Pronoted.com – Pasar kripto kembali menunjukkan penguatan tajam sepanjang pekan ketiga Agustus 2026. Bitcoin dan Ethereum memimpin kenaikan dengan persentase lebih dari 20 persen.
Kenaikan tersebut kembali meningkatkan optimisme investor terhadap pasar aset digital. Bitcoin bahkan mendekati level Rp1,4 miliar per keping.
Sementara itu, Ethereum berhasil menembus kisaran Rp42 juta. Momentum tersebut menunjukkan peningkatan minat beli terhadap dua aset kripto terbesar.
“Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Tembus US$71.900, Akankah Naik?“
Harga Bitcoin Naik 21,21 Persen
Data Market Pintu menunjukkan Bitcoin mencapai Rp1.359.293.995 pada 22 Agustus 2026. Harga tersebut mencatat kenaikan sebesar 21,21 persen dalam tujuh hari.
Pada awal pekan, Bitcoin sempat turun hingga Rp1.118.458.363. Setelah memasuki pertengahan pekan, pembeli mulai meningkatkan tekanan beli.
Harga Bitcoin kemudian melonjak tajam hingga mencapai Rp1.399.216.521. Setelah menyentuh level tersebut, harga mengalami koreksi ringan pada akhir periode pengamatan.
Pergerakan tersebut menunjukkan momentum positif yang cukup kuat. Namun, investor tetap perlu memperhatikan potensi koreksi setelah kenaikan dalam waktu singkat.
Ethereum Tumbuh Lebih Cepat dari Bitcoin
Ethereum mencatat kenaikan yang lebih besar dibandingkan Bitcoin sepanjang periode pengamatan. Harga ETH mencapai Rp42.704.365 pada 22 Agustus 2026.
Angka tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 27,60 persen dalam sepekan. Ethereum juga sempat mencatat harga terendah sebesar Rp33.359.179.
Setelah itu, permintaan meningkat tajam pada paruh kedua pekan. Harga Ethereum kemudian mencapai puncak sekitar Rp44.506.415.
Kenaikan tersebut menunjukkan minat beli yang semakin kuat terhadap Ethereum. Namun, harga kembali mengalami penurunan ringan menjelang akhir periode.
Buyback Obligasi AS Dorong Aset Berisiko
Salah satu pemicu utama kenaikan kripto berasal dari kebijakan Kementerian Keuangan Amerika Serikat. Pemerintah AS menggandakan operasi buyback obligasi jangka panjang menjadi US$4 miliar per transaksi.
Kebijakan tersebut membantu menekan imbal hasil obligasi jangka panjang. Kondisi itu kemudian mendorong sebagian investor mencari aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi.
Kripto menjadi salah satu aset yang memperoleh manfaat dari perubahan sentimen tersebut. Namun, investor tetap perlu memahami bahwa aset kripto memiliki risiko tinggi.
Short Squeeze Percepat Kenaikan Harga
Selain kebijakan Treasury, pasar kripto juga menghadapi gelombang likuidasi posisi short. Nilai likuidasi mencapai sekitar US$3 miliar dalam waktu singkat.
Sebagian besar likuidasi berasal dari posisi yang memperkirakan harga akan turun. Ketika harga justru naik, trader harus menutup posisi tersebut.
Kondisi tersebut kemudian mempercepat kenaikan Bitcoin dan Ethereum. Pasar biasanya menyebut situasi tersebut sebagai short squeeze.
Namun, short squeeze dapat menghasilkan kenaikan yang berlangsung singkat. Karena itu, investor perlu membedakan momentum sesaat dengan tren kenaikan yang lebih sehat.
ETF Bitcoin Kembali Mendapat Dana Masuk
Sentimen positif juga datang dari pasar ETF Bitcoin spot Amerika Serikat. Produk tersebut kembali mencatat aliran dana masuk setelah mengalami tekanan sebelumnya.
Total inflow bersih mencapai lebih dari US$500 juta. BlackRock menjadi salah satu penyumbang dana terbesar dalam periode tersebut.
Kondisi tersebut menunjukkan investor institusional kembali meningkatkan eksposur terhadap Bitcoin. Arus dana ETF juga dapat menjadi indikator penting bagi arah pasar.
Jika aliran dana terus meningkat, permintaan terhadap Bitcoin dapat ikut menguat. Namun, investor perlu memantau data tersebut secara berkala.
Sentimen Regulasi Ikut Mendukung
Selain faktor likuiditas, perkembangan regulasi juga memengaruhi sentimen pasar. Dukungan terhadap aturan kripto yang lebih jelas membantu meningkatkan optimisme investor.
Rencana pembentukan cadangan Bitcoin strategis juga menjadi perhatian pasar. Kondisi tersebut mendorong sejumlah analis meningkatkan proyeksi terhadap harga Bitcoin.
Standard Chartered termasuk pihak yang melihat peluang Bitcoin menuju US$100.000 sebelum akhir 2026. Namun, proyeksi tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar dan kebijakan ekonomi.
Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?
Kenaikan Bitcoin dan Ethereum menunjukkan sentimen pasar mulai kembali positif. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko koreksi setelah kenaikan yang sangat cepat.
Pergerakan yield obligasi AS menjadi salah satu indikator penting. Selain itu, investor perlu memantau arus ETF Bitcoin dan perkembangan regulasi.
Kondisi likuiditas global juga dapat memengaruhi pasar kripto dalam waktu singkat. Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan kenaikan harga satu pekan.
Bitcoin dan Ethereum memang menunjukkan momentum kuat sepanjang pekan ini. Namun, arah pasar berikutnya tetap bergantung pada kondisi makroekonomi dan minat investor.
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi. Aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan mengandung risiko kerugian. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.
“Baca Juga: Chip AI Terinspirasi Otak, Deteksi Sinyal dalam Sekejap“
















