Pronoted.com – kripto tetap bergairah pada libur tanggal merah 25 Agustus 2026. Bitcoin mencatat kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data Market Pintu, harga Bitcoin mencapai Rp1.426.248.713. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 4,64 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Bitcoin juga sempat menembus level 81.000 dolar AS. Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya minat beli investor pada perdagangan hari tersebut.
“Baca Juga: 3 Altcoin Anjlok Belasan Persen di Akhir Pekan“
Bitcoin Bergerak Naik Sepanjang 24 Jam
Bitcoin mengawali periode pengamatan dari level sekitar Rp1.360.004.841. Setelah itu, harga BTC bergerak naik secara bertahap.
Bitcoin sempat mengalami koreksi kecil pada pertengahan perdagangan. Namun, tekanan jual tersebut tidak menghentikan tren kenaikan harga.
Harga BTC kemudian mencapai titik tertinggi Rp1.430.227.277. Setelah mencapai level tersebut, harga bergerak lebih stabil.
Pergerakan tersebut menunjukkan momentum beli yang cukup kuat. Namun, investor tetap perlu memperhatikan perubahan harga dalam waktu singkat.
Bitcoin dan Emas Sama-Sama Menguat
Kenaikan Bitcoin juga terjadi bersamaan dengan penguatan harga emas. Kedua aset tersebut mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS.
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah turut mendukung pergerakan kedua aset. Kondisi tersebut membuat Bitcoin dan emas semakin menarik bagi sebagian investor.
Bitcoin sempat mencapai 81.165 dolar AS dengan kenaikan sekitar 4,5 persen. Sementara itu, harga emas spot mencapai sekitar 4.677 dolar AS per ons.
Harga emas juga mencatat performa kuat sepanjang Agustus. Kenaikan bulanannya bahkan mencapai 13 persen.
Performa tersebut menjadi kenaikan bulanan terbaik emas sejak 1999. Pelemahan dolar AS turut meningkatkan daya tarik aset bagi pembeli dari negara lain.
Pasar Menunggu Arah Kebijakan The Fed
Pasar kini menantikan petunjuk mengenai kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Keputusan Federal Reserve dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin dan emas.
Investor juga memperhatikan pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh. Ia dijadwalkan menyampaikan pandangan dalam simposium Jackson Hole.
Pernyataan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga. Karena itu, pasar akan mencermati setiap sinyal dari bank sentral AS.
Jika The Fed memberikan sinyal ketat, Bitcoin dan emas berpotensi kehilangan momentum. Sebaliknya, kebijakan yang lebih longgar dapat kembali mendorong harga kedua aset.
Bitcoin Tembus $81.000: Investor Perlu Mewaspadai Volatilitas Bitcoin
Kenaikan harga Bitcoin memberikan sentimen positif bagi pasar kripto. Namun, pergerakan cepat juga menunjukkan risiko yang tetap tinggi.
Harga Bitcoin dapat berubah dalam waktu singkat karena berbagai faktor ekonomi. Kebijakan suku bunga, dolar AS, dan sentimen pasar dapat memengaruhi pergerakan tersebut.
Karena itu, investor perlu melakukan riset sebelum mengambil keputusan. Investor juga sebaiknya menggunakan dana yang siap menghadapi risiko kerugian.
Disclaimer: Informasi ini hanya membahas pergerakan harga dan bukan rekomendasi investasi. Kinerja sebelumnya tidak menjamin hasil investasi pada masa mendatang.
“Baca Juga: Bartolomeu Dias dan Sejarah Penemuan Tanjung Harapan“
















