Pronoted.com – Tren investasi terus berkembang di Indonesia. Kini, banyak investor mulai melirik deposito emas sebagai pilihan baru.
Produk ini menawarkan cara berbeda untuk mengembangkan aset logam mulia. Investor dapat menyimpan emas dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan tambahan keuntungan.
Berbeda dari deposito biasa, keuntungan deposito emas hadir dalam bentuk gram emas tambahan. Karena itu, banyak investor konservatif mulai tertarik menggunakan instrumen ini.
“Baca Juga: Harga Pi Network Terancam Koreksi Lebih Dalam“
Deposito Emas Berikan Tambahan Gramasi
Deposito emas bekerja seperti simpanan berjangka biasa. Namun, nasabah tidak menerima bunga dalam bentuk uang tunai.
Penyelenggara justru menambahkan keuntungan langsung ke saldo emas milik nasabah. Sistem ini membuat jumlah gram emas terus bertambah selama masa deposito berlangsung.
Beberapa lembaga keuangan seperti Pegadaian mulai menyediakan layanan tersebut untuk masyarakat.
Selain itu, deposito emas juga membantu investor menjaga nilai aset dari tekanan inflasi jangka panjang.
Syarat Membuka Deposito Emas
Investor harus memenuhi beberapa syarat sebelum membuka deposito emas. Salah satu syarat utama adalah jumlah minimal penempatan awal.
Nasabah biasanya harus menyimpan minimal 5 gram emas. Selain itu, penyelenggara menyediakan pilihan tenor mulai enam hingga dua belas bulan.
Berikut beberapa ketentuan deposito emas:
- Minimal penempatan awal sebesar 5 gram emas
- Pilihan tenor mulai 6, 9, hingga 12 bulan
- Keuntungan dibayar dalam bentuk tambahan gram emas
- Keuntungan investasi terkena pajak sebesar 20 persen
Karena itu, investor perlu memahami aturan produk sebelum mulai menyimpan emas.
Deposito Emas Punya Potensi Keuntungan Ganda
Deposito emas menawarkan dua sumber keuntungan sekaligus. Investor bisa mendapatkan tambahan gram emas dan potensi kenaikan harga emas dunia.
Jika harga emas naik selama masa deposito, nilai aset investor juga ikut meningkat. Karena itu, deposito emas sering dianggap cocok untuk investasi jangka panjang.
Selain itu, instrumen ini membantu menjaga kekayaan saat kondisi ekonomi tidak stabil.
Beberapa investor bahkan menggunakan deposito emas sebagai pelindung nilai aset pribadi dari inflasi.
Risiko Penalti Tetap Perlu Diperhatikan
Meski terlihat menarik, deposito emas tetap memiliki risiko tertentu. Salah satu risiko terbesar berasal dari keterbatasan pencairan dana.
Investor tidak bisa mencairkan emas secara bebas sebelum jatuh tempo tanpa konsekuensi tertentu.
Jika nasabah mencairkan deposito lebih cepat, penyelenggara biasanya mengenakan penalti sekitar 5 persen.
Penalti tersebut dapat mengurangi pokok emas dan keuntungan yang sudah terkumpul sebelumnya.
Selain itu, keuntungan investasi juga bergantung pada kondisi harga emas global. Harga emas bisa naik, tetapi juga dapat turun sewaktu-waktu.
Karena itu, investor perlu mempertimbangkan kebutuhan dana sebelum membuka deposito emas.
Deposito Emas dan Crypto Punya Perbedaan Besar
Deposito emas dan aset crypto menawarkan karakter investasi berbeda. >Deposito emas lebih cocok untuk investor yang mengutamakan stabilitas.
Sementara itu, aset crypto menawarkan fleksibilitas transaksi lebih tinggi. Investor dapat membeli dan menjual aset digital kapan saja selama 24 jam.
Selain itu, modal awal investasi crypto biasanya lebih rendah dibanding deposito emas.
Sebagai contoh, investor dapat membeli aset seperti Ethereum dengan nominal kecil melalui aplikasi crypto.
Namun, aset crypto memiliki pergerakan harga jauh lebih tinggi dibanding emas. Karena itu, risiko investasi crypto juga lebih besar.
Banyak Investor Mulai Gabungkan Emas dan Crypto
Saat ini, banyak investor mulai menggabungkan emas dan crypto dalam satu portofolio. Strategi tersebut membantu menyeimbangkan risiko investasi.
Emas berfungsi menjaga kestabilan aset jangka panjang. Sementara itu, crypto memberikan peluang keuntungan lebih cepat.
Selain itu, teknologi blockchain kini menghadirkan emas dalam bentuk digital atau emas crypto.
Investor dapat membeli emas digital mulai dari nominal kecil. Beberapa platform bahkan menyediakan pembelian mulai Rp11 ribu.
Emas crypto juga memungkinkan transaksi selama 24 jam tanpa batas waktu pasar.
Investor Tetap Perlu Memahami Risiko
Meski menawarkan peluang menarik, semua instrumen investasi tetap memiliki risiko. Karena itu, investor perlu melakukan riset sebelum membeli aset tertentu.
Selain itu, investor sebaiknya menggunakan dana khusus investasi agar kondisi keuangan tetap aman.
Dengan pemahaman yang tepat, deposito emas maupun crypto dapat menjadi pilihan untuk membangun aset jangka panjang.
















