus. Ketika komentar Hougan terbit pada 30 September, kedua token juga mencatat kenaikan lebih dari 5% dalam 24 jam.
Namun, pergerakan harga dalam periode tertentu tidak menjamin kinerja serupa pada masa mendatang. Investor perlu menilai kondisi pasar, perkembangan proyek, dan risiko setiap aset secara mandiri.
5. Investor Perlu Menjadikan Daftar Ini sebagai Bahan Riset
Daftar pilihan Hougan memberikan gambaran tentang aset yang menurutnya berkaitan dengan tren besar industri crypto. Bitcoin berfokus pada narasi aset keras, sedangkan Ethereum, Solana, dan Chainlink berkaitan dengan perkembangan blockchain serta tokenisasi.
Di sisi lain, Hyperliquid, Zcash, dan Venice menunjukkan beragam arah pengembangan industri. Meski demikian, setiap proyek memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda.
Karena itu, investor sebaiknya menggunakan daftar tersebut sebagai titik awal riset. Investor juga perlu memeriksa fundamental proyek, likuiditas, mekanisme suplai token, dan toleransi risiko pribadi.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa depan. Selain itu, volatilitas pasar crypto dapat menyebabkan perubahan harga yang tajam dalam waktu singkat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi, bukan rekomendasi investasi. Aset crypto memiliki risiko tinggi dan harga yang sangat fluktuatif. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan serta gunakan dana yang siap menanggung risiko kerugian.
“Baca Juga: Asal-usul Bhinneka Tunggal Ika dan Maknanya bagi Indonesia“
















