pronoted.com – Warren Buffett kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangannya mengenai saham Alphabet (GOOGL). Investor legendaris dari Berkshire Hathaway itu menilai Alphabet memiliki peluang lebih besar untuk mengungguli sebagian besar saham yang direkomendasikan analis Wall Street. Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian pelaku pasar dan mendorong harga saham Alphabet menguat.
Dalam wawancara di CNBC Squawk Box, Buffett menjelaskan alasan di balik keyakinannya terhadap perusahaan induk Google tersebut. Ia juga mengungkap bahwa dirinya menjadi sosok utama yang mendorong Berkshire Hathaway membeli saham Alphabet.
Baca Juga: Dana Pensiun Jepang Ancam Bitcoin? Ini Analisis Pasarnya“
Buffett Sebut Alphabet Lebih Menarik dari Mayoritas Saham Wall Street
Warren Buffett menyatakan bahwa Alphabet memiliki peluang lebih besar untuk mengalahkan sekitar 90 hingga 95 persen saham yang sering direkomendasikan Wall Street. Pernyataan itu langsung memicu optimisme investor terhadap prospek perusahaan teknologi tersebut.
Setelah komentar Buffett muncul, harga saham Alphabet naik sekitar 3,65 persen hingga menyentuh level 370,36 dolar AS. Kenaikan itu turut meningkatkan nilai investasi Berkshire Hathaway di Alphabet menjadi lebih dari 31 miliar dolar AS.
Kini, Alphabet menjadi salah satu investasi terbesar Berkshire Hathaway. Posisinya hanya berada di bawah Apple dan American Express dalam portofolio perusahaan.
Buffett Akui Dirinya Memulai Investasi di Alphabet
Selama beberapa bulan terakhir, banyak investor mengira Greg Abel menjadi sosok utama di balik investasi Berkshire di Alphabet. Namun, Buffett akhirnya meluruskan anggapan tersebut.
Ia menegaskan bahwa dirinya menjadi penggagas utama pembelian saham Alphabet. Meski begitu, Buffett menjelaskan bahwa seluruh keputusan investasi tetap memerlukan persetujuan Greg Abel sebagai calon penerus kepemimpinan Berkshire Hathaway.
Berkshire mulai membeli saham Alphabet secara bertahap sejak kuartal ketiga 2025. Perusahaan kemudian terus menambah kepemilikan hingga awal 2026.
Pada Juni 2026, Berkshire kembali meningkatkan investasinya melalui kesepakatan privat senilai sekitar 10 miliar dolar AS. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan program pendanaan kecerdasan buatan Alphabet yang bernilai sekitar 80 miliar dolar AS.
Dokumen yang diajukan kepada SEC menunjukkan Berkshire membeli saham Alphabet Kelas A dengan harga sekitar 351,81 dolar AS per lembar. Sementara itu, saham Kelas C dibeli pada kisaran 348,20 dolar AS.
Buffett juga mengaku sempat melewatkan peluang besar saat Google masih berada pada tahap awal pertumbuhan. Menurutnya, biaya operasional perusahaan ketika itu jauh lebih rendah dibandingkan sekarang.
Alphabet Berani Gelontorkan Dana Besar untuk AI
Di sisi lain, Buffett juga menyoroti besarnya belanja modal yang dilakukan Alphabet. Perusahaan berencana mengalokasikan dana sekitar 180 hingga 190 miliar dolar AS untuk investasi sepanjang tahun ini.
Menurut Buffett, nilai tersebut sangat besar. Bahkan, ia menyebut jumlah itu melampaui total belanja sektor perkeretaapian sepanjang sejarah. Oleh karena itu, Alphabet harus mengelola investasi tersebut dengan disiplin agar menghasilkan keuntungan jangka panjang.
Meski mengeluarkan dana sangat besar, Alphabet tetap menunjukkan kondisi keuangan yang kuat. Dalam 12 bulan terakhir, perusahaan membukukan arus kas operasional sebesar 174 miliar dolar AS.
Selain itu, pendapatan kuartal pertama 2026 meningkat sekitar 22 persen hingga mencapai 110 miliar dolar AS. Divisi Google Cloud juga mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi dengan kenaikan penjualan sekitar 63 persen.
Kinerja tersebut menjadi salah satu alasan utama Buffett tetap optimistis terhadap masa depan Alphabet.
Buffett Fokus pada Nilai Jangka Panjang
Buffett kembali menegaskan bahwa dirinya lebih mengutamakan potensi bisnis dalam jangka panjang daripada hasil kuartalan. Ia menilai banyak analis Wall Street terlalu fokus mengejar laporan keuangan jangka pendek.
Sebaliknya, Buffett memilih perusahaan yang memiliki kemampuan menghasilkan keuntungan secara konsisten selama bertahun-tahun. Menurutnya, Alphabet memenuhi karakteristik tersebut karena memiliki bisnis yang kuat, arus kas besar, dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.
Walaupun Buffett masih memiliki sejumlah bisnis favorit lain di bawah Berkshire Hathaway, ia mengakui bahwa Alphabet kini menjadi salah satu aset penting dalam portofolionya.
Investasi Teknologi Kembali Jadi Andalan Berkshire Hathaway
Keputusan membeli Alphabet mengingatkan banyak investor pada langkah Buffett ketika mengakuisisi saham Apple pada 2016. Saat itu, banyak pihak meragukan keputusan tersebut. Namun, investasi tersebut justru berkembang menjadi aset terbesar sekaligus paling menguntungkan bagi Berkshire Hathaway.
Kini, Alphabet mulai mengikuti jejak Apple sebagai salah satu investasi teknologi utama perusahaan.
Masuknya Alphabet ke dalam indeks Dow Jones beberapa pekan lalu juga memperkuat daya tarik perusahaan di mata investor global. Meski demikian, persaingan di sektor kecerdasan buatan tetap berlangsung ketat. Sejumlah investor besar masih memilih Amazon sebagai saham teknologi favorit mereka.
Kesimpulan
Pernyataan Warren Buffett kembali memperlihatkan pentingnya melihat potensi bisnis dalam jangka panjang. Ia percaya Alphabet memiliki fondasi keuangan yang kuat meski perusahaan mengeluarkan dana sangat besar untuk pengembangan AI.
Pertumbuhan pendapatan, peningkatan bisnis Google Cloud, dan arus kas yang solid menjadi alasan utama Buffett tetap optimistis. Dengan dukungan tersebut, Alphabet berpotensi menjadi salah satu saham teknologi paling menarik untuk beberapa tahun mendatang.
Baca Juga: Messi Bidik Tiga Gelar Individu di Piala Dunia 2026“
















