Pronoted.com – Persaingan jaringan blockchain layer-1 kembali menarik perhatian pasar kripto. Pekan ini, Solana, Sui, dan Ethereum mengumumkan perkembangan penting dalam teknologi mereka.
Solana mengaktifkan upgrade Alpenglow untuk mempercepat konfirmasi transaksi. Sementara itu, Sui menyiapkan Hashi, platform keuangan berbasis Bitcoin dengan komitmen modal lebih dari US$500 juta.
Di sisi lain, Ethereum melanjutkan pengujian upgrade Glamsterdam melalui jaringan testnet. Ketiga perkembangan ini menunjukkan upaya masing-masing jaringan meningkatkan kecepatan, likuiditas, dan kemampuan pemrosesan transaksi.
“Baca Juga: Harga Bitcoin Naik 6%, Resistance US$85.000 Jadi Tantangan“
1. Solana Aktifkan Alpenglow, Finalitas Target 150 Milidetik
Solana mengaktifkan upgrade konsensus Alpenglow pada 21 Oktober sekitar pukul 14.00 UTC, menurut laporan Coinpaper. Pembaruan ini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sistem konsensus Solana sejak jaringan tersebut meluncur pada 2020.
Berdasarkan pengumuman Anza, Alpenglow menargetkan waktu finalitas sekitar 150 milidetik. Sebelumnya, Solana membutuhkan sekitar 12,8 detik untuk mencapai finalitas. Dengan demikian, pembaruan ini menargetkan proses konfirmasi hampir 85 kali lebih cepat.
Alpenglow menggantikan TowerBFT dengan protokol Votor. Sistem baru ini memungkinkan validator berkomunikasi secara langsung dan menggunakan sertifikat kriptografis untuk mengonfirmasi blok.
Namun, finalitas yang lebih cepat tidak otomatis meningkatkan jumlah transaksi yang dapat diproses jaringan. Solana juga menghapus transaksi voting dari blok sehingga data aktivitas jaringan bisa terlihat menurun.
Perubahan tersebut tidak selalu menunjukkan penurunan permintaan pengguna. Selain itu, validator harus menjalankan perangkat lunak baru dan mendaftarkan kunci kriptografis.
Validator juga perlu menyiapkan biaya admisi sebesar 0,8 SOL per epoch. Karena itu, operator jaringan perlu menyesuaikan infrastruktur mereka dengan aturan baru.
2. Sui Siapkan Hashi dengan Komitmen Modal US$500 Juta
Sui melalui Mysten Labs menyiapkan Hashi, platform keuangan berbasis Bitcoin. Proyek ini telah mengantongi komitmen modal lebih dari US$500 juta dan menjalin kerja sama dengan lebih dari 20 mitra.
Sejumlah mitra yang disebut dalam laporan mencakup BitGo dan Ledger. Anchorage Digital juga bergabung untuk mendukung akses institusional melalui infrastruktur kolateral Atlas dan dompet Porto.
Selain itu, Anchorage Digital berencana membantu menyediakan likuiditas stablecoin. Pengembang menargetkan peluncuran mainnet Hashi secara bertahap sepanjang Oktober.
Hashi memungkinkan pengguna menyetor Bitcoin dan menerima representasi bernama hBTC di jaringan Sui. Pengguna kemudian dapat memanfaatkan hBTC dalam protokol pinjaman tanpa memindahkan Bitcoin asli dari jaringan asalnya.
Meski demikian, pembaca perlu membedakan komitmen modal dan dana yang benar-benar tersedia. Angka lebih dari US$500 juta tersebut masih menunjukkan komitmen, bukan likuiditas yang sudah masuk ke mainnet.
Karena itu, perkembangan Hashi selanjutnya akan bergantung pada peluncuran layanan dan realisasi dukungan modal para mitranya.
3. Ethereum Lanjutkan Uji Coba Glamsterdam
Ethereum juga melanjutkan pengembangan melalui upgrade Glamsterdam. Tim pengembang menguji pembaruan tersebut di testnet Sepolia sejak awal Oktober.
Pengujian ini menaikkan batas gas per blok menjadi sekitar 200 juta. Sebelumnya, batas tersebut berada di kisaran 60 juta.
Namun, tinjauan CoinDesk terhadap lebih dari 25 blok uji menunjukkan penggunaan gas berkisar antara 52 juta hingga 92 juta. Angka itu setara dengan sekitar 26–46 persen dari kapasitas yang tersedia.
Glamsterdam juga memperkenalkan pemisahan peran penyusun transaksi dan validator. Selain itu, pembaruan ini menambahkan daftar akses yang membantu jaringan memproses transaksi secara paralel.
Pengembang berharap perubahan tersebut dapat mendukung efisiensi pemrosesan transaksi. Meski begitu, hasil pengujian belum memastikan jadwal penerapan di jaringan utama Ethereum.
Menurut pembaruan Cointelegraph, Ethereum menjadwalkan pengujian Glamsterdam di testnet Hoodi pada 26 Oktober. Pengujian tersebut juga mencakup kenaikan batas gas menjadi 200 juta.
Hingga informasi dalam laporan tersebut, pengembang belum menetapkan tanggal aktivasi Glamsterdam di mainnet Ethereum.
4. Apa Arti Pembaruan Ini bagi Industri Kripto?
Ketiga proyek tersebut menyoroti kebutuhan berbeda dalam industri blockchain. Solana berfokus pada percepatan finalitas, sedangkan Sui berupaya memperluas pemanfaatan Bitcoin melalui layanan pinjaman.
Sementara itu, Ethereum menguji peningkatan kapasitas dan efisiensi pemrosesan transaksi. Setiap pendekatan dapat memengaruhi pengalaman pengguna serta peluang pengembangan aplikasi terdesentralisasi.
Namun, pengumuman teknis saja belum cukup untuk memastikan keberhasilan sebuah jaringan. Pengguna dan investor tetap perlu mencermati hasil implementasi, tingkat penggunaan, keamanan, serta perkembangan ekosistem masing-masing.
Dengan demikian, perkembangan Solana, Sui, dan Ethereum menjadi hal penting untuk dipantau. Meski demikian, pembaruan teknologi tidak menjamin kenaikan harga token terkait.
Kesimpulan
Solana, Sui, dan Ethereum terus mengembangkan infrastruktur blockchain melalui pendekatan berbeda. Alpenglow menargetkan konfirmasi lebih cepat, Hashi membuka peluang pemanfaatan Bitcoin di Sui, dan Glamsterdam menguji peningkatan pemrosesan Ethereum.
Keberhasilan setiap proyek akan bergantung pada hasil penerapan dan penggunaan nyata. Karena itu, pembaca sebaiknya mengikuti pembaruan resmi sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Aset kripto memiliki risiko serta volatilitas tinggi. Lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi dan gunakan dana sesuai kemampuan finansial.
“Baca Juga: Merkantilisme: Sejarah, Pengertian, dan Ciri-Cirinya“
















